Duh Om, Nikmat Bangetz

Aku Inez, saat ini aku kerja ditempat om Ahmed sebagai housekeeper. Aku dah kerja sebagai housekeeper sejak aku DO dari kelas 10 kerna gak da biaya. Om Ahmed merupakan bos kedua setelah aku brenti dari bos pertamaku terdahulu. Om Ahmed turunan arab, aku ngebayangin kaya apa gede dan panjangnya barangnya, katanya kan ukuran arab segede dan sepanjang pisang tanduk. aku suka horny ja ngebayangin. Ma bos terdahulu yang barangnya gak segede pisang tanduk aja aku selalu  terkapar kalo dia dah puas, palagi ma yang segede pisang tanduk. Om Ahmed juga suka jelalatan ngeliatin aku, maklum aku  masi abg banget, umurku ja blon kepala2. Sepertinya dia napsu banget ma aku, cuma gak eprna ngomong apa2 tentang  napsunya.

Satu hari om Ahmed nyuru aku nyiapin ruang kerjanya untuk miting bersama 3 orang temen bisnisnya, katanya semua arab, Om Idris, om Jamal dan Om Zul. Dia terus terang nanya ke aku, “Nez kamu dah pernah dien totin kan”. “Udah om, ma bos seblon ini Inez sering dien tot”. “Lo gitu, kamu mau gak sehabis miting nbgeladenin napsu temen2 bisnisku”. Waduh kebayang digarap 4 arab kaya apa aku jadinya. “Jangan kawatir, nti aku undang juga Sintia yang dah biasa digarap temen2 bisnisku, jadi kamu ma Sintia yang ngeladenin mereka dan aku tentunya”. Aku cuma ngangguk aja. Harinya mreka miting dari pagi, aku cuma nyiapin makanan dan minuman untuk break dan makan siang mereka. Sampe sore miting blon selesai, om Ahmed nyuru aku nyediain makan malem buat mreka, aku kira rencana setelah miting gak jadi. “Sintia dah kukontak, nti jam 8an dia mo dateng, kebetulan dia gi ndirian dirumah”. O acaranya jam 8 toh. Ya aku siapin makan malem buat mereka. Sepertinya om Ahmed dah ngasi tau rencana mengenai hiburan sex setelah miting, maka mreka buru2 makan malem yang telah kusediakan seblon waktunya.

Read more

Dewi: Ojo Perkosa Silitku Bro!!!

Mungkin memang sudah menjadi pilihanku untuk bergulat dengan aneka macam kelamin wanita. Ibu rumah tangga, gadis penjual burger, gadis toko, SPG, pelacur, semua sudah pernah aku cicipi kelaminnya. Banyak diantara mereka yang sampai sekarang masih menjalin kontak seperti Mbak Inne, staf di perusahaan galian C mitra kerja perusahaanku, yang selalu minta dianal, namun tak sedikit pula dari mereka yang sekarang menghilang. Entah karena membenci atau tak sanggup menahan rasa ketagihan mereka. Namun yang jelas, bagi wanita normal aku adalah sosok lelaki bejat tanpa moralitas sedikitpun (mungkin Okky juga menganggapku demikian).

Sepertinya aku tak pernah terpuaskan dengan bermacam rupa dan aroma kelamin wanita. Dari yang masih singset dan peret hingga yang sudah menggelambir dan longgar. Semuanya tidak pernah bisa menjadikan sebuah kepuasan yang berarti. Banyak WP yang menjadi langgananku, tak sedikit pula aku menjalin hubungan suka-sama-suka. Lobang yang ada ditubuh wanita sudah aku coba, hanya hidung dan kuping saja yang belum pernah

Read more

Perangkap Gairah Dua Mawar Jelita

Rasa ketidaksenangnya terhadap hubungan Alfi dan kakaknya Lila membuat Lidya menyetujui usul sahabat baiknya Sabrina untuk menjebak Alfi agar pemuda itu menyingkir dari kehidupan rumah tangga Lila untuk selamanya.

Sorenya itu..pukul 19.30

Seusai santap malam. Sabrina dan Lidya-pun langsung menjalankan rencana mereka.
“AAAAAAAAA!!!!” terdengar suara teriakan cukup keras.
Alfi yang bary saja hendak meminum obat-nya terpaksa menunda dulu niatnya itu. Dengan cepat ia berlari menuju ke arah muasal teriakan itu.
“Ada apaa, kak?!” tanya Alfi.
Dari ambang pintu dilihatnya Sabrina dan Lidya tengah meringkuk di atas tempat tidur sambil berpelukan. Wajah keduanya nampak ketakutan. Entah siapa di antara mereka tadi yang berteriak. Yang  jelas Alfi merasa berkewajiban melindungi keselamatan ke dua gadis itu. Tapi ia hanya berani berdiri di ambang pintu. Ada perasaan sungkan karena di situ ada Lidya.
“Fiii!!… Kemariii cepatt!!. Tolooongg !!”
Setelah Sabrina yang memintanya masuk barulah ia melangkah maju dengan hati-hati.
“Ada apa, kak?” ia melontarkan pertanyaan yang sama sambil menaikkan kewaspadaannya. Pandangannya menyapu cepat ke semua sudut kamar tersebut. Namun ia tak melihat orang lain di situ selain mereka bertiga.
“I..tuuu!”ujar Sabrina menunjuk ke arah salah satu sudut.
“I-itu..apa kak?” tanya Alfi bingung sebab tak ada apa-apa di sudut itu.
“T-tikuss!”jawab Sabrina dari tempatnya.
“T-tikuss, kak?” Alfi mengulangi ucapan Sabrina hanya sekedar untuk meyakinkan pendengarannya.
“Iyaaa Fiii! Tikus!…tolonggg  usirinnn!”
Astaga…cuma tikus rupanya! Tapi kedua gadis itu bertingkah seolah melihat hantu atau penjahat saja. Keluh Alfi dalam hati. Tapi setidaknya ia bisa napas lega sebab hal itu bukanlah suatu yang membahayakan bagi jiwa kedua gadis itu. Lantas bagaimana pula tikus bisa nyelonong masuk ke kamar ini? Sebab selama ia tinggal bersama Lila dulu  tak pernah sekalipun ada kejadian seperti ini. Sesaat kemudian Alfi tertegun. Ia barulah menyadari jika ada sesuatu yang luar biasa di dalam kamar itu. Kedua gadis itu!..mereka hanya mengenakan pakaian yang lebih minim dari biasanya. Hanya sebuah tangtop putih yang sangat tipis berpadu dengan sepotong…celana dalam! Alfi dapat memastikan keduanya tak mengenakan bra karena ia dapat melihat secara samar-samar puting-puting yang tercetak jelas di permukaan tanktop mereka. Seketika itu juga tubuhnya seakan dialiri strom bertegangan tinggi dan tanpa dapat dicegah penisnya menegang secara cepat.

Read more

Gadis-Gadis Binal

Lina, Malih merasakan lekuk-lekuk tubuh Lina yang sempurna dengan kedua tangannya. Dari pundak ke tangan. Kemudian Malih mengelus-elus paha putih mulus Lina dan menggerakkan tangannya mengikuti lekuk tubuh Lina. Pinggangnya sangat ramping, kulitnya putih mulus, terasa halus, lembut dan hangat, benar-benar seperti di dalam mimpi Malih. Kedua tangan renta Malih mencengkram dua buah ‘susu’ Lina yang begitu empuk dan kenyal. Enak sekali meremas-remas buntalan daging kembar Lina.

“hhuumm….eemmmm….ummmmm….”, Lina mulai menggumam pelan. Memang beda rasanya jika merasakan goyangan wanita idamannya. Gerakan pinggul Lina sangat mengenakkan Malih. Perlahan namun sangat mengenakkan. Goyangan Lina lebih variatif dibandingkan Intan dan Moniq. Dara cantik ini memang sangat lihai. Pengalaman berhubungan intim dengan banyak lelaki memang membuat Lina jadi dewi sex. Kecantikan fisik, kesempurnaan bentuk tubuh, dan keahliannya dalam memuaskan nafsu lelaki membuat pria mana saja ketagihan bercinta dengannya.

Keduanya terlihat sangat menikmatinya. Lidah Lina pun sedang melilit lidah Malih dengan liar. Saling pagut, saling belit. Lina terus menggoyang. Baik Lina maupun Malih kelihatan masih tenang. Tak ada tanda-tanda akan orgasme.

Read more

Diana Murid SMP Ku Part-2

Diana sekarang telah lulus SMP dan jadi siswa baru di SMA J,dan pada suatu sore,tepatnya Jum’at 27 Juli 2004, Diana mengajakku bertemu,dia bilang dia punya waktu untuk menginap sehari karena kebetulan ia ada di kota T dirumah kakaknya,sehingga kalau dari T pulang maka kakaknya akan menganggap sudah pulang ke “J”,sedang neneknya akan menganggap masih di “T”. Ini adalah pertemuan kami yg ke 7 sejak ia menyerahkan dirinya padaku.

Aku setuju dengan rencananya,maka sore itu kupacu mobilku menjebutnya di K,prapatan jalan dari T ke J. Sampai di K sekitar jam 5 sore,agak gerimis waktu itu, Diana turun dari bis yg membawanya dari T,badannya yg seksi terbalut kaos dan celana ketat semakin menambah keseksian tubuhnya yg padat berisi, rambutnya yg cukup panjang dibonding,menambah kemanisan Diana. Senyumnya langsung terkembang ketika melihatku…

Read more

Diana Murid SMP Ku Part-1

Sebut saja namaku A,usiaku 32 tahun,lahir di daerah Bandung selatan dan bulan Desember 1993 ditugaskan mengajar di Bogor. Daerah tempat tugasku ternyata letaknya jauh dari kota Kabupaten,tetapi lebih dekat ke Jakarta.

Walau akau guru,tapi aku terbiasa berpenampilan energik,sehingga para siswa menyebutku, “ Pa Keren “. Mereka menganggapku tampak selalu muda. Aku mengajar sebagai guru seni, tentu saja akibatnya jadi dekat dengan siswa,apalagi disekolah itu Band adalah hal yang asing,karena alat musik saja tidak punya. Sehingga ketika aku melatih Band,mereka senang dan menjadi sangat dekat denganku.

Read more

MY DIARY [003] Herman dan Cintanya

Penolakan cinta telah mengecewakanku, dan sudah merusak hidupku bahkan teman- temanku. Aku yang menjadi seorang perokok, peminum minuman keras, serta pecandu seks, juga telah menjerumuskan teman-teman ku ke jurang yang sama. Walaupun hidupku hanya hepi-hepi, tapi dalam lubuk hatiku masih tersimpan rasa marah, dengki, dendam, dan kesal. “Bos, tugas sudah diselesaikan, bayarannya besok saya tunggu di terminal”, aku menerima telepon dari preman yang ku bayar untuk mengerjai Alex, pesaing berat ku, juga orang yang telah berhasil merampas cintaku. Pikiranku sudah tidak panjang, aku hanya kepengen menghancurkan semua yang menghalangiku. Tapi aku tahu aku sudah terjerumus dalam dosa, dan hati ku terasa semakin tidak menyenangkan.

Read more

MY DIARY [001] Dendam Gagal Interview

Cerita ini berawal dari kebencian saya terhadap seorang manager marketing sebuah bank swasta ternama, sehingga saya harus melakukan hal-hal yang belum pernah terpikirkan oleh saya ini. Sebelum menceritakan pengalaman saya ini, perkenankan saya memperkenalkan diri, nama saya Satorman, umur 22 tahun, tinggi 170cm, dengan berat 56kg. Ya, seperti yang Anda pikirkan, perawakan saya memang dengan tubuh yang sedikit kurus, dengan kulit yang cukup gelap dan rambut yang kribo, seperti halnya perawakan orang NTT. Saya telah hampir 5 tahun meninggalkan kampung halaman saya ke kota ini, kota yang terkenal dengan pendidikannya yang lebih baik. Empat tahun saya menyelesaikan kuliah saya di sebuah universitas yang cukup terkenal di kota ini, bahkan se-Indonesia . Tetapi saya tidak merasa bangga menyandang gelar sarjana ini. Setengah tahun setelah wisuda, saya telah coba melamar kerja di banyak perusahaan di kota ini, dan tidak ada satu pun kabar panggilan.

Read more