Istri Nakal Threesome

Akhirnya istri menyerah setelah di rayu threesome juga jebol lubang anusnya uhhh merintih keenakan..

Duh Om, Nikmat Bangetz

Aku Inez, saat ini aku kerja ditempat om Ahmed sebagai housekeeper. Aku dah kerja sebagai housekeeper sejak aku DO dari kelas 10 kerna gak da biaya. Om Ahmed merupakan bos kedua setelah aku brenti dari bos pertamaku terdahulu. Om Ahmed turunan arab, aku ngebayangin kaya apa gede dan panjangnya barangnya, katanya kan ukuran arab segede dan sepanjang pisang tanduk. aku suka horny ja ngebayangin. Ma bos terdahulu yang barangnya gak segede pisang tanduk aja aku selalu  terkapar kalo dia dah puas, palagi ma yang segede pisang tanduk. Om Ahmed juga suka jelalatan ngeliatin aku, maklum aku  masi abg banget, umurku ja blon kepala2. Sepertinya dia napsu banget ma aku, cuma gak eprna ngomong apa2 tentang  napsunya.

Satu hari om Ahmed nyuru aku nyiapin ruang kerjanya untuk miting bersama 3 orang temen bisnisnya, katanya semua arab, Om Idris, om Jamal dan Om Zul. Dia terus terang nanya ke aku, “Nez kamu dah pernah dien totin kan”. “Udah om, ma bos seblon ini Inez sering dien tot”. “Lo gitu, kamu mau gak sehabis miting nbgeladenin napsu temen2 bisnisku”. Waduh kebayang digarap 4 arab kaya apa aku jadinya. “Jangan kawatir, nti aku undang juga Sintia yang dah biasa digarap temen2 bisnisku, jadi kamu ma Sintia yang ngeladenin mereka dan aku tentunya”. Aku cuma ngangguk aja. Harinya mreka miting dari pagi, aku cuma nyiapin makanan dan minuman untuk break dan makan siang mereka. Sampe sore miting blon selesai, om Ahmed nyuru aku nyediain makan malem buat mreka, aku kira rencana setelah miting gak jadi. “Sintia dah kukontak, nti jam 8an dia mo dateng, kebetulan dia gi ndirian dirumah”. O acaranya jam 8 toh. Ya aku siapin makan malem buat mereka. Sepertinya om Ahmed dah ngasi tau rencana mengenai hiburan sex setelah miting, maka mreka buru2 makan malem yang telah kusediakan seblon waktunya.

Read more

Dewi: Ojo Perkosa Silitku Bro!!!

Mungkin memang sudah menjadi pilihanku untuk bergulat dengan aneka macam kelamin wanita. Ibu rumah tangga, gadis penjual burger, gadis toko, SPG, pelacur, semua sudah pernah aku cicipi kelaminnya. Banyak diantara mereka yang sampai sekarang masih menjalin kontak seperti Mbak Inne, staf di perusahaan galian C mitra kerja perusahaanku, yang selalu minta dianal, namun tak sedikit pula dari mereka yang sekarang menghilang. Entah karena membenci atau tak sanggup menahan rasa ketagihan mereka. Namun yang jelas, bagi wanita normal aku adalah sosok lelaki bejat tanpa moralitas sedikitpun (mungkin Okky juga menganggapku demikian).

Sepertinya aku tak pernah terpuaskan dengan bermacam rupa dan aroma kelamin wanita. Dari yang masih singset dan peret hingga yang sudah menggelambir dan longgar. Semuanya tidak pernah bisa menjadikan sebuah kepuasan yang berarti. Banyak WP yang menjadi langgananku, tak sedikit pula aku menjalin hubungan suka-sama-suka. Lobang yang ada ditubuh wanita sudah aku coba, hanya hidung dan kuping saja yang belum pernah

Read more

Gadis-Gadis Binal

Lina, Malih merasakan lekuk-lekuk tubuh Lina yang sempurna dengan kedua tangannya. Dari pundak ke tangan. Kemudian Malih mengelus-elus paha putih mulus Lina dan menggerakkan tangannya mengikuti lekuk tubuh Lina. Pinggangnya sangat ramping, kulitnya putih mulus, terasa halus, lembut dan hangat, benar-benar seperti di dalam mimpi Malih. Kedua tangan renta Malih mencengkram dua buah ‘susu’ Lina yang begitu empuk dan kenyal. Enak sekali meremas-remas buntalan daging kembar Lina.

“hhuumm….eemmmm….ummmmm….”, Lina mulai menggumam pelan. Memang beda rasanya jika merasakan goyangan wanita idamannya. Gerakan pinggul Lina sangat mengenakkan Malih. Perlahan namun sangat mengenakkan. Goyangan Lina lebih variatif dibandingkan Intan dan Moniq. Dara cantik ini memang sangat lihai. Pengalaman berhubungan intim dengan banyak lelaki memang membuat Lina jadi dewi sex. Kecantikan fisik, kesempurnaan bentuk tubuh, dan keahliannya dalam memuaskan nafsu lelaki membuat pria mana saja ketagihan bercinta dengannya.

Keduanya terlihat sangat menikmatinya. Lidah Lina pun sedang melilit lidah Malih dengan liar. Saling pagut, saling belit. Lina terus menggoyang. Baik Lina maupun Malih kelihatan masih tenang. Tak ada tanda-tanda akan orgasme.

Read more

Alice Gangbang

Kejadianya sekitar bulan Pebruari tahun 2002. Ketika itu aku tinggal di komplek perumahan ABRI,aku punya sahabat yg sangat akrab,2 orang anggota ABRI berpangkat sersan mayor,1 orang lagi kepala Instansi sekaligus kepala sebuah Organisasi di Cabang.

Sahabat terakrabku adalah serma Us,dan E sang kepala. Didekat tempat kami tinggal ada sebuah kafe yang dikelola Ucin. Karena Serma Us berpengaruh,seringkali kami nongkrong disana sekedar berkaraoke dengan gadis2 yg ada disana. Gratis,namun demi gengsi justru kami berlomba memberi uang tips yg besar kepada para gadis yg menemani kita. Walau sebenarnya,uang yg kami pakai adalah hasil upeti dari para penambang emas di P,dari para pemilik lubang, atau anak buah Serma Us.

Suatu malam,kami berempat kembali kesana,dan seperti biasanya,Ucin menyuguhi 2 krat bir gratis dan berbungkus2 kacang. Ada seorang gadis yg suka menemani kami ini,yg terlihat suka kepadaku,namanya Alis. Wajahnya lumayan manis,dengan matanya yg belo,dan alisnya yg amat tebal,tubuhnya tinggi,bentuk badannya padat berisi,dengan kulitnya yg putih.

Read more

Diana Murid SMP Ku Part-2

Diana sekarang telah lulus SMP dan jadi siswa baru di SMA J,dan pada suatu sore,tepatnya Jum’at 27 Juli 2004, Diana mengajakku bertemu,dia bilang dia punya waktu untuk menginap sehari karena kebetulan ia ada di kota T dirumah kakaknya,sehingga kalau dari T pulang maka kakaknya akan menganggap sudah pulang ke “J”,sedang neneknya akan menganggap masih di “T”. Ini adalah pertemuan kami yg ke 7 sejak ia menyerahkan dirinya padaku.

Aku setuju dengan rencananya,maka sore itu kupacu mobilku menjebutnya di K,prapatan jalan dari T ke J. Sampai di K sekitar jam 5 sore,agak gerimis waktu itu, Diana turun dari bis yg membawanya dari T,badannya yg seksi terbalut kaos dan celana ketat semakin menambah keseksian tubuhnya yg padat berisi, rambutnya yg cukup panjang dibonding,menambah kemanisan Diana. Senyumnya langsung terkembang ketika melihatku…

Read more

Diana Murid SMP Ku Part-1

Sebut saja namaku A,usiaku 32 tahun,lahir di daerah Bandung selatan dan bulan Desember 1993 ditugaskan mengajar di Bogor. Daerah tempat tugasku ternyata letaknya jauh dari kota Kabupaten,tetapi lebih dekat ke Jakarta.

Walau akau guru,tapi aku terbiasa berpenampilan energik,sehingga para siswa menyebutku, “ Pa Keren “. Mereka menganggapku tampak selalu muda. Aku mengajar sebagai guru seni, tentu saja akibatnya jadi dekat dengan siswa,apalagi disekolah itu Band adalah hal yang asing,karena alat musik saja tidak punya. Sehingga ketika aku melatih Band,mereka senang dan menjadi sangat dekat denganku.

Read more

Diana Yang Malang

Diana pulang kerja jalan kaki, jalanan cukup sepi, sementara suara guruh sesekali terdengar. Awan terlihat mendung dilangit malam itu. Cewek yang tingginya sekitar 170 cm, langsing, kakinya juga jenjang banget (Diana waktu itu pake rok yg rada mini) mempercepat jalannya.

Pukul 20:00 jalanan diluar rumah Diana, sepi jarang ada mobil yang lewat. Penduduk kota sudah tahu akan ada badai besar malam itu. Kelima berandal yang bertubuh kekar itu mengendap-endap memasuki pekarangan rumah. Mereka mau membalas cewek bertampang melankolis itu yang memergoki mereka mencuri minuman keras tadi,dengan melaporkan satpam. Mereka berencana berpesta memperkosa cewek itu habis-habisan sebagai balasannya.

Read more