SALOME Satu Lobang Rame-Rame Part 04

Mobil SUV ayah tiriku yang dikemudikan olehnya sendiri, mulai meluncur di jalan raya. Ini untuk pertama kalinya aku dibawa oleh Papa Jack ke luar kota kecilku. “Nanti lagi kalau butuh duit jangan minta sama Mama. Minta sama aku aja, ” ucap Papa muda membuka pembicaraan di dalam mobilnya. “Iya Pap. Tadinya takut Mama marah kalau … Read more

SALOME Satu Lobang Rame-Rame Part 03

Part 03

Sambil menelentang di atas bed, Ida bertanya, “Kamu beneran baru sekali ini merasakan bersetubuh dengan perempuan ?”

“Betul Bu, ” sahut Aldo sambil merayap ke atas perut Ida. Sambil meletakkan moncong kontolnya sembarangan. Padahal ia sengaja ingin tampak bodoh dalam masalah seksual.

Lalu Aldo mendorong batang kemaluannya, tapi meleset ke bawah. Aldo memang sengaja melakukan “kesalahan” itu, agar ia tampak masih belum punya jam terbang sama sekali.

Padahal Aldo sudah punya pengalaman. Dan semuanya itu masih segar di dalam ingatannya.

Lalu ia sengaja mempelesetkan lagi arah moncong kontolnya. Sehingga Ida turun tangan. Dan maklum bahwa Aldo belum punya pengalaman. Maka dipeganginya leher penis Ado, sambil mengarahkan moncongnya ke arah yang tepat. Kemudian barulah Ida memberi isyarat agar Aldo mendorong penis ngacengnya.

Kali ini pernis yang sedang ereksi itu membenam langsung ke dalam liang sanggama Ida. Yang membuat Ida meringis dan merengek, “Aaaahhhh … disekaliin gitu … sampai mentok di dasar liang memekku Do … “

“Iya, maaf Bu … ” sahut Aldo sambil menahan tawanya. Lalu ia mulai mengayun batang kemaluannya. Tapi baru tiga kali dorong tarik, penis Aldo terlepas dari liang memek Ida. Itu pun sebenarnya disengaja. Saking inginnya kelihatan masih awam dalam masalah hubungan seksual.

“Nariknya jangan kejauhan dong … ayo masukin lagio Do … ” ucap Ida yang mencoba untuk tetap bersabar. Karena percaya bahwa Aldo belum pernah menyetubuhi perempuan sebelum saat itu.

Lalu Aldo benamkan lagi kontolnya tanpa harus dibantu oleh guru pembimbingnya. Kali ini Aldo mulai serius. Tidak pura – pura awam lagi. Kontol panjang gedenya mulai benar – benar mengentot liang memek Ida. Bahkan kali ini Aldo ingin memperlihatkan keperkasaannya yang melebihi keperkasaan papanya.

Ida pun mulai merintih – rintih dalam nikmatnya gesekan penis Aldo dengan dinding liang sanggamanya.

Read more

SALOME Satu Lobang Rame-Rame Part 02

Ketika jemari Anton mulai merambah ke celah kewanitaan Ida yang masih basah itu (karena sudah mencapai orgasme di dalam jeep Anton tadi), Anton senang sekali. Karena basahnya liang sanggama Ida itu berarti bisa langsung melakukan penetrasi.

Dan Anton lakukan itu. Batang zakarnya yang sudah ngaceng kembali itu pun diselundupkan ke dalam liang kemaluan Ida, tanpa kesulitan.

Ida pun menyambutnya. Dengan rengkuhan dan pelukannya. Dan bahkan memagut bibir Anton ke dalam lumatan hangatnya.

Read more

SALOME Satu Lobang Rame-Rame Part 01

Ida masih ingat benar dari awalnya sekali. Saat itu Ida sengaja memasang iklan dalam sebuah surat kabar. Bahwa Ida menawarkan jasa untuk menjadi guru privat anak SD, SMP dan SMA. Dalam iklan tersebut Ida hanya mencantumkan nomor handphone, tidak mencantumkan alamat lengkap.
Hanya 2 -3 jam setelah iklan Ida dimuat oleh surat kabar itu, handphone Ida berdering.
“Selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu ?” sambut Ida di dekat hapenya.
Terdengar suara lelaki dari ujung sana, “Ini dengan Bu Ida ?”
“Betul Pak, “ sahut Ida sengaja menyebut Pak, karena lelaki itu pun memanggilnya Ibu.
“Tadi aku baca iklan Ibu. Kebetulan aku punya anak yang sudah duduk di SMA kelas tiga. Tahun lalu ujiannya tidak lulus. Jadi sekarang dia mengulang di bangku kelas tiga SMA. Padahal usianya sudah delapanbelas tahun. Bisakah Ibu menjadi guru privatnya ?”
“Bisa. Silakan SMSkan aja alamat Bapak. Nanti aku akan datang ke rumah Bapak. “
“Aku tinggal di kota kecil, di dekat perbatasan antara Jabar dengan Jateng. “
“Waaaah … aku di Bandung Pak. “
“Justru aku lebih suka kalau guru privatnya dari Bandung. Soal imbalannya dijamin memuaskan. Ibu juga bisa tinggal di rumahku secara gratis. “
“Tapi aku ngajar di sebuah bimbel di Bandung Pak. Tugas itu tidak bisa ditinggalkan. “
“Maaf, Ibu punya penghasilan berapa di bimbel itu ?”
“Mmm … lumayanlah Pak. Cukup untuk membiayai kebutuhan sehari – hariku. “
“Baiklah. Mungkin Ibu keberatan untuk menyebutkan jumlah penghasilan di bimbel itu. Begini saja, Ida bersedia membayar Ibu tiga kali lipat dari penghasilan sebagai guru bimbel. Untuk biaya transportasi dari Bandung sampai kotaku, hari ini juga akan kutransfer. Bagaimana ?”

Read more

Balada Istri Kesepian

Dikampungku aku biasa dipanggil Billy. Maklum postur tubuh yang tinggi besar dan wajah mirip londo membuat orang kampung mengidentikanku dengan turunan londo.

Sejak umur 15 tahun, aku dianggap orang kampungku sebagai anak yang punya kelebihan supranatural. Tak heran sejak umur segitu aku sering bergelut dengan hal yang sifatnya mistis, meskipun sebenarnya aku sendiri tak yakin aku bisa. Misalnya aku sering dimintai tolong sembuhkan orang kampung yang sakit perut, sakit bisul, muntah-muntah, atau sakit ringan lainnya. Dan entah kenapa tiap obat yang aku anjurkan pada mereka kok kebetulan menyembuhkan penyakitnya.

Sekarang ini usiaku 24 tahun, sedang kuliah di kota M dan tetap saja banyak yang percaya aku mampu dalam hal supranatural. Dikota M aku juga terkenal bisa menyembuhkan banyak penyakit, malah urusan seks yang dingin atau tak kunjung dapat momongan bisa langsung kontak aku di kota itu.

Suatu siang sehabis kuliah, aku kedatangan pasien wanita Susi namanya. Susi ini tahu alamatku diantar Retno, teman sekampusku yang dulu pernah kutolong waktu sakit malaria kronis dan sembuh. “Tolong saya Mas Billy, suami saya kok suka jajan di luar dan nggak perhatian lagi sama keluarga,” kata wanita beranak satu itu padaku. Sebenarnya aku bingung juga mau bilang apa, tapi karena dia memelas begitu aku jadi nggak tega. Susi aku suruh masuk kamar praktekku, sedangkan Retno tunggu diruang tamu rumah kontrakanku.

“Begini Mbak Susi, untuk menolong orang saya harus tahu ukuran baju, celana dan sepatu orang itu. Jadi berapa ukuran Mbak,” kataku setelah kami duduk berhadapan dihalangi meja kerjaku.

Susi yang bertubuh agak pendek tapi seksi itu jadi bingung dengan pertanyaanku. “Ehmm, anu Mas, berapa ya ukurannya.. tapi baju M celana 28 dan sepatu 37 mungkin pas Mas,” jawabnya masih bingung juga. “Oke-oke kalau nggak tahu pasti biar tak ukurkan ya,” kataku sambil mengambil penggaris ukur dari kain.

Seperti penjahit baju yang terima pesanan aku mulai mengukur bagian tubuh Susi mulai bahu, dada, perut, pinggang, pinggul, plus kaki. “Nah sekarang sudah ada ukuran pastinya, saya bisa bantu masalah Mbak,” kataku, yang kelihatan membuat Susi berbinar karena merasa akan tertolong.

Susi pun mulai menceritakan perilaku Anto, suaminya. Sejak menikah dan punya anak, Anto masih setia, tapi beberapa bulan ini Anto mulai suka keluyuran dan suka jajan pada wanita lain. “Saya jadi bingung Mas, kalo saya marah dia malah ancam mau cerai. Saya takut kalau dicerai Mas, bagaimana nasib anak saya,” keluh wanita berkulit sawo matang itu.

“Ya sudah, itu masalah sepele kok Mbak. Nanti Mbak saya kasih susuk pemikat sukma supaya suaminya nempel terus kayak perangko,” ucapku sekenanya. Kemudian aku menyuruh Susi menanggalkan seluruh pakaiannya termasuk pakaian dalamnya dan hanya menggunakan sarung bermotif kembang yang telah kusediakan untuknya.

Read more

Ngentot Dengan Istri Temanku

Isteri ku punya teman yang bernama Ena. Ena adalah seorang janda yang masih muda belia yang sudah ku anggap seperti adikku sendiri. Ena anaknya cantik, manis, dan yang pasti toketnya pas untuk tangan yang pengen remes toketnya yang imut itu. Singkatnya, Ena manis, kulitnya bersih kuning langsat. Aku dan isteriku hanya tinggal berdua saja dirumah di salah satu kota di RIAU. Sebelum berpacaran dengan Edi, Ena dulunya sering tidur di rumah ku, Boleh dikatakan rumah kami sudah diangapnya seperti rumahnya sendiri. Sampai-sampai kalau Ena nginap dirumahku, kami selalu tidur bertiga di kamar dalam satu kasur. Isteri ku Sediktipun tak pernah menaruh rasa cemburu terhadap aku dengan Ena. Sangking percayanya, jika pagi isteriku keluar rumah mencari sarapan, aku dan Ena yang dalam keadaan tidur sering di tinggalkan berduaan saja.

Terus terang, dari kecantikan dan penampilan Ena yang seksi, ditambah lagi karena aku sering melihat Ena yang tertidur diatas kasurku hanya menggunakan celana pendek dan kaos t-shirt tipis yang tersingkap, bahkan aku sering mendapat kesempatan melihat sealakangan nya yang terbuka dari celah celana pendeknya yang tersingkap saat Ena sedang tidur, trus di tambah lagi dengan sikap ema yang juga sering seakan memancingku. Tentunya sebagai lelaki normal nafsu kelelakian ku jadi tidak terkontrol hingga memuncak. Demi dapat memuaskan hasrat setan ku yang pingin sekali merasakan bagaimana rasanya ML dengan Ena. . Waktu itu persisnya malam Senin, bulan agustus tahun 2010, tgl nya aku lupa. Tepat sekitar pukul 22.15 Wib, terdengar pintu rumah kami seperti ada yang mengetok. Saat pintu kubuka dan kulihat ternyata yang datang Ena bersama Edi pacar barunya.

Ketika mereka ku suruh masuk, Ena pun langsung menyakan isteriku. “ Mana Bety bang” ujarnya menanyakan isteriku “tuh dibelakang lagi goreng kerupuk” jawabku. Melihat Ena yang langsung saja berlalu meninggalkan Edi pacar nya, aku pun mempersilahkan Edi untuk duduk di kursi yang berada di ruangan tengah di mana aku sedang menonton tv. Hingga akhirnya terlibat perbincangan ku dangan Edi. Tak terasa hampir satu jam kami berbincang, kulihat sambil berkata Edi seperti sedang melihat jam yang ada di tangan kirinya “Wahh ternyata udah larut malam” ketus Edi. “ Emangnya udah jam berpa Di?” tanyaku balik. Ternyata tak terasa jam sudah menunjukan hampir pulkul 12.00 malam. Setelah tau udah tengah malam, Edi pun bergegas bangun dari tempat duduknya. “Nanti ajalah pulangnya Di” kataku, “ G enak bang, ini udah malam saya harus pamt” ujar Edi sembari langsung melangkah mau keluar.

“ Na… ni Edi mau pulang” kataku membritahu Ena, “ Iya bang… ini aku kedepan” ujar Ena cepat-cepat sambil berlari kecil dari arah dapur keluar. Karena ku pikri Ena juga pulang bersama Edi, akhirnya akupun keluar untuk mengunci pintu rumah. Namun baru saja aku melangkah hendak kedepan, aku kaget. diruangan tengah dikursi tamu rumah ku, aku melihat sebuah pertunjukan adegan panas antara Ena dengan pacarnya sedang berciuman. Takut ketahuan aku pun langsung balik kanan, hingga tak lama kemudian setelah tedengar bunyi sepeda motor Edi pergi, akupun kembali keluar untuk mengunci pintu. Namun apa yang kulihat ternyata Ena tidak ikut. “Tak ikut Adi Na ?” tanyakua pada Ena. “ Tidak bang, malam ini aku nginap disini aja, kan udah lama juga aku tak nginap disini” ujar Ena. “Ya udah, udah di kunci G pitunya” tanyaku pada Ena. “Udah bang” ujarnya menjawab.

Read more