Pramugari nikmat

Hari sabtu kmaren aq terbang ke Denpasar, naik salah satu airlines yang murah meriah. Salah satui pramugarinya masi muda banget, kaya masi abg gitu. Ketika dia dah gak ngelayani penunpang lagi, aq dapet kesempatan ngoborl ma dia. Kebetulan aq duduk di seat yang paling belakang sehingga deket dengan kompartment pramugari di bagian ekor pesawat. Namanya Ayu, dia baru lulus pendidikan sehingga ini kali pertama dia terbang. Ayu lumayan cantik, dadanya tampak menggelembung dibalik seragamnya, wah toge juga ni abg pramugari. Ayu cuma lulusan SMU, selepas SMU dia sempet kerja jadi marekting property, tapi karena susah mencari target dia ngelamar ke airlines ini dan kebetulan diterima. “Ketika jadi marketing property sering diajak ma customer gak”. “Sering pak”. “Terus ditrima ajakannya”. “Kalo orangnya ganteng dan tajir, ya napa enggak kan pak”. Wah brani juga ni si Ayu ngejawabnya. “sering jalan ma customer?” “Skali2 pak, kan gak semuanya ok dan tajir”. “Wah kalo diajak jalan kemana”. “Ya makan, blanja”. “Cuma itu ja”. “Ya enggaklah pak, acara puncaknya setelah acara pendahuluan selesai”. “Asik dan nikmat dong”. “Yup”. Pembicaraan terputus karena ada lampu panggilan dari penumpang. Ketika Ayu kembali ke belakang, “Aku ganggu gak ngajakin ngobrol”. “enggak pak, abis yang senior tu ada didepan, aku disuru nungguin dapur”. “Dapur?” “Iya pak, bagian blakang ni kan kaya dapur, makaan dan minuman semuanya ada disini. Bapak mo minum lagi”> “enggak kok, ngeliat kamu ja dah gak haus”. “asal jangan haus yang lannya lagi”. “Kamusudnya”. Ayu cuma tersenyum manis. Aku menangkap ini undangan dari dia. “Kamu nanti nginep dimana”.

Ayu menyebutkan hotel dideket airport. “Dari airlines dibooknya disitu pak, kalo bapak”. “Aku belum book hotel ni, di hotel kamu tu masi ada tempat gak ya”. “Aku tanyain ya pak, kalo masi ada bapak mo di book kan?” “Iya deh, makasi ya”. Ayu kedepan berbicara kepada pramugari seniornya tetntang otel. Gak lama kemudian dia kembali. “Ada pak, dah di book satu kamar, cuma yang eksekutif pak, yang standard room habis”. “Ya gak apa deh, yang penting kan deket kamu. Kamu besok pagi pulang lagi ya”. “enggak pak, aku besok off, senin pagi baru balik, jadi mo libur ja sehari di bali”. “Sama dong, kita jalan bareng ja ya”. “Bole pak, tapi bapak yang traktir ya”. “No problemo”. “Soale uang saku aku kan kecil pak”. “Mo nemenin aku di exectutive room, daripada sekamar berdua temen kamu yang didepan itu, kan mending ma aku”. Kemali Ayu hanya tersenyum manis. Tak terasa sudah hampir landing, aku segera kembali ke tempat dudukku dan memasang seat belt. Setelah mendarat, AYu mengajak aku ikut mobil jemputannya. Para crew yang lain gak keberatan karena memang mobilnya kosong, karena crewnya cuma 4 orang saja. Sesampe di hotel, aku segera cek in. Selagi aku mandi, telpon berdering, ternyata Ayu. “Kok kamu tau room aku”. “Kan tadi waktu booking aku nanya sekalian room bapak. Bapak mo kluar gak malem ini”. “Napa kamu bete ya ma temen kamu, kita jalan yuk”. “ayuk pak, aku tunggu bapak di lobi ya”. Selesai mandi segera aku pake pakean santai, celana pendek gombrang selutut, t shirt gombrong dan sepatu santai. Ayu seksi sekali pake t shirt dan jins ketat sehingga toketnya yang membusung tercetak dengan jelas, pinggangnya ramping dan pinggulnya dihiasi pantat yang bohay banget.

Aku langsung terangsang melihatnya. Aku ngajak Ayu jalan ja menyusuri keramean di Kuta, mampir warung untuk minum2, Ayu asik banget untuk diajak hang out, dia sangat manja, Kalo jalan dia memeluk tanganku, beberapa kali aku mencium pipinya. Ketika lewat toko yang menjual t shirt, Ayu minta dibelikan, ya kenapa tidak kan. Lewat tengah malem, Ayu ngajak balik ke hotel. aku juga dah gak bisa nahan napsuku lagi. Ayu gak keberatan kuajak ke kamarku. “Wah enak ya pak, kamar eksekutif gbesar gini, gak kaya kamarku, dah sempit ber 2 lagi”. “Ya udah, kamu nemenin aku ja disini”. “Bole pak”. “Napa enggak, jangan manggil pak dong”. “abis dipanggil apa, mas aja ya”. “Oke”.

aku duduk di sofa, Ayu duduk disebelahku, Segera dia kupeluk. Wajahnya sangat dekat dengan wajahku, perlahan-lahan kudekatkan wajahku. Aku mencium bibirnya dengan penuh napsu. Ayu tidak menolak malah menyambut ciumanku, tangannya segera menyambar toketnya dan kuremas2nya dengan gemas. “Yu, aku pengen ngen tot sama kamu”, kataku terus terang sambil terus meremes2 toketnya. T Shirt yang dipake Ayu kuangkat ke atas, Ayu mempermudah lepasnya t shirtnya dengan mengangkat tangannya keatas. Kemudian aku merogoh masuk kedalam branya. toketnya langsung kuremes lagi, kemudian kuplintir pentilnya. Ayu menjadi terangsang karena ulahku. “Ah, mas, kamu nakal ih”, katanya manja. “Tapi kamu suka kan diremes2 begini. Aku boleh pegang me mek kamu ya Yu, udah kepengin nih aku”, kataku sambil membuka retsluiting celananya. Ayu membiarkan tindakanku. Celenanya malah kuplorotkan sampe kepaha sehingga kelihatanlah CDnya yang tipis dan minim. Dengan penuh napsu langsung tangganku menerobos ke sela2 pahanya dan menggosok me meknya yang masih dilapisi CD. “Yu udah basah banget me mek kamu, kamu udah napsu ya, jembut kamu lebat banget Yu, nggak heran napsu kamu besar”, kataku lagi. Ayu membiarkan aku meraba seluruh tubuhnya. Ayu membuka retsluiting celanaku juga, menurunkan celanaku, kemudian ayu merogoh masuk CDku, “wow kon tolnya gede amat mas”, katanya. “Emangnya kamu belum pernah ngerasain kon tol segede punyaku”. “Gak segede kon tol mas”,. “Wah kalo gitu me mek kamu masih sempit dong, cuma kelewatan kon tol yang kecil, malem ini asik dong kita ya. Kamu mau kan aku en tot”, kataku sambil tertawa. kon tolku tergolong besar juga, keker, melengkung keatas dan urat-uratnya nonjol-nonjol. “Wah!… pasti prempuan pada ngejerit kalo mas en tot dong”. “Iya, ngejerit keenakan. sebentar lagi kamu juga jerit2, cewek yang jembutnya lebat kaya kamu kan binal banget kalo lagi dien tot”, jawabku.

Baju dan celanaku dilepaskan dan aku kembali meremas2 toketnya. Nggak lama kemudian branya sudah kulepas. aku mencium keningnya, kemudian matanya. Ayu terpejam menikmati ciuman dan remasannya ditoketnya. Ciumanku turun ke hidung, pipi dan akhirnya mendarat di bibirnya. Nafasnya mulai agak memburu, kami berdua terbenam dalam ciuman yang hangat. Aku mengarahkan mulutku ke leher, ke pundak, lalu turun ke toketnya yang sudah mengeras. Aku memainkan lidah dipentilnya yang juga sudah mengeras, yang kiri dan kemudian yang kanan. “Aah mas, enak”, katanya terengah karena napsunya yang sudah berkobar2. Aku terus menciumi pentilnya, kemudian turun ke perutnya dan menciumi pusernya, ayu kegelian ketika pusernya dicium. Sambil mencium pusernya, tanganku nyelip ke balik CD mini nya dan meraba me meknya. otomatis pahanya mengangkang supaya aku mudah mengakses me meknya. “Yu, ni jembut, lebat amat,” kataku sambil mengelus2 jembutnya. Kemudian jariku terbenam dime meknya dan terus mengilik2 it ilnya. “Yu me mekmu udah basah banget, kamu udah napsu sekali ya”, katanya. Ayu tidak menjawab, dia hanya mengerang keenakan karena kilikan jariku ke it ilnya makin cepat. Aku kemudian menciumi jembutnya dan kemudian lidahku menggantikan fungsi jariku mengilik it ilnya. Ayu semakin tidak dapat menahan naspu dan erangannya semakin keras. Aku langsung meremas kedua toketnya dan memlintir2 pentilnya. “Mas, aku udah pengen dien tot, masukin dong kon tol mas”, katanya minta. Lidahku terus saja menjilati it ilnya sehingga kembali ayu mendesah keenakan. “Ayo mas, enak banget, padahal baru dijilat. Apalagi kalo disodok pake kon tol gede mas, lebih enak lagi, ayoo dong mas, aku udah gak tahan nih”, ayu terus merengek2 minta segera dien tot.

Aku merebahkan Ayu di sofa, kakinya agak menekuk karena panjang sofa tidak mencukupi. Aku segera memposisikan diriku kedekat kepalanya, “Yu, aku pengen ngerasain dulu diemut sama kamu”, kataku sambil mendekatkan kon tolku ke mulutnya. Segera digapainya kon tolku yang sudah ngaceng dan dimasukan kon tolku yang besar dan melengkung kDealam mulutnya. Langsung diemut dengan keras. Aku mendorong kon tolku keluar masuk pelan ke mulutnya sambil mendesis. Ayu mengemut kon tolku terus. “Yu diemut mulut kamu aja nikmatnya kaya begini, apalagi kalo diemut me mek kamu ya”, kataku sambil mempercepat enjotan kon tolku keluar masuk mulutnya. “Yu, aku ngecret dimulut kamu ya”, kataku. “Jangan mas, dime mekku aja, aku udah pengen ngerasain kon tol mas keluar masuk me mekku”, jawabnya. Aku menarik CDnya sampe lepas, kami sudah bertelanjang bulat. Aku memposisikan tubuhnya diantara kedua pahanya dan mengarahkan kon tol gedeku ke me meknya. Ayu merasakan kepala kon tolku mulai masuk perlahan, kutekan lagi sedikit sehingga kon tolku mulai menyeruak sedikit2 ke dalam me meknya. Nikmat banget rasanya me meknya kegesek kon tolku yang besar dan keras itu. Perlahan tapi pasti kon tolku nancep makin dalam ke me meknya. Kurasakan me meknya udah mulai basah karena gesekan kon tolku yang hampir masuk semua itu.

Akhirnya aku mendesakkan kon tolku dengan cepat dan tiba-tiba sehingga nancap semuanya di me meknya.”Sssshhhhh…..”, erangnya sambil terpejam. Aku mulai mengenjot kon tolku keluar masuk me meknya dengan cepat dan keras. Ayu merasakan nikmat yang luar biasa. Ayu mulai memundur-majukan pantatnya, sebentar goyangannya kekiri, lalu kekanan, memutar, mengiringi enjotan kon tolku di me meknya. Ayu meremas rambutku, sesekali badannya kupeluk erat2. Tubuhku dan dia berkeringat walaupun ac dinyalakan, namun kami tidak perduli karena sedang merasakan nikmat. Aku terus mengenjotkan kon tolku dengan cepat dan keras. Ayu merasa sudah mau nyampe, “Mas, cepetean ngenjotnya, lebih keras lagi, enak banget kon tol mas”. Kakinya diangkat ke atas melingkari pinggangku sehingga kon tolku nancep makin dalem di me meknya. Akhirnya, “Mas….. aahhhh”, kurasakan me meknya menegang dan mengejut-ngejut menjepit kon tolku. “Yu, me mekmu nikmat bangetnya bisa ngempot, baru kali ini aku ngerasain empotan me mek senikmat empotan kamu”, kataku sambil terus mengenjotkan kon tolku sampe “Aaahhhhh…. gila…. ini nikmat sekali…”, aku menancapkan kon tolku sedalam2nya ke me meknya dan ngecretlah pejuku. Terasa pejuku muncrat beberapa kali dalam me meknya, pejuku muncrat banyak sekali. Ayu terkulai lemes, kupeluk dia, “Yu, enak banget ngen tot sama kamu, rasanya beda sama cewek lainnya yang pernah kuen toti”, kataku. “Aku juga nikmat mas, abis kon tol mas gede banget. Aku pengen lagi mas, kita diranjang yuk”.

Aku langsung mencabut kon tolku, kekamar mandi untuk membersihkan diri. Ayu mwngikutiku. Kami membersihkan diri dibawah shower sambil ciuman. Sehabis itu, kembali ke kamar, aku menghidupkan tv, channel khusus, ternyata hotel menanyangkan film biru, perempuan dengan wajah asia sedang nungging dien tot sama bule. kon tol si bule yang besar dan panjang keluar masuk me mek sicewek, dan ceweknya ber ah uh, seperti lazimnya film biru. Ayu duduk di tempat tidur, napsu juga dia nonton filmnya. Kemudian aku duduk disebelahnya di tempat tidur, ikut nonton. Aku merapatkan ke badannya, toketnya sebelah kiri udah nempel di badanku. kon tolku dirabanya, sudah ngaceng lagi dengan kerasnya. Aku membalas meremes toketnya sambil mencium bibirnya. Ayu berbaring ditempat tidur, aku mulai menciumi toketnya dan menghisap pentilnya. Tanganku satunya menjalar kebawah dan mengkilik2 me mek dan it ilnya. Ayu merintih2 karena napsunya sudah naik lagi. kon tolku yang sudah keras sekali diremes2 dan dikocok2. Aku memutar badan ke posisi 69 dan mulai menjilati me mek dan it ilnya diantara pahanya yang sudah mengangkang lebar2. jembutnya kuelus2 sambil terus mengemut it ilnya. Ayu sudah tidak dapat menahan napsunya yang sudah berkobar2. kon tolku segera diemut2.

Akhirnya ayu mengambil inisiatif menaiki badanku, menduduki kon tolku sehingga kon tolku kembali menyusup ke dalam me meknya, ditekannya dengan keras sehingga sebentar saja kon tolku sudah nancep semuanya ke me meknya. Ayu mulai mengenjot kon tolku dengan menaik-turunkan pantatnya. kon tolku keluar masuk me meknya seirama dengan enjotan pantatnya. Ayu udah nggak tahan lagi, sehingga enjotannya makin cepet dan keras. toketnya kuremas2nya, dan pentilnya terkadang kuemut2. “Mas, aku mau nyampe, enak banget kon tolmu mas”, erangnya dan akhirnya ayu ambruk diatas badanku. Terasa me meknya kedutan meremes2 kon tolku. Aku segera berguling sehingga ayu telentang dibawahku. Aku meneruskan permainan dengan mengenjotkan kon tolku keluar masuk dengan cepat dan keras. “Yu, tadi empotan me mek kamu kerasa banget deh, lebih kerasa katimbang di sofa. Nikmat banget Deh Yu ngen tot sama kamu”. Nggak lama lagi akhirnya aku pun hampir nyampe, “Yu keluarin sama2 ya, aku hampir ngecret nih”. Ayu tidak menjawab, kakinya melingkari pinggangku dan ditekennya keras2 sehingga kon tolku nancep dalem sekali di me meknya, sampai akhirnya ayu bergetar karena nyampe lagi “Mas, nikmat banget, teken yang keras mas”. Aku mengenjotkan kon tolku sedalam2nya di me meknya dan melenguh “Yu, aku ngecret”. Terasa pejuku muncrat beberapa kali didalam me meknya. Oh nikmat banget rasanya, lemes banget badanku, aku memeluk ayu erat2, dan aku akhirnya berbaring disebelahnya, kon tolku berlumuran peju dan cairan me meknya. “Mas, lemes banget deh aku, ngen tot sama mas menguras tenaga ya”, katanya. “Ya udah, tidur aja dulu, nanti bangun tidur kita ngen tot lagi”, jawabku sambil memeluknya. Karena lelah, ayu tertidur dipelukanku.

Aku tidak tau berapa lama tertidur bersama Ayu. Ketika aku terbangun, dia masih terkapar, tapi segera terbangun juga. Ketika itu sudah lewat subuh. Aku memandangi wajahnya yang masih ngantuk itu. “Yu, kamu cantik sekali kalo sedang tidur, sayangnya kamu bukan istriku ya”. “Enggak jadi istri tapi kan udah melayani napsunya mas”, jawabnya tersenyum. Aku bangun dan masuk kamar mandi, keluar dari kamar mandi, aku membawa gayung, sabun dan handuk. Aku mulai membersihkan me meknya yang belepotan pejuku dan lendirnya sendiri. Setelah bersih, ayu masuk ke kamar mandi, terdengar suara air yang dibuang dan keran yang dibuka. Tak lama kemudian Ayu keluar dari kamar mandi membawa gayung yang tadi, lengkap dengan sabun dan handuk. Rupanya dia mengganti air digayung. Dia duduk disebelahku dan mulai menyeka wajahku, terus kebawah, ke dada, perut, kon tol, paha sampai ke telapak kakiku. Aku jadi merinding, karena dielus2 dengan handuk basah. Apalagi ruangan dingin karena AC tetap menyala. Aku hanya terpejam saja, menahan gelinya usapan handuk. Selesai dengan acara melap, kon tolku dikocok2 dan kepalanya diemut2. “Abis dilap terus diemut”, kataku. Ayu tidak menjawab karena kepalanya sedang mengangguk2 sehingga kon tolku keluar masuk di mulutnya. Cukup lama ayu mengemut kon tolku, sampe pelan2 kon tolku mulai mengeras lagi. Segera kon tolku dikocok2 dengan cepat sehingga ngaceng sempurna. “Mas,sudah siap tempur lagi nih kon tolnya”. Aku tidak menjawab, tapi segera memeluk dan mencium bibirnya. Aku segera meremas2 toketnya dan kemudian kembali mengilik2 it ilnya. Aku tau bahwa napsunya akan cepat berkobar kalo it ilnya dikilik2, aku benar. nggak lama kemudian ayu sudah napsu kembali dan pengen ngerasain kon tolmu keluar masuk me mekku lagi, masukin dong”, ayu merengek2.

Aku akhirnya menaiki ayu dan segera menancapkan kon tolku ke me meknya. Nikmat banget rasanya ketika kon tolku yang besar itu segera menyesaki me meknya karena sudah nancep semuanya kedalam me meknya. aku mulai mengenjot kon tolku keluar masuk me meknya dengan cepat dan keras. Ayu mulai mengerang2 keenakan. Pantatmya bergerak kekiri dan kekanan mengimbangi enjotan kon tolku. toketnya ku remas2 dengan kedua tangan, aku bertumpu dengan sikutku, hal ini menambah rangsangan buatnya. “Akhhh… Oukkkhhh” serunya kenikmatan. Aku memeluknya erat dan mempercepat enjotan kon tolku, makin lama makin cepat dan keras. Ayu tidak dapat menahan lebih lama lagi, sehingga akhirnya ayu melolong “Mas, aku nyampe lagi, nikmat banget ngen tot sama kamu mas”. me meknya terasa berdenyut2 meremas kon tolku sehingga aku pun meringis keenakan “Aah Yu, empotan me mek kamu kerasa banget. kon tolku kaya sedang diemut dan diremes. Empotanmu hebat banget Yu”.

aku mencabut kon tolku dari me meknya, ayu kutunggingkan dan aku menancapkan kon tolku ke me meknya dengan keras, sekali enjot kon tolku sudah masuk semua. Kemudian aku mulai lagi mengenjot me meknya dari belakang. Ayu nelungkup ke bantal menahan rasa nikmat yang luar biasa ketika dienjot kon tolku. Aku memegang pantatnya sambil mengenjotkan kon tolku dengan cepat dan keras. Ayu nggak tahan untuk nyampe lagi, luar biasa enjotanku yang begitu merangsang ayu sehingga ayu cepat sekali nyampe. “Mas aku mau nyampe lagi, aakh”, serunya dan ayu ambruk ke tempat tidur. “Yu, kamu cepet banget nyampenya, aku belum kerasa mau ngecret”, kataku. “Abis kon tol mas enak banget si, mas pinter banget ngenjotnya. Terusin aja sampe mas ngecret lagi dime mekku”, jawabnya.

Aku menelentangkan Ayu dan segera kunaikinya tubuhnya. kon tolku kembali ambles dime meknya dan aku mulai mengenjotkan keluar masuk dengan cepat. Kalo ditekan, kon tolku ambles semua di me meknya, ooh nikmat banget rasanya. Aku dengan perkasa terus mengenjotkan kon tolku keluar masuk. Setelah ngecret 2 kali dime meknya, aku bisa bertahan lebih lama. Kadang kon tol kucabut dari me meknya, dan sebentar kemudian kutancepkan kembali dengan keras sehingga dengan sekali sodok langsung nancep semuanya ke me meknya. “Mas, nikmat benget enjotan mas yang barusan, terus mas, yang keras”, ayu merintih2. Aku meneruskan cara enjotanku. Ayu kembali berteriak2 keenakan. Ayu menggoyangkan pinggulnya kekiri dan kekanan. ketika kon tolku dicabut, pantatnya refleks mengangkat keatas untuk mencegah kon tolku lepas dari me meknya. Aku mengubah gaya enjotanku,sehabis mengenjotkan kon tolku hingga masuk semua, aku menarik kon tolku separuh beberapa kali kemudian kugentakkan kembali sehingga nancep kebagian paling dalam dari me meknya. “Aaakh mas, makin lama dien tot mas makin nikmat rasanya, aku lemes banget mas”, katanya kepayahan. Aku terus mempermainkan me meknya dengan cara itu. Kemudian aku memeluknya erat2, menciumi wajah dan bibirnya. kon tolku tidak kuenjotkan karena sudah nancep dalam sekali, tetapi kugerak2kan. Lebih nikmat lagi rasanya karena seakan2 kon tolku sedang menggaruk2 me meknya. “mas, pinter banget sih kasih kenikmatan sama aku”, teriaknya. Aku mulai lagi mengenjotkan kon tolku keluar masuk dengan keras dan cepat. Ayu menggeliat2 keenakan sambil mengerang2. Ayu membelitkan kakinya ke pinggangku, sehingga aku cuma bisa mengeluar-masukkan kon tolku ke me meknya tanpa bisa mencabutnya. “Yu, aku udah mau ngecret”, akhirnya aku melenguh. Kakinya yang melingkar dipinggangku diturunkan, ayu mengangkang selebar2nya karena dia yakin aku akan mengenjotkan kon tolku lebih cepat dan keras lagi. Aku dengan terengah2 terus mengenjot me meknya, sampai akhirnya “Yu, aku ngecret”. Terasa pejuku muncrat beberapa kali dalam me meknya, dan bersamaan dengan itu ayupun nyampe lagi “Mas, aakh nikmat banget, mas luar biasa sekali sehingga aku nyampe 3 kali baru mas ngecret”. me meknya terasa berdenyut2 meremas2 kon tolku. Keringatku bercampur dengan keringatnya yang membanjir walaupun AC dalam kamar menyala.Setelah denyut jantung kembali normal, kami masuk kamar mandi dan membersihkan diri. “Kita istirahat lagi ya Yu”. “iya mas, aku lemes banget nih, tapi nanti aku dien tot lagi ya”.

Ketika aku terbangun kembali, kulihat Ayu sudah terbangun dan turun dari ranjang ke kamar mandi. aku merasa lapar, mungkin karena semalam kerja keras. Dia kembali dari kamar mandi. “Mas, aku laper nih”, katanya. Aku tersenyum “Semalem kerja keras ya Yu”, “Iyalah, mas sih gak puas2 ngen totin aku”, jawabnya. “Tapi suka kan”, kataku lagi. “Suka banget, enak kok gak suka”, jawabnya. Aku menelpon room service pesan makan untuk brunch, dah lewat untuk sarapan tapi blon waktunya untuk makan siang. Gak apalah. Tidak lama kemudian, pesanannya datang. Ayu segera masuk ke kamar mandi dan aku dengan hanya balutan handuk menerima makanan pesananku dan menanda tangani billnya. Setelah itu, egera makanan kita santap dengan lahap. Sehabis makan ayu masuk kekamar mandi. Ketika keluar dari kamar mandi, aku sudah berbaring di ranjang sambil mengelus2 kon tolku. Ayu berbaring disebelahnya dan segera mengelus2 kon tolku juga. Aku membiarkan ayu mengelus2 kon tolku, diremas2 dan mulai dikocok2. Nggak lama kemudian kon tolku mulai mengeras. Aku mulai mencium bibirnya dengan napsu, toketnya pun kuremas2 dengan gemas. Perlahan aku mulai menciumi toketnya, pentilnya menjadi sasaran emutanku, ayu mendesah2 keenakan. “Terus mas, enak”, erangnya. Bibirku terus menjelajah kebawah, ke me meknya. pahanya dikangkangkannya, sehingga belahan me meknya menganga. Aku mulai menjilati me meknya yang sudah basah. Ayu tambah melenguh2 ketika it ilnya menjadi sasaran jilatannya yang berikut. “Mas, enak banget, aku udah napsu lagi mas. Dien tot dong”, pintanya. Aku tidak memperdulikan erangannya, malah it ilnya kuemut, sementara tanganku terus meremas2 toketnya dan memlintir2 pentilnya. Rangsangan yang ayu terima makin besar sehingga akhirnya ayu tidak dapat menahan dirinya lagi, “Mas, aku nyampe mas”. “Cepat banget Yu, belum dien tot”, jawabku. Ayu terkulai lemas karena sudah nyampe, kon tolku segera diremas2 lagi. Aku kembali mencium bibirnya dengan ganas, ayu menyambut ciumanku. Lidahku segera melilit lidahnya dan dia menghisap lidahku yang masuk kemulutnya. toketnya terus kuremas2. “Yu, isep kon tolku dong”, pintalu, segera saja ayu merubah posisi dan mulai menjilati kon tolku yang sudah keras banget ngacengnya. Kepala kon tolku mulai diemut dan tak lama kemudian kepalanya mulai mengangguk2, mengeluar masukkan kon tolku di mulutnya. Giliranku yang melenguh, “Enak banget Yu”. me meknya yang dekat mulutku kembali menjadi sasaran. Lidahku segera menyerbu masuk dan mulai menjilat it ilnya lagi. Napsuku dengan cepat berkobar kembali.

Ayu kurebahkan dan aku langsung menindihnya sembari menciumi bibirnya. kon tol kuarahkan hingga berada tepat di depan mulut me meknya, kugosok-gosokkan kon tol di lipatan me meknya. Sensasinya sangat mengenakkan, ayu memelukku erat sekali sambil terus mengerang nikmat. me meknya semakin basah dan perlahan kon tolku yang besar mendesak masuk ke dalam me meknya. Ayu mengangkat kedua kakinya hingga selakanganya lebih terbuka lebar sehingga kon tolku dengan leluasa menerobos masuk me meknya. Ayu mengeluh, “Aduh.., enak banget mas”. Saat itu kon tolku telah masuk semua, aku diam sejenak dan kemudian dengan perlahan mulai mengenjotkan kon tolku keluar masuk, semakin lama semakin kencang hingga memasuki me meknya sampe mentok. Aku terus mengenjotkan kon tolku dengan penuh napsu sambil melumat habis bibirnya dan meremas toketnya yang mengeras. Ciumanku mulai turun ke lehernya, ayu mendesah kenikmatan. “Mas, aku hampir..” ayu makin mendesah nggak karuan. Aku tidak memperdulikan erangannya, kon tol terus kuenjotkan keluar masuk me meknya dengan keras dan cepat. Ayu terus mendesah2, sementara enjotan kon tolku makin cepat saja kedalam me meknya. “Mas, aku mau lagi.. Ahh..”, rintihnya. “Aku juga Yu..”, balasku. Enjotan kupercepat dan akhirnya pejuku muncrat memenuhi me meknya. Bersamaan dengan itu, ayu mengejang keenakan. Ayu nyampe berbarengan denganku.

me meknya terasa berdenyut2 meremas2 kon tolku. “Enak banget Yu”, erangku. Ayu kupeluk sambil kucium keningnya, kon tolku masih tertanam di me meknya sampai mengecil dengan sendirinya. Aku akhirnya mencabut kon tolku. Ranjang telah sangat basah oleh cairan kami berdua.

1 thought on “Pramugari nikmat”

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.