Curhat Seorang Suami: Tia Pembantuku yang Cantik

Sebelumya memang aku bingung, aku ingin menceritakan kepada siapa. Aku takut kalau diceritakan teman-temanku malah menjadi bumerang bagiku. Terpaksa kusimpan terus pengalaman ini. Setelah aku menemukan website ini, maka aku merasa aman untuk menceritakan segala pengalaman-pengalaman nakalku selama ini. Sebelumnya aku mohon kritik dan saran dari teman-teman. Buat yang ingin berkenalan, silakan menghubungiku melalui e-mail. Kutunggu dengan senang hati.

Namaku Jemz, aku sudah berkeluarga dan mempunyai satu orang anak perempuan yang lucu dan manis. Sejak istriku melahirkan, dia tidak tinggal lagi serumah denganku. Dia disuruh tinggal di rumah orang tuanya, dengan alasan agar bayinya lebih terawat. Karena orang tuanya menganggapku baru pertama kali mempunyai bayi sehingga kurang pengalaman. Sebenarnya bukan hanya itu, sebab anakku adalah cucu pertamanya jadi mereka sangat sayang sekali. Tadinya aku pun disuruh pindah ke rumah orang tuanya, tapi aku tidak mau karena aku paling risih kalau disuruh tinggal di rumah orang. Walaupun rumahnya besar, lebih enak tinggal di rumah sendiri. Meskipun rumahnya agak kecil (tipe 150), tapi aku betah. Mau ngapain juga terserah dan bebas.

Oleh sebab itu maka sejak istriku melahirkan sampai anakku sekarang berumur 3 tahun, istriku masih sering tinggal di rumah orang tuanya. Anakku juga sudah terbiasa tinggal di sana. Kalau diajak pulang ke rumahku suka tidak betah dan minta pulang ke rumah neneknya. Di sana rumahnya selalu ramai. Ada kakak-kakak iparku yang juga sayang padanya dan selalu dimanjakan. Kalau pulang ke rumahku tidak seramai di sana. Di sini dia hanya punya 1 orang teman, yaitu pembantuku yang suka sibuk mengurusi segala keperluannya, sedangkan aku dan istriku sibuk mengurusi pekerjaan masing-masing.

Read more

Tergoda Tante Mona

Sebut saja namaku Setio, usiaku 32 tahun, sudah empat tahun perkawinanku tapi seorang anak belum kami dapatkan. Karena cintaku pada istriku, tidak ada niat untukku berselingkuh, tapi sejak perkenalanku dengan wanita itu, aku tergoda untuk selingkuh. Perkenalanku dengan wanita itu berawal 2 tahun yang lalu, saat kakak istriku mau menikah, kami mengunjungi rumah calon mempelai wanita untuk melamar, aku melihat seorang wanita berumur kira-kira 40 tahunan yang kutahu dia adalah istri dari pamannya calon pengantin wanita, dan kutahu kemudian namanya Tante Mona, karena kami sama-sama panitia perkawinan iparku.

Awalnya kuanggap biasa perkenalan ini, tetapi pada waktu hari perkawinan iparku, aku terpana melihat kecantikan Tante Mona yang memakai baju kebaya bordiran, sehingga lekuk tubuh dan bentuk payudaranya terbayang ditutupi kemben (pakaian kain Jawa) hitam yang membuatku ingin sekali melirik kemana perginya Tante Mona dan membayangkannya di saat Tante Mona telanjang.

Setelah acara pernikahan itu selesai, otomatis kami jarang sekali bertemu, karena Tante Mona harus menemani suaminya yang tugas di Surabaya. Hampir satu tahun lamanya aku ingin melupakan dirinya, tetapi ketika iparku memiliki anak, aku bertemu lagi dengan Tante Mona pada waktu menengok bayi. Saat itu Tante Mona mengenakan baju dan jeans ketat, sehingga lekuk tubuhnya membayangi lagi pikiranku yang terbawa hingga kutidur.

Read more