Tante Rena di Gangbang

Tante Rena STW masih doyan sex di gangbang saja jadikan budak tempat pembuangan sperma.. :p

SALOME Satu Lobang Rame-Rame Part 02

Ketika jemari Anton mulai merambah ke celah kewanitaan Ida yang masih basah itu (karena sudah mencapai orgasme di dalam jeep Anton tadi), Anton senang sekali. Karena basahnya liang sanggama Ida itu berarti bisa langsung melakukan penetrasi.

Dan Anton lakukan itu. Batang zakarnya yang sudah ngaceng kembali itu pun diselundupkan ke dalam liang kemaluan Ida, tanpa kesulitan.

Ida pun menyambutnya. Dengan rengkuhan dan pelukannya. Dan bahkan memagut bibir Anton ke dalam lumatan hangatnya.

Read more

Istri Nakal Threesome

Akhirnya istri menyerah setelah di rayu threesome juga jebol lubang anusnya uhhh merintih keenakan..

SALOME Satu Lobang Rame-Rame Part 01

Ida masih ingat benar dari awalnya sekali. Saat itu Ida sengaja memasang iklan dalam sebuah surat kabar. Bahwa Ida menawarkan jasa untuk menjadi guru privat anak SD, SMP dan SMA. Dalam iklan tersebut Ida hanya mencantumkan nomor handphone, tidak mencantumkan alamat lengkap.
Hanya 2 -3 jam setelah iklan Ida dimuat oleh surat kabar itu, handphone Ida berdering.
“Selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu ?” sambut Ida di dekat hapenya.
Terdengar suara lelaki dari ujung sana, “Ini dengan Bu Ida ?”
“Betul Pak, “ sahut Ida sengaja menyebut Pak, karena lelaki itu pun memanggilnya Ibu.
“Tadi aku baca iklan Ibu. Kebetulan aku punya anak yang sudah duduk di SMA kelas tiga. Tahun lalu ujiannya tidak lulus. Jadi sekarang dia mengulang di bangku kelas tiga SMA. Padahal usianya sudah delapanbelas tahun. Bisakah Ibu menjadi guru privatnya ?”
“Bisa. Silakan SMSkan aja alamat Bapak. Nanti aku akan datang ke rumah Bapak. “
“Aku tinggal di kota kecil, di dekat perbatasan antara Jabar dengan Jateng. “
“Waaaah … aku di Bandung Pak. “
“Justru aku lebih suka kalau guru privatnya dari Bandung. Soal imbalannya dijamin memuaskan. Ibu juga bisa tinggal di rumahku secara gratis. “
“Tapi aku ngajar di sebuah bimbel di Bandung Pak. Tugas itu tidak bisa ditinggalkan. “
“Maaf, Ibu punya penghasilan berapa di bimbel itu ?”
“Mmm … lumayanlah Pak. Cukup untuk membiayai kebutuhan sehari – hariku. “
“Baiklah. Mungkin Ibu keberatan untuk menyebutkan jumlah penghasilan di bimbel itu. Begini saja, Ida bersedia membayar Ibu tiga kali lipat dari penghasilan sebagai guru bimbel. Untuk biaya transportasi dari Bandung sampai kotaku, hari ini juga akan kutransfer. Bagaimana ?”

Read more

Duh Om, Nikmat Bangetz

Aku Inez, saat ini aku kerja ditempat om Ahmed sebagai housekeeper. Aku dah kerja sebagai housekeeper sejak aku DO dari kelas 10 kerna gak da biaya. Om Ahmed merupakan bos kedua setelah aku brenti dari bos pertamaku terdahulu. Om Ahmed turunan arab, aku ngebayangin kaya apa gede dan panjangnya barangnya, katanya kan ukuran arab segede dan sepanjang pisang tanduk. aku suka horny ja ngebayangin. Ma bos terdahulu yang barangnya gak segede pisang tanduk aja aku selalu  terkapar kalo dia dah puas, palagi ma yang segede pisang tanduk. Om Ahmed juga suka jelalatan ngeliatin aku, maklum aku  masi abg banget, umurku ja blon kepala2. Sepertinya dia napsu banget ma aku, cuma gak eprna ngomong apa2 tentang  napsunya.

Satu hari om Ahmed nyuru aku nyiapin ruang kerjanya untuk miting bersama 3 orang temen bisnisnya, katanya semua arab, Om Idris, om Jamal dan Om Zul. Dia terus terang nanya ke aku, “Nez kamu dah pernah dien totin kan”. “Udah om, ma bos seblon ini Inez sering dien tot”. “Lo gitu, kamu mau gak sehabis miting nbgeladenin napsu temen2 bisnisku”. Waduh kebayang digarap 4 arab kaya apa aku jadinya. “Jangan kawatir, nti aku undang juga Sintia yang dah biasa digarap temen2 bisnisku, jadi kamu ma Sintia yang ngeladenin mereka dan aku tentunya”. Aku cuma ngangguk aja. Harinya mreka miting dari pagi, aku cuma nyiapin makanan dan minuman untuk break dan makan siang mereka. Sampe sore miting blon selesai, om Ahmed nyuru aku nyediain makan malem buat mreka, aku kira rencana setelah miting gak jadi. “Sintia dah kukontak, nti jam 8an dia mo dateng, kebetulan dia gi ndirian dirumah”. O acaranya jam 8 toh. Ya aku siapin makan malem buat mereka. Sepertinya om Ahmed dah ngasi tau rencana mengenai hiburan sex setelah miting, maka mreka buru2 makan malem yang telah kusediakan seblon waktunya.

Read more

Rika Gadis SMA Berjilbab

Hari itu kebetulan rumah sedang sepi.karena istriku baru ada acara di rumah saudara nya di daerah Semarang dan akan kembali seminggu lagi. Plus pembantuku yang turut menemaninya. Praktis aku sendirian kalau lagi di rumah.

Sehabis dari kantor sore itu aku pulang dan sesampainya di dalam rumah kulihat sesosok perempuan berjilbab putih lengkap dengan seragam putih abu-abunya yang serba panjang. Dialah keponakanku Rika yang sedang tertidur di sofa ruang tamu dengan tv yang masih menyala. Oh iya si Rika masih kelas 1 SMK. Dia sering main ke rumahku selepas pulang sekolah, jadi nya dia bebas keluar masuk rumah. Kulihat Rika yang tertidur di sofa dengan rok abu-abu panjang semata kaki namun agak ketat sehingga sepasang pahanya yang indah nampak terlihat sekal dari balik roknya. Dadanya yang mulai ranum berkembang nampak membusung dari balik hem putih OSIS lengan panjangnya. Melihat pemnandangan seperti itu bangkitlah birahiku.

Read more

Rini Ku Sayang

Hujan turun deras sekali penglihatan sedikit kabur karenakaca mobil tertutup embun yang menempel dikaca depan. AC kunyalakan walaupun udara terasa dingin menusuk tulang. Saat itu sudah jam 7.30 pagi, jadisudah tak mungkin lagi menunda untuk berangkat kekantor apalagi jam 8.00 ada janji meeting dengan client. Mobil kujalankan pelan dan hati hati, maklum jalan di depan rumah tidak begitu lebar. Dari rumah ke jalan raya tidaklah begitu jauh setelah satu tikungankekiri maka akan kelihatan sebuah kaca spion besar warna merah diperempatan jalan dan itulah jalan raya yang akan membawa arah perjalananku menuju kantor. Persis ditikungan sebelah kiri di depan sebuah wartel seseorang melambaikan tangan meminta aku berhenti untuk minta tumpangan. Aku tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya karena terhalang hujan yang sangat deras, tetapi dia berambut sebahu dan berseragam SMU. Mobil kupelankan, dan tanpa tunggu aba aba lagi dia lansung membuka pintu depan dan duduk disebelahku. “Maaf Om saya kehujanan, dari tadi nunggu angkot penuh melulu.. Ya dari pada terlambat terpaksa mobil Om kustop, sorry ya Om.”

Dia berkata polos sambil mengibaskan rambutnya yang menempel di kerah baju karena basah.Sekilas tanpa sengaja tengkuknya kelihatan, putih.. Bersih.. Dan ditumbuhi rambut rambut halus yang mebentuk satu garis lurus ditengahnya. “Nggak apa apa kok, memang hujan hujan begini angkotnya jadi sulit, apalagi diujung jalan sana biasanya kan banjir, jadi sopir angkot jadi enggan lewat sini.” Aku menjawab seadanya sambil kembali konsentrasi melihat jalanyang sudah digenangi air hujan. “Om kantornya dimana,” dia memecah kesunyian. “Di daerah kuningan, memangnya kamu sekolah dimana,” aku bertanya sambil melirik wajahnya. Wow rupanya seorang bidadari kecil sedang duduk disebelahku, wajahnya sungguh cantik. Bibirnya tipis kemerahan, hidungnya runcing dan mancungsedangkan alis matanya hitam melengkung tipis diatas matanyayang bulat bersinar. Aku sedikit gugup dan kehilangan konsentrasi, mobil tiba tiba memasuki genangan airyang cukup dalam. Air terbelah dua dan muncrat kepinggir seperti gulungan ombak pantai selatan. “Hati hati Om, banyak genangan dan licin..! Kita bisa slip nih,” dia mengingatkan sambil menepuk pundakku.

Read more

Kisah Si Dukun Cabul Part 3

Mbah melihat dari pipismu tadi, ternyata ilmu gendamnya si Kasno sudah masuk dalam sekali ke dalamnya. Mbah sudah coba sedot sedot tadi, tidak mau keluar juga. Berbahaya sekali Nduk, nanti kalau dibiarkan jadi ngabar (menguap) masuk ke pembuluh darahmu, bisa mati kowe. Mbah harus mencoba cara yang lebih kuat. Agak sakit mungkin Nduk, nggak apa-apa ya?” kataku penuh rasa sayang dan kasihan. Kuelus rambutnya yang sekarang tampak awut-awutan. Dia mengangguk, mengulang lagi kata-katanya yang bego tadi: “inggih Mbah, kulo nderek kemawon..”. Aku mengangguk-angguk: “anak baik. Kasihan sekali kowe Nduk”.

Sekarang aku mengangkat tubuhnya yang sudah lemas dari atas meja, dan dengan lembut membimbingnya ke dipan yang ada di sudut. Kubaringkan tubuh bugil yang sudah lemas itu, dan dengan hati-hati kulebarkan kakinya. Kini dia terbaring mengangkang, kemaluannya terbuka lebar seakan siap menerima segala kenikmatan duniawi. Aku duduk berlutut, kemaluanku sudah tegang betul dan kini terarah ke lobang kemaluannya. Kugesek-gesek kepala jagoanku ke kelentitnya. Dia mengerang pelan, matanya tertutup rapat. Kurendahkan tubuhku, kini aku telungkup di atas badannya. Kukecup bibirnya dengan lembut: “sudah siap, ya Nduk. Agak sakit, ditahan saja. Pokoknya Mbah usahakan kamu jadi sembuh betul”. Dia mengangguk, tidak membuka matanya: “inggih Mbah” desisnya lirih.

Read more