Melissa Anak Tiriku

Pak Anton biasa begitu orang memangilku,”selamat buat pernikahan keduanya boss Anton” ucapan dari klien kerja ku “boss umur 32 sudah nikah dua kali,iri saya” aku jawab “sialan ngeledek kamu yach”

Aku menikah lagi karena Istri pertamaku ketahuan selingkuh dengan ABG berusia belasan tahun,dan karena bukti ini jg anak satu satunya kami bernama Robby ikut denganku,umurnya sekarang ini sdh 7 tahun,cuma karena broken home dia kelihatan pendiam sekali,akhirnya aku menemukan pengganti Istriku yang pertama,Namanya Indah berumur 37 tahun 5 tahun lebih tua dari aku cuma aku rasa dia yang terbaik untuk anakku dan untuk ku.

Indah,Janda yang ditinggal mati suaminya 5 tahun yang lalu,dia bekerja dibidang pupuk di kota Malang,dan memiliki 1 orang anak wanita berusia 17 tahun bernama Melissa,Indah sangat lah keibuan dalam segala hal,dari mengurus anakku sampai urusan ranjang ,dia bisa memanjakan ku dengan berbagai macam cara dari oral sex yang luar biasa sampai sex anal pun dia lakukan untuk menyenangkan ku,hidupku terasa bahagia sekali selama 1 tahun awal pernikahanku.

Sampai suatu hari Robby bercerita kalau melihat Mellisa suka mengajak teman cowok kerumah dan kekamar bahkan dikunci ketika kami tidak ada,saya diam saja dan mulai menyelidikinya,ternyata benar laporan dari Robby,hari itu saya sengaja plg awal jam 3 sore dan ternyata Melissa membawa 2 orang teman lelakinya dan menyedot sabu sabu dikamar “ Mel,apa yang kamu lakukan ? kamu kamu…..” sambil sakaw dia mejawab “km siapa ?bkn papa ku kan?” aku marah sekali dan kuusir kedua berandal temannya itu,kutarik Mellisa kekamar mandi dan kusiram dengan shower wajahnya!!! “ampun Pa ampun Mel kapok ga lagi Pa!!” aku menjawab “mulai besok pakai sopir dan ga ada kegiatan extra atau apapun jg langsung pulang”

Read more

Menggoda Pak Jarot

Pada awalnya aku tidak ingin ibuku menikah lagi dengan Pak Jarot, seorang pengusaha otomotif yang cukup sukses di kotaku. Bukan hanya karena aku masih belum bisa melupakan kepergian ayah kandungku, namun juga karena beliau sudah memiliki dua isteri. Tapi apa boleh buat, terpaksa aku harus menerimanya sebagai ayah tiriku agar dia bisa membiayai kuliahku.

Seperti pepatah jawa bilang, ‘witing tresno jalaran soko kulino’ lambat laun aku bisa merasakan kehadiran Pak Jarot mampu memberikan nuansa tersendiri dalam keluarga kecil kami. Meskipun aku hanya anak tiri, tapi beliau sangat menyayangiku. Jadi tidak adil rasanya kalau aku tidak membalas kebaikan beliau kepadaku. Anehnya, rasa sayangku kepada beliau justru melebihi rasa sayangku kepada ayah kandungku sendiri. Entah kenapa aku menjadi terobsesi terhadap beliau. Pak Jarot seolah menjadi sosok idola bagiku. Bahkan tak jarang aku berhayal seandainya saja beliau adalah kekasihku, bisa mencumbu dan bercinta dengannya. Pikiran kotor itu selalu hinggap manakala aku berhadapan dengannya.

“Ibu nginep di rumah Pak De, ya Pak?” tanyaku pada suatu malam. Kebetulan Pak jarot baru saja pulang mengantarkan ibu ke rumah Pak De yang lagi punya gawe.

“Iya, mungkin lusa baru pulang. Soalnya acaranya ditunda besok malam.” jawab beliau. “Kamu…..,” Pak Jarot tidak melanjutkan kata-katanya. beliau hanya memandangku dengan heran.

Read more