Teteh lilies

Pulang kampung adalah hal yang jarang Liban lakukan, dan kali ini Liban memaksakan diri utk pulang. Setelah mendapatkan ijin dari sang big boss, Liban menuju ke kampung dimana dia dulu di lahir kan. Liban membawa mobil kantor, berangkat dari jakarta, jam 11 malam, dan sampai di Bandung jam 2.30, Liban langsung menuju Ciwidey, sampailah di sana sekitar jam 4 subuh. Liban memasuki perkarangan rumah nya, gelap masih menyelimuti kampung Liban yg cukup terpencil.( sekedar informasi, rumah Liban mirip posisi nya seperti rumah si doel anak sekolahan, tapi perkarangan nya tidak seluas rumah si Doel.)

Saat liban mematikan mesin mobilnya, terlihat lampu ruang tengah menyala. Dan ada kepala yg melongok dari jendela yg di tutupi gorden.
” maahh…” kata Liban sambil membuka pintu mobil.
” eh a’a… ” begitulah biasa mamah Liban memanggilnya dgn sebutan a’a.
Angin subuh yg dingin menyambut kedatangan Liban. Liban turun dari mobil membawa banyak sekali oleh2 utk mamah nya, dan bbrp utk mamang nya dan teh Lilies. Liban segera menemui ibu nya, dan memeluk kangen.
” mah kumaha? Cageur? (gimana kabarnya? baik?)” tanya Liban.
” ah biasa lah Aa..” kata mamah nya.
Mereka langsung masuk ke rumah sederhana, dan Liban langsung memberikan oleh2 berupa bahan kain utk mamahnya.

Read more

Dewi: Ojo Perkosa Silitku Bro!!!

Mungkin memang sudah menjadi pilihanku untuk bergulat dengan aneka macam kelamin wanita. Ibu rumah tangga, gadis penjual burger, gadis toko, SPG, pelacur, semua sudah pernah aku cicipi kelaminnya. Banyak diantara mereka yang sampai sekarang masih menjalin kontak seperti Mbak Inne, staf di perusahaan galian C mitra kerja perusahaanku, yang selalu minta dianal, namun tak sedikit pula dari mereka yang sekarang menghilang. Entah karena membenci atau tak sanggup menahan rasa ketagihan mereka. Namun yang jelas, bagi wanita normal aku adalah sosok lelaki bejat tanpa moralitas sedikitpun (mungkin Okky juga menganggapku demikian).

Sepertinya aku tak pernah terpuaskan dengan bermacam rupa dan aroma kelamin wanita. Dari yang masih singset dan peret hingga yang sudah menggelambir dan longgar. Semuanya tidak pernah bisa menjadikan sebuah kepuasan yang berarti. Banyak WP yang menjadi langgananku, tak sedikit pula aku menjalin hubungan suka-sama-suka. Lobang yang ada ditubuh wanita sudah aku coba, hanya hidung dan kuping saja yang belum pernah

Read more

Perangkap Gairah Dua Mawar Jelita

Rasa ketidaksenangnya terhadap hubungan Alfi dan kakaknya Lila membuat Lidya menyetujui usul sahabat baiknya Sabrina untuk menjebak Alfi agar pemuda itu menyingkir dari kehidupan rumah tangga Lila untuk selamanya.

Sorenya itu..pukul 19.30

Seusai santap malam. Sabrina dan Lidya-pun langsung menjalankan rencana mereka.
“AAAAAAAAA!!!!” terdengar suara teriakan cukup keras.
Alfi yang bary saja hendak meminum obat-nya terpaksa menunda dulu niatnya itu. Dengan cepat ia berlari menuju ke arah muasal teriakan itu.
“Ada apaa, kak?!” tanya Alfi.
Dari ambang pintu dilihatnya Sabrina dan Lidya tengah meringkuk di atas tempat tidur sambil berpelukan. Wajah keduanya nampak ketakutan. Entah siapa di antara mereka tadi yang berteriak. Yang  jelas Alfi merasa berkewajiban melindungi keselamatan ke dua gadis itu. Tapi ia hanya berani berdiri di ambang pintu. Ada perasaan sungkan karena di situ ada Lidya.
“Fiii!!… Kemariii cepatt!!. Tolooongg !!”
Setelah Sabrina yang memintanya masuk barulah ia melangkah maju dengan hati-hati.
“Ada apa, kak?” ia melontarkan pertanyaan yang sama sambil menaikkan kewaspadaannya. Pandangannya menyapu cepat ke semua sudut kamar tersebut. Namun ia tak melihat orang lain di situ selain mereka bertiga.
“I..tuuu!”ujar Sabrina menunjuk ke arah salah satu sudut.
“I-itu..apa kak?” tanya Alfi bingung sebab tak ada apa-apa di sudut itu.
“T-tikuss!”jawab Sabrina dari tempatnya.
“T-tikuss, kak?” Alfi mengulangi ucapan Sabrina hanya sekedar untuk meyakinkan pendengarannya.
“Iyaaa Fiii! Tikus!…tolonggg  usirinnn!”
Astaga…cuma tikus rupanya! Tapi kedua gadis itu bertingkah seolah melihat hantu atau penjahat saja. Keluh Alfi dalam hati. Tapi setidaknya ia bisa napas lega sebab hal itu bukanlah suatu yang membahayakan bagi jiwa kedua gadis itu. Lantas bagaimana pula tikus bisa nyelonong masuk ke kamar ini? Sebab selama ia tinggal bersama Lila dulu  tak pernah sekalipun ada kejadian seperti ini. Sesaat kemudian Alfi tertegun. Ia barulah menyadari jika ada sesuatu yang luar biasa di dalam kamar itu. Kedua gadis itu!..mereka hanya mengenakan pakaian yang lebih minim dari biasanya. Hanya sebuah tangtop putih yang sangat tipis berpadu dengan sepotong…celana dalam! Alfi dapat memastikan keduanya tak mengenakan bra karena ia dapat melihat secara samar-samar puting-puting yang tercetak jelas di permukaan tanktop mereka. Seketika itu juga tubuhnya seakan dialiri strom bertegangan tinggi dan tanpa dapat dicegah penisnya menegang secara cepat.

Read more

Gadis-Gadis Binal

Lina, Malih merasakan lekuk-lekuk tubuh Lina yang sempurna dengan kedua tangannya. Dari pundak ke tangan. Kemudian Malih mengelus-elus paha putih mulus Lina dan menggerakkan tangannya mengikuti lekuk tubuh Lina. Pinggangnya sangat ramping, kulitnya putih mulus, terasa halus, lembut dan hangat, benar-benar seperti di dalam mimpi Malih. Kedua tangan renta Malih mencengkram dua buah ‘susu’ Lina yang begitu empuk dan kenyal. Enak sekali meremas-remas buntalan daging kembar Lina.

“hhuumm….eemmmm….ummmmm….”, Lina mulai menggumam pelan. Memang beda rasanya jika merasakan goyangan wanita idamannya. Gerakan pinggul Lina sangat mengenakkan Malih. Perlahan namun sangat mengenakkan. Goyangan Lina lebih variatif dibandingkan Intan dan Moniq. Dara cantik ini memang sangat lihai. Pengalaman berhubungan intim dengan banyak lelaki memang membuat Lina jadi dewi sex. Kecantikan fisik, kesempurnaan bentuk tubuh, dan keahliannya dalam memuaskan nafsu lelaki membuat pria mana saja ketagihan bercinta dengannya.

Keduanya terlihat sangat menikmatinya. Lidah Lina pun sedang melilit lidah Malih dengan liar. Saling pagut, saling belit. Lina terus menggoyang. Baik Lina maupun Malih kelihatan masih tenang. Tak ada tanda-tanda akan orgasme.

Read more

Threesome Bareng Istri Dan Jongosku

Aku sedang membangun sebuah tempat pembiakan ikan di sebuah daerah pesisir pantai yang letaknya sekitar 100 km dari tempat tinggalku. Hari itu aku menerima telepon dari stafku di proyek agar aku segera datang ke sana. Akupun bicara pada istriku bahwa aku harus pergi ke proyek. Istriku yang kebetulan sedang tidak ada kesibukan menawarkan diri untuk ikut. Aku sebenarnya sedikit keberatan dengan permintaannya untuk ikut berhubung tempatnya yang cukup jauh. Istriku tetap menyatakan keinginannya untuk ikut sehingga aku terpaksa mengajaknya. Akhirnya aku dan istriku berangkat dan ikut pula seorang anak buahku yang memang selalu kuajak kalau aku bepergian agak jauh. Namanya Bagus dan baru berumur 17 tahun sudah putus sekolah dan sudah 6 bulan ikut denganku dan tinggal bersama denganku menempati sebuah kamar di bagian belakang rumah. Selain biasanya menemaniku juga supaya ada yang aku suruh suruh. Kami berangkat sudah menjelang siang. Sekitar pukul 3 sore aku baru sampai di proyek karena dalam perjalanan istriku mengajak mampir ke restaurant untuk makan. Aku segera mengontrol pekerjaan diproyek ditemani oleh mandor. Sampai jam 5 sore ternyata ada beberapa masalah yang belum menemukan jalan keluarnya sehingga harus dilanjutkan keesokan harinya. Akupun menyampaikan pada istriku bahwa kita harus bermalam dan mencari penginapan di sekitar proyek. Mulanya istriku keberatan karena tidak membawa baju ganti. Aku balik menyalahkan dia kenapa memaksa ikut sehingga akhirnya dia setuju untuk menginap. Kebetulan ada sebuah penginapan berupa cottage kurang lebih 3 km dari proyek dan itu satu satunya penginapan di sana. Ketika kami sampai di penginapan aku segera check in. Ternyata hanya tinggal 1 cottage yang kosong dari 5 cottage yang dimilikinya. Ada tamu tamu asing yang lebih dulu check ini disana. Aku setuju mengambil satu cottage tersebut. Ketika kusampaikan pada istriku di dalam mobil istriku bertanya Bagus disuruh tidur di mana? Kusampaikan hanya tinggal 1 cottage saja sehingga mau tidak mau dia akan tidur di dalam cottage yang sama. Istriku hanya mengangguk setuju saja. Akhinya aku dan istriku yang diikuti oleh Bagus masuk ke dalam cottage. Rupanya cottage itu terdiri dari satu kamar yang cukup besar dengan satu tempat tidur dan sebuah sofa di samping tempat tidur. Kamar mandinya disekat dengan kaca sehingga tembus pandang antara kamar mandi dengan ruang tidur, kamar mandi itu berupa taman tanpa atap sehingga seolah olah kita mandi di tempat terbuka. Sebuah pancuran air tersedia disana.

Read more

Diana Yang Malang

Diana pulang kerja jalan kaki, jalanan cukup sepi, sementara suara guruh sesekali terdengar. Awan terlihat mendung dilangit malam itu. Cewek yang tingginya sekitar 170 cm, langsing, kakinya juga jenjang banget (Diana waktu itu pake rok yg rada mini) mempercepat jalannya.

Pukul 20:00 jalanan diluar rumah Diana, sepi jarang ada mobil yang lewat. Penduduk kota sudah tahu akan ada badai besar malam itu. Kelima berandal yang bertubuh kekar itu mengendap-endap memasuki pekarangan rumah. Mereka mau membalas cewek bertampang melankolis itu yang memergoki mereka mencuri minuman keras tadi,dengan melaporkan satpam. Mereka berencana berpesta memperkosa cewek itu habis-habisan sebagai balasannya.

Read more

MY DIARY [008] Pemerkosaan Di Bis

Kedatangan Herman ke sini mengingatkanku akan kampung halamanku. Banyak yang telah ia ceritakan mengenai perkembangan kota kelahiranku. Maklum, sudah tujuh tahun lebih aku tidak pernah kembali ke sana. Namaku Agnes Monica, umurku sekitar 23 tahun, aku mempunyai seorang anak perempuan umur tujuh tahun bernama Chelsea Olivia, mungkin pembaca bingung dan heran dengan nama kami. Ya, nama kami seperti nama artis di negara kita, ibuku yang memberikan nama Agnes Monica kepadaku, karena saat mengandung aku, ibu sering menonton acara Tralala Trilili yang saat itu dibawakan oleh artis cilik bernama Agnes Monica. Sedangkan saat aku melahirkan putriku, aku kebingungan menamakannya, saat itu ia terlahir tanpa seorang ayah, aku hanya teringat dengan cara ibu menamaiku. Aku coba mencari nama artis Indonesia melalui internet, maklum, sejak beberapa tahun lalu aku sudah berapa di Singapura, jadi aku kurang tahu perkembangan di Indonesia. Kemudian hasil pencarianku mengena pada nama yang cukup menarik bagiku, nama tersebut adalah Chelsea Olivia. Setelah melahirkan Chelsea, aku bertemu dengan John yang kini sudah menjadi suamiku, ia tidak menghiraukan statusku saat itu.

Read more

MY DIARY [007] Antara Kejutan Dan Polwan

Herman belum pulang dari liburannya di Singapura, sehingga terpaksa aku dan Tono yang menjaga usaha pijat plus-plusnya ini. Teman yang lain sedang sibuk dengan kegiatan mereka, hanya aku dan Tono yang menjadi orang kepercayaan Herman. Oya, namaku Satorman, aku sudah sering menceritakan kisahku dan kisah teman-temanku. Kali ini, aku, Tono, dan empat gadis teman kami yang standby di tempat ini, tempat pijit plus-plus yang masih sepi hingga hari ini. Hanya penambahan anggota baru dua hari yang lalu. Namanya Fenny, gadis keturunan yang cantik, melebihi tiga teman gadis kami yang pribumi. Entah dasar apa yang menyebabkannya mau bekerja di sini, yang jelas aku menduga adalah himpitan ekonomi. Tapi lambat laun aku juga bisa mengorek informasi mengenai alasannya.

Read more

MY DIARY [005] Antara Herman, Agnes dan John

Akhirnya aku mendengar kabar Agnes setelah sekitar tujuh tahun tidak pernah bertemu. Aku sangat bersalah dengannya, aku pernah bersama teman-temanku memerkosanya hanya karena sebuah kesalahpahaman. Dulu aku sangat mencintainya, cuma karena alasan tertentu dia harus dijodohkan dengan pria lain, itulah yang membuatku geram karena mengira Agnes menolak cintaku. Kemarin aku dapat e-mail dari dia, hatiku sangat senang sekali, banyak yang ia ceritakan padaku. Ia malu dengan keadaannya dulu, walaupun trauma, tapi dia tidak menuntutku, ternyata dia juga mencintaiku. Setelah kejadian tujuh tahun lalu, Agnes dibawa orang tua nya terbang ke Jepang, tetapi tidak lama berada di Jepang, mereka pindah lagi ke Singapura. Agnes juga menceritakan telah memiliki seorang anak perempuan umur tujuh tahun, aku tersentak membaca e-mailnya, entah siapa ayah kandung dari anak tersebut, karena kami dulu memperkosanya secara bergiliran, untungnya di Singapura ada seorang bos kaya yang tidak mempermasalahkan masa lalunya dan menikahinya.

Read more

MY DIARY [004] Usaha Prostitusi dan Anggota Baru

Namaku Satorman, saya yang merantau sendirian ini memang sedikit kesulitan keuangan. Sebatang kara tinggal di sebuah kamar kost yang hampir saja aku tak mampu membayar uang sewanya. Untungnya sebulan lalu, saya bertemu dengan teman-teman yang mengerti keadaanku. Mereka adalah Andi, Herman, Tono, Mamat dan Syamsul. Terutama Herman, anak seorang boss beras yang cukup kaya raya, terakhir dia meminjamkan motor ninja 150RR nya kepadaku, agar aku bisa berkeliling menaruh surat lamaran.

Read more