Istri Binal Part 1

Ownernya lagi ngelatih istrinya supaya jadi binatang yang binal biar bisa kita nikmati memeknya xixixi… Nantikan part berikutnya~!

Read more

Dede Gemes Peliharaan Om Kevin

Aduh om kevin ini bikin iri aja punya peliharaan dede gemes yang unyu kayak gini soleha lagi pakai hijab, pasti pembaca pada kepengan yaaaaa!! Mari kita nikmati saja.. tetap jaga jarak dan tetap pakai masker ya sebagai prokotol eh protokol kesehatan :p

Mahasiswi Baru (MABA) Lagi Ngisep Kontol

Nah ini sekarang kan masa penerimaan mahasiswi baru (MABA). Mahasiswi yang satu ini adalah calon ayam kampus hehehe baru mau jadi mahasiswi aja dah mulai deh isep-isep alias sepong kontol wuihhh… tapi enak gila isepannya kayak disedot vacum cleaner tapi bulu memeknya lebat gilaaaaaaaaaa… 😛

Read more

The Fallen Princess 2: Beast Among The Beauties

“crrrtt…crrrtt..OOKKHHH !!”, semburan sperma yang kental itu bertubi-tubi menerpa wajah cantiknya. Sang gadis cantik itu hanya memejamkan matanya dan menjadikan wajahnya sebagai ‘nampan’ sperma. Penis itu dielus-eluskan oleh pemiliknya ke wajah sang gadis. Gadis itu tersenyum manis sambil meratakan sperma ke seluruh wajahnya. Si pria mengelus-elus rambut sang gadis. Bangga luar biasa sekaligus merasa beruntung sekali, di umurnya yang sudah 42 tahun, dia bisa menggagahi seorang gadis muda yang benar-benar cantik seperti bidadari hampir setiap hari. Apalagi, gadis cantik itu dengan suka hati merelakan tubuhnya dan melayani dengan sepenuh hati tanpa paksaan sama sekali. Penis yang sudah loyo itu dibersihkan dengan seksama oleh sang gadis menggunakan lidahnya sebelum dikeringkan dengan handuk. “Reisha sayang..makasih ya..bapak bener-bener puas..”. “iya Pak..sama-sama..Reisha juga kok..”. “kalo aja..istri bapak secantik ‘n sejago kamu maennya pasti bapak betah di rumah..hehe..”. “yee..Pak Darto bisa aja ngegombalnya..”, kata Reisha manja.

“ntar sore bapak ke sini lagi ya Sha..”. Reisha hanya tersenyum dan mengangguk. Sudah lebih 3 bulan, Reisha dan Darto berhubungan tanpa diketahui warga sekitar. Darto adalah ketua RT di tempat tinggal Reisha yang baru saja membeli rumah kontrakan. Darto langsung jatuh hati ketika pertama kali melihat Reisha yang waktu itu datang ke rumahnya untuk melapor sebagai warga baru. Wajah cantik, kulit putih merona, dan body yang aduhai. Bagi Darto, Reisha adalah wanita idamannya selama ini, berbeda sekali dengan istrinya yang gendut dan tak sedap dipandang mata. Darto memang dikenal sebagai RT cabul di lingkungannya, dia suka tertangkap basah sedang mencuri-curi pandang ke gadis-gadis muda di kompleknya. Memang warga apalagi para gadis agak risih dengan Darto, tapi sampai sekarang tidak ada kasus pemerkosaan oleh Darto, lagipula Darto adalah RT yang sigap dengan masalah warganya dan cepat dan tepat dalam bertindak tanpa meminta uang jasa, jadi, mau tidak mau, Darto tetap dipilih sebagai RT. Warga mulai menyadari Darto yang mulai berubah. Darto sekarang menjadi sopan dan santun dan tidak cabul seperti dulu.

Sekarang Darto benar-benar cocok jadi RT. Warga memang menyadari sejak kedatangan Reisha, Darto mulai berubah, tapi warga tidak pernah menuduh yang tidak-tidak ke Reisha karena Reisha sendiri ramah dan selalu membantu dan bergaul dengan warga. Bagaimana Darto tidak berubah, sejak Reisha mengiyakan untuk menjadi simpanannya, Darto bisa melampiaskan nafsunya kepada gadis impiannya itu hampir setiap hari dan kesempatan. Darto benar-benar tergila-gila dengan Reisha karena Reisha sangat ahli memuaskannya. Jika istrinya sedang ‘kepingin’, Darto pun melayaninya, tapi dengan membayangkan Reisha yang melayaninya sehingga istrinya benar-benar puas karena Darto begitu bersemangat. Sering Darto keceplosan dan mendesahkan Sha seperti saat sedang menyetubuhi Reisha, untung nama istrinya Aisya, jadi istrinya tidak curiga dan mengira Darto mendesahkan namanya. Reisha sendiri adalah mahasiswi di sebuah universitas negeri, tadinya dia nge-kost di dekat kampus, tapi dia memutuskan untuk mengontrak rumah sekalian. Dia memang cantik, pintar, dan ramah, tapi di balik semua hidupnya benar-benar hancur.

Keperawanannya sudah hilang saat dia umur 15 tahun di tangan pacarnya yang 2 tahun lebih tua darinya saat itu. Tapi, pacarnya meninggalkannya setelah puas memerawani Reisha. Sejak saat itu, Reisha tidak pernah serius pacaran, dia menggunakan kecantikannya untuk dapat keuntungan atau sekedar memainkan perasaan pria. Setiap pria yang menjadi pacarnya pasti pernah merasakan kehangatan tubuh Reisha karena Reisha sekarang sudah menjadi maniak seks. Reisha selalu mencari pacar sesuai dengan moodnya. Jika sedang ingin main-main saja, dia berpacaran dengan brondong yang umurnya 15-17 tahun, tapi jika sedang butuh uang atau sedang ingin ‘permainan’ yang sebenarnya, dia berpacaran dengan om-om yang umurnya 2x lipat atau lebih dari umurnya yang baru saja mencapai 21 tahun, 1 bulan yang lalu. Reisha dengan mudah mendapatkan pacar brondong dari situs pertemanan Facebook, (pada tau Pesbuk kan? yang bikin orang ol pagi-pagi suntuk sambil ngantuk-ngantuk itu lho..hihi..) dengan agresif karena anak SMA suka dengan cewek yang lebih tua yang agak agresif.

Read more

Indonesian Girl Named Mita gets Fucked Hard

Indonesian Girl Named Mita gets Fucked Hard DOWNLOAD KLIK SINI

Ketika Istriku Menjadi Budak Seks Bosku Bagian 2

Bagian I: Permulaan

Audrey, Tidak terasa sudah 3 minggu berlalu semenjak kejadian di puncak. Selama tiga minggu itu tidak ada apapun yang terjadi. Aku dan istriku Audrey masih menuruti instruksi yang diberikan Wen sebelum kami pulang dari puncak, namun tidak ada tanda-tanda Wen akan meneruskan aksinya terhadap Audrey. Di kantor tempatku bekerja Wen tidak pernah membicarakan kejadian di puncak itu, dia bertindak seolah-olah kejadian di puncak tidak pernah terjadi dan akupun bekerja seperti biasa yaitu membantu Wen dalam manajemen kantor sehari-hari, meskipun semenjak kejadian 3 minggu lalu itu aku dan Wen menjadi tidak akrab seperti biasanya. Kami jarang mengobrol satu sama lain, adapun apabila harus berbicara dengan Wen hanyalah sebatas pembicaraan yang terkait dengan pekerjaan. Selama tiga minggu itu, Audrey tidak pernah keluar rumah. Bel kecil di bibir atas memeknya dan larangan memakai BH dan celana dalam membuatnya risih untuk keluar rumah. Setiap Audrey melangkah pasti terdengar bel kecil itu berbunyi pelan.

Mungkin pembantu-pembantu dan supir di rumah sebenarnya mendengar dentingan bel kecil itu, hal itu terlihat di raut wajah mereka ketika Audrey ada di sekitar mereka. Raut wajah mereka menampakkan kebingungan dan kecurigaan karena mendengar bunyi bel kecil dari dalam rok majikan perempuannya, namun mereka tidak ada yang berani bertanya ataupun berkata apa-apa. Di rumahku aku dan Audrey mempekerjakan 2 pembantu wanita, 1 pembantu pria dan seorang supir. Salah satu pembantu wanita kami yang biasa kami panggil bi Minah seorang wanita tua yang bertugas memasak dan mencuci pakaian. Satu pembantu wanita kami yang lain bernama panggilan Mar seorang wanita muda berumur 18 tahunan yang bertugas membersihkan rumah, sedangkan pembantu pria dan supir kami masing-masing bernama Sudin dan Amir. Keduanya berumur sekitar 50 tahunan dan berkulit sangat hitam tanda seringnya terkena terik sinar matahari. Pembantu-pembantu dan supir di rumah terlihat menyadari perubahan pada diri Audrey, terutama Sudin dan Amir.

Mereka sering terlihat memandangi istriku di rumah, meskipun setiap kali aku melihatnya mereka memalingkan muka dan pura-pura sedang tidak memandangi Audrey. Audrey di rumah tidak pernah lagi memakai BH dan celana dalam, hal itu sesuai dengan instruksi Wen. Ada rasa kekuatiran bahwa pembantu dan supir di rumah mengetahui hal itu, apalagi setelah melihat akhir-akhir ini Sudin dan Amir sering memandangi istriku dengan tatapan yang lain, sedikit mesum terpancar di muka mereka yang hitam itu. Tidak terasa sudah 3 minggu berlalu semenjak kejadian di puncak…, ketika pada suatu malam telepon kami berdering. Audrey mengangkat telepon dan terlihat berbicara dengan serius dengan orang di seberang telepon itu. Setelah 10 menit berbicara, Audrey menutup telepon dan dengan muka pucat menghampiriku. Audrey menceritakan bahwa yang menelepon barusan adalah Wen. Wen akan datang ke rumah besok siang dan memerintahkan istriku untuk mempersiapkan diri…

Bagian II: Pelecehan di Rumah

Mr. Wen, Keesokan harinya, aku ke kantor seperti biasanya, karena ketika Wen menelepon Audrey tadi malam, Wen tidak menginstruksikan apa-apa yang berkaitan dengan diriku. Hari itu di kantor Wen memberikanku banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Terus terang aku tidak bisa konsentrasi di kantor. Perasaanku campur aduk mengingat telepon Wen pada istriku tadi malam, namun Wen tidak mengatakan apapun kepadaku tentang janjinya dengan Audrey siang ini. Wen memperlakukanku seolah-olah aku tidak mengetahui rencananya siang ini dengan Audrey. Menjelang istirahat makan siang, aku melihat Wen meninggalkan kantor. Melihat itu hatiku semakin campur aduk. Aku bisa menebak Wen akan pergi kemana, namun aku tidak bisa berbuat apa-apa, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di kantor. Aku semakin tidak bisa konsentrasi dan pikiranku semakin kacau ketika jam sudah menunjukkan pukul 3 sore dan belum ada tanda-tanda Wen kembali ke kantor. Akhirnya aku memutuskan untuk menelepon Hp Audrey. “Tuut…tuut…tuut…” bunyi nada panggil di Hp Audrey tidak ada yang mengangkat.

Read more

The Fallen Princess 1: Kejamnya Dunia

“Class..let me introduce your new friend..Putri..Putri, introduce yourself to your friends..”. “nama saya Putri..”. “no..no..Putri..you must introduce yourself in English..ok?”. “ok ma’am..hi..”. “hi..”, jawab lain serentak. “my name is Putri..I came from Thirty Eight Senior High School..nice to meet you all..”. “nice to meet you too, Putri..”, jawab murid lain. “ok Putri..sit down beside him..”. Bu Suci menunjuk ke Kamal yang hanya duduk sendirian.(maap ya kalo b. inggrisnya ada yang salah..gak jago..hhi >_>) “yes ma’am..”. Putri berjalan menuju Kamal. “maap ya..”. “oh iya..gak apa-apa..silakan..”. “ok class..let’s open page one hundred ninety five..”. “nih..Put..pasti lo belum punya bukunya..kita bedua aja..”. “makasih..”. Bu Suci pun mulai mengajar B.Inggris. Memang Bu Suci bukan guru killer malah bisa dibilang lumayan asyik, tapi anak-anak mengikuti pelajaran Bu Suci dengan serius. Bel istirahat berbunyi, Bu Suci pun keluar dari kelas. “Putri..lo tadi dari mana?”. “dari SMA 38..”. “oh..lo jago bahasa Inggris ya?”.

“cuma sedikit aja..”. “ah..lo ngerendah..tadi ngomong lo was wes wos banget..”. “bener..gue gak bisa..”. “yaudah deh..terserah aja..yaudah lo mau ke kantin gak?”. “mm..boleh deh..”. Putri & Kamal berjalan bersama ke kantin. Putri menjadi pusat perhatian murid-murid cowok karena selain Putri murid baru, wajah dan tubuh Putri sangat menarik untuk dilihat. “di sini nih kantinnya, Put..”. “oh..”. “lo mau makan apa?”. “mm..gak deh..gue minum aja..gak laper..”. “oke deh..bentar ya gue beliin minuman yang enak..”. “eh..gak usah Mal..gue beli sendiri..”. “udah..gue aja yang beliin..lo duduk aja, Put..”. “gak apa-apa?”. “iya..udah lo duduk aja..”. “yauda deh..”. Putri pun menemani Kamal makan sambil mengobrol. Kamal memang seorang cowok yang supel sehingga Putri yang sifatnya agak pemalu pun langsung nyaman & akrab dengan Kamal, sedangkan cowok-cowok yang lain hanya bisa melihat Kamal dengan iri. Meskipun banyak cewek-cewek lain yang sama cantiknya dengan Putri, tapi namanya juga melihat wajah baru yang cantik, para cowok tak henti-hentinya curi-curi pandang ke Putri.

Semakin hari, Putri semakin akrab dengan Kamal tapi perasaan Putri & Kamal hanya sebatas teman saja meski mereka berdua keliatan seperti orang pacaran jika di sekolah. “eh..Mal..3 cewek itu siapa?”. “oh itu..yang paling kiri namanya Renata, yang tengah Nadya, ‘n yang paling kanan namanya Anita..”. “oh..”. Putri memandangi 3 cewek itu dari jauh karena mereka bertiga keliatan sangat cantik dan dikerubungi cowok. Meskipun cantik, Putri tidak mudah mendapatkan pacar karena sifatnya yang pemalu. “mereka itu genk Mizzlicious..”, tambah Kamal memecah lamunan Putri yang menghayal bergabung bersama genk Mizzlicious. “ha? oh..emang mereka terkenal banget ya?”. “ya..gitu lah..kenapa? lo mau ikut genk itu?”. “nngg..”. “mendingan jangan deh..mereka tuh cewek-cewek badung..”. “oh gitu..”. Di dalam hati Putri, dia ingin sekali menjadi famous & terkenal seperti Mizzlicious. Putri pun memantapkan hatinya untuk bergabung dengan Mizzlicious agar keinginan Putri menjadi kenyataan. Setelah pulang sekolah, Putri melihat Mizzlicious sedang mengobrol di dalam kelas yang kosong.

Putri memberanikan diri berjalan masuk ke dalam kelas dan berdiri di hadapan 3 cewek cantik itu. “ngapain lo diri di situ?!”. “ng..”. “ang..eng..ang..eng aja lo..ngomong !!”. “saya pengen masuk Mizzlicious, Kak?”. “apa kata lo?? pengen masuk Mizzlicious?? hahahaha!!!”, Renata tertawa mengejek Putri. “…”, Putri tertunduk saja tak berani berkata apa-apa. “lo gak pantes jadi Mizzy..”. Tiba-tiba Anita mendekati Putri dan mengangkat dagu Putri. “hmm..tapi kalo diliat-liat..tampang ni anak boleh juga, girlz..”. “iya juga sih..”. “nama lo siapa?!”. “Pu..Pu..Putri, Kak..”. “nama lo gak pantes !!”, ejek Nadia. “udah lo keluar sono..ganggu aja lo !!”. Putri pun keluar dari kelas itu, matanya berkaca-kaca. Baru kali ini, dia mendengar kata-kata sangat ‘pedas’ seperti tadi. Hari demi hari berlalu, Putri semakin akrab dengan teman-teman sekelasnya. Tentu saja, semakin banyak cowok yang berusaha mendekatinya. Anita, Renata, dan Nadya melihat Putri sedang duduk di kantin sementara sisa bangku lainnya di meja yang sama dengan Putri penuh oleh cowok.

Read more