Dian, Ketika Semuanya Berubah Malam Itu

dian

Namaku Dian 26 tahun, aku baru menikah 1 tahun yang lalu dengan mas Gino. Kami baru pindah ke rumah ini sekitar 2 minggu yang lalu, dengan rumah sebesar ini memang cukup merepotkan untuk membersihkan dan merawatnya sendiri karena kami belum sempat mencari pembantu. Aku dan suamiku belum ada niat untuk mempunyai anak, karena dia memiliki perhitungannya sendiri kapan saat yang tepat untuk menghamiliku. Oleh karena itu bila kami bersetubuh dia selalu menggunakan kondom ataupun aku yang meminum obat anti hamil.

Malam itu aku terbangun oleh suara gaduh yang datang dari halaman belakang, ku lihat suamiku masih berada di sisiku tertidur dengan pulasnya tidak menyadari suara tersebut. Aku penasaran, namun karena tidak enak membangunkan suamiku maka aku putuskan untuk mencari tahu sendiri. Ku bangkit dari ranjangku dan segera keluar dari kamar. Aku coba berjalan melewati lorong dari kamarku menuju tangga, menuruninya dan berjalan melewati ruang televisi yang bersebelahan dengan halaman belakang. Suasana menjadi sangat sepi sekarang, ditambah kegelapan yang menyelimuti karena hampir seluruh lampu rumah yang sengaja dimatikan. Aku menjadi sedikit takut, mungkin lebih baik aku kembali dan membangunkan suamiku, namun akhirnya ku beranikan diri untuk tetap mengeceknya sendiri.

Read more

Duh Om, Nikmat Bangetz

Aku Inez, saat ini aku kerja ditempat om Ahmed sebagai housekeeper. Aku dah kerja sebagai housekeeper sejak aku DO dari kelas 10 kerna gak da biaya. Om Ahmed merupakan bos kedua setelah aku brenti dari bos pertamaku terdahulu. Om Ahmed turunan arab, aku ngebayangin kaya apa gede dan panjangnya barangnya, katanya kan ukuran arab segede dan sepanjang pisang tanduk. aku suka horny ja ngebayangin. Ma bos terdahulu yang barangnya gak segede pisang tanduk aja aku selalu  terkapar kalo dia dah puas, palagi ma yang segede pisang tanduk. Om Ahmed juga suka jelalatan ngeliatin aku, maklum aku  masi abg banget, umurku ja blon kepala2. Sepertinya dia napsu banget ma aku, cuma gak eprna ngomong apa2 tentang  napsunya.

Satu hari om Ahmed nyuru aku nyiapin ruang kerjanya untuk miting bersama 3 orang temen bisnisnya, katanya semua arab, Om Idris, om Jamal dan Om Zul. Dia terus terang nanya ke aku, “Nez kamu dah pernah dien totin kan”. “Udah om, ma bos seblon ini Inez sering dien tot”. “Lo gitu, kamu mau gak sehabis miting nbgeladenin napsu temen2 bisnisku”. Waduh kebayang digarap 4 arab kaya apa aku jadinya. “Jangan kawatir, nti aku undang juga Sintia yang dah biasa digarap temen2 bisnisku, jadi kamu ma Sintia yang ngeladenin mereka dan aku tentunya”. Aku cuma ngangguk aja. Harinya mreka miting dari pagi, aku cuma nyiapin makanan dan minuman untuk break dan makan siang mereka. Sampe sore miting blon selesai, om Ahmed nyuru aku nyediain makan malem buat mreka, aku kira rencana setelah miting gak jadi. “Sintia dah kukontak, nti jam 8an dia mo dateng, kebetulan dia gi ndirian dirumah”. O acaranya jam 8 toh. Ya aku siapin makan malem buat mereka. Sepertinya om Ahmed dah ngasi tau rencana mengenai hiburan sex setelah miting, maka mreka buru2 makan malem yang telah kusediakan seblon waktunya.

Read more

Team Work Solid – PART 1

Namaku adalah Hasan, bekerja di perusahaan konsultan IT yang cukup ternama di tanah air. Posisiku sebagai seorang programmer. Menurut teman-temanku, aku adalah orang yang beruntung, karena memiliki seorang istri yang cantik dan seksi. Tinggi istriku 167 cm dan berat yang proporsional. Tapi menurut teman-temanku yang istimewa dari istriku selain wajahnya yang putih dan cantik adalah keseksian bodynya. Temanku yang mata keranjang selalu jelalatan bila melihat istriku terutama melihat buah dadanya yang besar dan montok , pinggul yang besar menggoda dan pantat yang terangkat ke atas, walaupun istriku selalu mengenakan pakaian yang tertutup rapat. Dari istriku aku telah dikaruniai putra yang telah duduk di kelas 2 SD dan seorang putri yang berusia 4 tahun

Read more

Ririn: Kupu-Kupu Abu-Abu

Perburuanku pada kupu-kupu abu-abu telah dimulai dan target pertamaku adalah Ririn, teman sebangku Mitha yang juga pemilik majalah porno yang dibawa Mitha. Aku sudah menyusun rencana untuk menaklukkan Ririn, yang pasti dengan memanfaatkan cinta buta mitha kepadaku. Hari yang aku nantikan akhirnya tiba juga, saat itu istriku sedang mengikuti seminar 2 hari yang diadakan Diknas di Kota Batu Malang. Mitha mulai menjalankan rencanaku, dengan mengajak Ririn menginap dirumah dengan alasan menemaninya karena aku juga keluar kota. Sejak sore aku hanya berdiam diri dikamar, menunggu kabar lanjut dari Mitha. Sementara itu, jam sudah menunjukkan pukul 19.30 sesuai dengan SMS Mitha bahwa mereka sekarang sedang memutar film bokep Ariel vs Cut Tary. Dan benar saja, dari celah pintu aku mengintip mereka sedang asyik nonton bokep. Saat itu Ririn sedang memakai baju tidur daster super mini dan super tipis sesuai yang aku perintahkan pada Mitha, agar meminjamkan baju yang super sexy. Setelah memastikan semua berjalan sesuai dengan rencana, aku pelan-pelan membuka pintu kamarnya dan mengejutkan Ririn dari belakang.

Read more

Nikmatnya Swinger Party

Hari Sabtu kami (aku dan Lily istriku) berangkat menuju ke Puncak sesuai rencana, kami akan bertemu dengan Erwin dan Diana istrinya di Puncak Pass, kemudian bersama-sama menuju ke vila keluarga di daerah Cipanas. Pukul 11.00 siang kami sudah berada di Puncak Pass, ternyata Erwin dan Diana sudah menunggu kedatangan kami. Dengan memakai rok terusan berbelahan dada agak rendah tanpa lengan, Diana kelihatan begitu cantik, apalagi dengan rambut yang dipotong pendek sehingga menambah pesona dirinya, terlihat lehernya yang putih jenjang.

Setelah makan dan berbincang sebentar kami sepakat untuk menukar penumpang, Lily istriku ikut mobil Erwin begitu sebaliknya Diana ikut mobilku. Beriringan kami menuju ke Cipanas dengan mobil Erwin di depan. Jalanan sudah mulai padat, sehingga kami mulai kehilangan pandangan atas mobil Erwin. Selama perjalanan menuju vila, tangan Diana mulai menggerayangi selangkanganku, sesekali kubalas dengan elusan di pahanya dengan menyingkap roknya ke atas paha.

45 menit kemudian sampailah kami di vila keluarga P.Gun, ternyata mobil Erwin belum kelihatan. Tempatnya cukup terpencil dan jauh dari keramaian, hanya hamparan kebun teh di sekelilingnya, tidak ada tetangga atau vila lain dalam radius ratusan meter. Vila tersebut sangat besar dengan 5 kamar tidur dan kolam renang yang besar, bangunan untuk pengurus vila terletak jauh di belakang yang dihubungkan jalan setapak melewati taman. Diana segera memberi instruksi ke pengurus rumah agar acara kami tidak terganggu, mengijinkan mereka pulang selama kami di sini, kecuali siang untuk membersihkan dan menyiapkan makan siang, jadi praktis vila tersebut tanpa pembantu yang mengganggu.

Read more

Perangkap Gairah Dua Mawar Jelita

Rasa ketidaksenangnya terhadap hubungan Alfi dan kakaknya Lila membuat Lidya menyetujui usul sahabat baiknya Sabrina untuk menjebak Alfi agar pemuda itu menyingkir dari kehidupan rumah tangga Lila untuk selamanya.

Sorenya itu..pukul 19.30

Seusai santap malam. Sabrina dan Lidya-pun langsung menjalankan rencana mereka.
“AAAAAAAAA!!!!” terdengar suara teriakan cukup keras.
Alfi yang bary saja hendak meminum obat-nya terpaksa menunda dulu niatnya itu. Dengan cepat ia berlari menuju ke arah muasal teriakan itu.
“Ada apaa, kak?!” tanya Alfi.
Dari ambang pintu dilihatnya Sabrina dan Lidya tengah meringkuk di atas tempat tidur sambil berpelukan. Wajah keduanya nampak ketakutan. Entah siapa di antara mereka tadi yang berteriak. Yang  jelas Alfi merasa berkewajiban melindungi keselamatan ke dua gadis itu. Tapi ia hanya berani berdiri di ambang pintu. Ada perasaan sungkan karena di situ ada Lidya.
“Fiii!!… Kemariii cepatt!!. Tolooongg !!”
Setelah Sabrina yang memintanya masuk barulah ia melangkah maju dengan hati-hati.
“Ada apa, kak?” ia melontarkan pertanyaan yang sama sambil menaikkan kewaspadaannya. Pandangannya menyapu cepat ke semua sudut kamar tersebut. Namun ia tak melihat orang lain di situ selain mereka bertiga.
“I..tuuu!”ujar Sabrina menunjuk ke arah salah satu sudut.
“I-itu..apa kak?” tanya Alfi bingung sebab tak ada apa-apa di sudut itu.
“T-tikuss!”jawab Sabrina dari tempatnya.
“T-tikuss, kak?” Alfi mengulangi ucapan Sabrina hanya sekedar untuk meyakinkan pendengarannya.
“Iyaaa Fiii! Tikus!…tolonggg  usirinnn!”
Astaga…cuma tikus rupanya! Tapi kedua gadis itu bertingkah seolah melihat hantu atau penjahat saja. Keluh Alfi dalam hati. Tapi setidaknya ia bisa napas lega sebab hal itu bukanlah suatu yang membahayakan bagi jiwa kedua gadis itu. Lantas bagaimana pula tikus bisa nyelonong masuk ke kamar ini? Sebab selama ia tinggal bersama Lila dulu  tak pernah sekalipun ada kejadian seperti ini. Sesaat kemudian Alfi tertegun. Ia barulah menyadari jika ada sesuatu yang luar biasa di dalam kamar itu. Kedua gadis itu!..mereka hanya mengenakan pakaian yang lebih minim dari biasanya. Hanya sebuah tangtop putih yang sangat tipis berpadu dengan sepotong…celana dalam! Alfi dapat memastikan keduanya tak mengenakan bra karena ia dapat melihat secara samar-samar puting-puting yang tercetak jelas di permukaan tanktop mereka. Seketika itu juga tubuhnya seakan dialiri strom bertegangan tinggi dan tanpa dapat dicegah penisnya menegang secara cepat.

Read more

Gadis-Gadis Binal

Lina, Malih merasakan lekuk-lekuk tubuh Lina yang sempurna dengan kedua tangannya. Dari pundak ke tangan. Kemudian Malih mengelus-elus paha putih mulus Lina dan menggerakkan tangannya mengikuti lekuk tubuh Lina. Pinggangnya sangat ramping, kulitnya putih mulus, terasa halus, lembut dan hangat, benar-benar seperti di dalam mimpi Malih. Kedua tangan renta Malih mencengkram dua buah ‘susu’ Lina yang begitu empuk dan kenyal. Enak sekali meremas-remas buntalan daging kembar Lina.

“hhuumm….eemmmm….ummmmm….”, Lina mulai menggumam pelan. Memang beda rasanya jika merasakan goyangan wanita idamannya. Gerakan pinggul Lina sangat mengenakkan Malih. Perlahan namun sangat mengenakkan. Goyangan Lina lebih variatif dibandingkan Intan dan Moniq. Dara cantik ini memang sangat lihai. Pengalaman berhubungan intim dengan banyak lelaki memang membuat Lina jadi dewi sex. Kecantikan fisik, kesempurnaan bentuk tubuh, dan keahliannya dalam memuaskan nafsu lelaki membuat pria mana saja ketagihan bercinta dengannya.

Keduanya terlihat sangat menikmatinya. Lidah Lina pun sedang melilit lidah Malih dengan liar. Saling pagut, saling belit. Lina terus menggoyang. Baik Lina maupun Malih kelihatan masih tenang. Tak ada tanda-tanda akan orgasme.

Read more

Threesome Bareng Istri Dan Jongosku

Aku sedang membangun sebuah tempat pembiakan ikan di sebuah daerah pesisir pantai yang letaknya sekitar 100 km dari tempat tinggalku. Hari itu aku menerima telepon dari stafku di proyek agar aku segera datang ke sana. Akupun bicara pada istriku bahwa aku harus pergi ke proyek. Istriku yang kebetulan sedang tidak ada kesibukan menawarkan diri untuk ikut. Aku sebenarnya sedikit keberatan dengan permintaannya untuk ikut berhubung tempatnya yang cukup jauh. Istriku tetap menyatakan keinginannya untuk ikut sehingga aku terpaksa mengajaknya. Akhirnya aku dan istriku berangkat dan ikut pula seorang anak buahku yang memang selalu kuajak kalau aku bepergian agak jauh. Namanya Bagus dan baru berumur 17 tahun sudah putus sekolah dan sudah 6 bulan ikut denganku dan tinggal bersama denganku menempati sebuah kamar di bagian belakang rumah. Selain biasanya menemaniku juga supaya ada yang aku suruh suruh. Kami berangkat sudah menjelang siang. Sekitar pukul 3 sore aku baru sampai di proyek karena dalam perjalanan istriku mengajak mampir ke restaurant untuk makan. Aku segera mengontrol pekerjaan diproyek ditemani oleh mandor. Sampai jam 5 sore ternyata ada beberapa masalah yang belum menemukan jalan keluarnya sehingga harus dilanjutkan keesokan harinya. Akupun menyampaikan pada istriku bahwa kita harus bermalam dan mencari penginapan di sekitar proyek. Mulanya istriku keberatan karena tidak membawa baju ganti. Aku balik menyalahkan dia kenapa memaksa ikut sehingga akhirnya dia setuju untuk menginap. Kebetulan ada sebuah penginapan berupa cottage kurang lebih 3 km dari proyek dan itu satu satunya penginapan di sana. Ketika kami sampai di penginapan aku segera check in. Ternyata hanya tinggal 1 cottage yang kosong dari 5 cottage yang dimilikinya. Ada tamu tamu asing yang lebih dulu check ini disana. Aku setuju mengambil satu cottage tersebut. Ketika kusampaikan pada istriku di dalam mobil istriku bertanya Bagus disuruh tidur di mana? Kusampaikan hanya tinggal 1 cottage saja sehingga mau tidak mau dia akan tidur di dalam cottage yang sama. Istriku hanya mengangguk setuju saja. Akhinya aku dan istriku yang diikuti oleh Bagus masuk ke dalam cottage. Rupanya cottage itu terdiri dari satu kamar yang cukup besar dengan satu tempat tidur dan sebuah sofa di samping tempat tidur. Kamar mandinya disekat dengan kaca sehingga tembus pandang antara kamar mandi dengan ruang tidur, kamar mandi itu berupa taman tanpa atap sehingga seolah olah kita mandi di tempat terbuka. Sebuah pancuran air tersedia disana.

Read more

Alice Gangbang

Kejadianya sekitar bulan Pebruari tahun 2002. Ketika itu aku tinggal di komplek perumahan ABRI,aku punya sahabat yg sangat akrab,2 orang anggota ABRI berpangkat sersan mayor,1 orang lagi kepala Instansi sekaligus kepala sebuah Organisasi di Cabang.

Sahabat terakrabku adalah serma Us,dan E sang kepala. Didekat tempat kami tinggal ada sebuah kafe yang dikelola Ucin. Karena Serma Us berpengaruh,seringkali kami nongkrong disana sekedar berkaraoke dengan gadis2 yg ada disana. Gratis,namun demi gengsi justru kami berlomba memberi uang tips yg besar kepada para gadis yg menemani kita. Walau sebenarnya,uang yg kami pakai adalah hasil upeti dari para penambang emas di P,dari para pemilik lubang, atau anak buah Serma Us.

Suatu malam,kami berempat kembali kesana,dan seperti biasanya,Ucin menyuguhi 2 krat bir gratis dan berbungkus2 kacang. Ada seorang gadis yg suka menemani kami ini,yg terlihat suka kepadaku,namanya Alis. Wajahnya lumayan manis,dengan matanya yg belo,dan alisnya yg amat tebal,tubuhnya tinggi,bentuk badannya padat berisi,dengan kulitnya yg putih.

Read more