The Fallen Princess 4: Final Target

“mmm…hhhmmm…”. Renata tidur terlentang di kasurnya. Tangannya bergerak lemah lembut mengelus-elus bibir vaginanya sendiri. Di malam yang sepi itu, Renata sendirian di kamarnya dan entah kenapa nafsunya sedang tinggi. Setelah ‘memanaskan’ vaginanya, Renata mengambil sebuah dildo. Dildo kesayangan Renata karena bentuknya besar dan panjang mampu membuat orgasmenya benar-benar maksimal. “uuummmhh..”, Renata mengulum bibir bawahnya menikmati benda tumpul yang terus masuk ke dalam vaginanya. Begitu sudah seluruhnya masuk ke dalam liang vaginanya, Renata menekan tombolnya. “ooohhh !!! Maanhhh !!”, Renata mendesahkan nama Arman. Arman, sang bandar narkoba, kini telah tiada. Tewas ditembak polisi saat penggrebekkan. Renata merasa sangat kehilangan meski Arman hanyalah sampah masyrakat dan wajahnya jelek, tapi Renata sudah terlanjur bertekuk lutut kepada Arman dengan ‘tongkat sakti’nya. Dildo yang sedang mengaduk-aduk vagina Renata itu mempunyai 2 variasi gerakan. Pertama, bergerak ke kanan dan kiri selama 6 detik. Kedua, berputar di poros selama 4 detik lalu kembali ke gerakan pertama, dst.

Saat Renata sedang menikmati dan menghayati gerakan dildo di vaginanya, tiba-tiba pintu kamar Renata terbuka. Renata menarik selimut untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. “kak?”. Ternyata yang masuk adalah adik angkatnya, Andre. “kakak lagi ngapain?”. Andre mendengar suara berdengung. Andre melihat mata Renata sayup-sayup dan tubuhnya bergetar. Andre menarik selimut Renata dan menemukan suara dengung itu berasal dari dildo yang menancap di vagina kakaknya. “tu…tuuphh…piint..ttuuhh..”, lirih Renata pelan. “oke..kak..”. Andre menutup dan mengunci pintu kamar Renata lalu berdiri di ujung tempat tidur Renata. Andre pun menonton kakaknya. Memandangi vagina kakaknya yang tertutup pangkal dildo. Andre tersenyum, menatap vagina yang telah menjadi tempat ‘bermukim’ bagi burung mudanya itu selama 2 tahun terakhir. Ya, benar, hubungan Andre dan Renata bukan kakak-adik angkat biasa. Setiap hari selama 2 tahun terakhir, Andre tidak pernah tidur di kamarnya, dia selalu tidur di kamar Renata. Hubungan ini bermula ketika Andre berumur 13 tahun saat masih duduk di kelas 1 SMP.

Sebenarnya, Andre adalah cucu dari pembantu Renata yang sudah lama meninggal. Saat Andre masih berumur 2 tahun, keluarganya hanya tinggal neneknya. Kedua orang tuanya entah kemana, tak ada kabar. Kakeknya pun meninggal dunia saat Andre baru berumur 6 bulan. Kedua orang tua Renata memutuskan untuk mengadopsi Andre karena nenek Andre sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh keluarga Renata. Renata pun tidak keberatan Andre menjadi adiknya. Awalnya, seperti anak kecil lainnya, Andre sering menjahili Renata. Tapi, ketika hormon-hormon Andre mulai bekerja dan membuat Andre jadi memperhatikan lawan jenis, Andre baru sadar kalau kakak angkatnya itu cantik sekali. Dari ‘pengalaman’ bermain internet yang Andre lakukan mulai dari kelas 4 SD (anak sekarang cepat dewasa karena internet, ya kan? hhi), penis kecil Andre sering tegak jika berdekatan dengan Renata yang waktu itu baru kelas 3 SMP. Saat Renata sudah masuk SMA. Andre semakin tergila-gila dengan Renata bahkan Andre sering membayangkan Renata bugil di depannya.

Andre jadi salah tingkah jika di dekat Renata. Renata sebenarnya memperhatikan tingkah adik angkatnya itu, tapi tidak memperhatikannya karena Renata terlalu sibuk membangun reputasi di sekolahnya. Saking memuja-muja kakak angkatnya, dan Renata pun muncul sebagai pasangan Andre di mimpi basahnya saat berumur . “oohh…kak Rena…aahhh”, Andre mengocok penisnya sendiri sambil memegang cd yang ada di ranjang Renata. Andre menempelkan cd Renata ke hidungnya sambil terus mengocok penisnya sendiri. Aroma vagina Renata masih melekat erat di cd itu karena cd itu habis dipakai Renata kemarin dari sore hingga pagi. Pagi itu, Renata terlambat jadi dia mengganti cdnya dan asal membuang cdnya itu ke tempat tidur. Rupanya, sejak mimpi basah, Andre jadi semakin nekat. Andre sering mengendap-endap ke kamar Renata yang sering tak terkunci lalu Andre mengendus-endus cd dan bh Renata sambil onani. “Andre ??!!”. “hah?!”. Andre kaget bukan kepalang, kakaknya berdiri di pintu kamar padahal dia masih memegang cd kakaknya dan menggenggam penisnya.

Read more

Petualangan Seks Dewi, Nekatnya Bambang

Sudah 3 hari ini Dewi tidak merasakan sodokan batang kemaluan lelaki di lubang vaginanya, terakhir ia merasakan sodokan-sodokan kemaluan lelaki adalah saat Pono & Yono menggenjot lubang vagina dan anusnya, serta diakhiri dengan sodokan kontolnya Hendro suaminya sendiri di kamar mandi, dan yang terakhir sodokan dari suaminya itu tidak memberikan kenikmatan bagi dia, seperti biasanya suaminya Hendro hanya bertahan sekitar 2 menitan saat mengaduk-aduk memeknya, Dewi merasakan vaginanya gatal ingin segera merasakan sodokan-sodokan kemaluan lelaki, tapi ia tidak berani nekat lagi untuk melakukannya selama keberadaan suaminya di Jakarta, suaminya hamper 2 kali memergoki ia bersetubuh jika saja suaminya pulang lebih awal lagi, karena itu Dewi tidak mau ambil resiko melakukan hubungan badan selama suaminya di Jakarta, karena ia tahu keberuntungan tidak selalu berpihak kepadanya.

Hari ini Yono tidak masuk karena sakit, sementara Dewi sendiri ingin pergi belanja untuk menghilangkan stressnya, setelah berpikir panjang lebar, ia menlpon suaminya memberitahukan keinginannya untuk pergi berbelanja dan ia juga memberitahukan kepada suaminya bahwa supirnya hari ini tidak masuk, Hendro memberikan tawaran untuk memakai Bambang, karena suaminya membutuhkan Bambang saat pulang kantor saja, dan Dewipun menyetujui usulan suaminya, setelah itu ia bergegas menuju kamar tidurnya untuk berganti pakaian sambil menunggu kedatangan Bambang.

Kira-kira 30 menit kemudian Bambangpun tiba dirumah Hendro, ia melihat nyonya majikannya sedang duduk di teras, saat itu Dewi yang mengenakan rok terusan berwarna biru muda dengan bentuk V dibagian depan yang cukup sangat terbuka sehingga menampakkan belahan payudaranya yang putih, serta bagian punggung yang sangat terbuka sehingga kemulusan punggungnya terpampang seolah menantang untuk dielus, dan di bagian punggungnya itu terlihat tidak ada ikatan BH, dan memang Dewi saat itu tidak mengenakan BH, ia hanya mengandalkan bajunya yang agak tebal dan sedikit berkerut sehingga menutupi kedua putingnya agar tidak menonjol, bagian bawahnyapun cukup pendek dan longgar kira-kira sedikit diatas tengah pahanya, sehingga kalau misalnya Dewi membungkuk untuk mengambil sesuatu akan nampak CDnya bagi orang yang berada di belakangnya.

Mata Bambang hampir tidak berkedip melihat penampilan nyonya majikannya ini, keseksian Dewi membuat birahinya bangkit, pikiran kotornya mulai menjalari otaknya, hatinya membatin kalau saja ia dapat menikmati tubuh nyonyanya ini, sungguh beruntungnya ia.

Bambangpun turun untuk membukakan pintu bagi nyonyanya ini, dan harum tubuh Dewi yang tercium olehnya membuat birahinya semakin meninggi, matanyapun mencoba untuk mencuri-curi lihat kearah payudara Dewi yang hanya ditutupi oleh bajunya dan ia melihat belahan payudara Dewi yang montok dan mengkal serta putih mulus, dan saat Dewi sedikit membungkukkan tubuhnya pada waktu naik keatas mobil, Bambang melihat payudara Dewi dari balik bajunya yang terbuka itu, matanya melotot tanpa ia sadari, ia melihat payudara Dewi seolah tidak ada yang menahan menggantung dengan indahnya, hanya saying putingnya tidak nampak karena masih terhalang oleh baju dan ia melihatnya juga dari samping, Bambangpun menelan ludah, birahinya semakin memuncak.

Dalam perjalanan kearah Mall yang disebutkan oleh Dewi, beberapa kali Bambang mencuri pandang lewat spion, seolah menanti keajaiban mendapatkan penampakan yang lebih dari tadi yang ia sempat lihat, tapi harapan tinggal harapan doanya tidak terkabul karena sampai di depan Mall, Bambang tidak mendapatkan penampakan yang indah dan seksi yang dapat membangkitkan gairah lelakinya.

Read more

Hakim Cabul

“Sidang diskors sampai besok!” Dan, Bambang mengetok palu tanda sidang ditunda. Sidang rencananya akan dilanjutkan besok untuk mendengarkan saksi-saksi lainnya. Sidang ini membahas dakwaan terhadap Irsan, seorang pengusaha yang terbukti melakukan tindakan suap untuk mendapatkan proyek triliunan rupiah yang tentu saja merugikan negara puluhan miliaran rupiah. Meskipun termasuk kasus besar yang sedang menjadi cover story di media tanah air, dari sidang ke sidang rasanya Bambang semakin tidak bisa mengalihkan matanya dari sosok wanita berumur 40-an tahun. Terlihat sangat cantik dan dibalut dengan keanggunan dan kemewahan penampilannya. Dari informasi anak buahnya, Bambang mengetahui nyonya cantik itu adalah isteri Irsan. Nyonya Nia, namanya. Di samping Nyonya Nia, adalah Tyas puteri sulungnya yang beranjak dewasa. Sama-sama cantik dan mempesona.

Sebagai Hakim, Bambang dengan mudah mendapatkan informasi tentang keluarga Irsan ini. Nyonya Nia, mantan seorang fotomodel yang cukup terkenal di zamannya. Pantas dia memiliki semua kecantikan itu. Si pemilik kulit putih ini menyukai olahraga senam yoga. Beberapa kali Bambang malah sudah mengintip Nyonya Nia saat latihan. Sangat menggairahkan ketika melihat tubuhnya yang masih langsing basah oleh peluh. Pakaian senamnya memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sangat sempurna.

“Beruntung sekali Si Irsan ini,”Gumam Bambang dalam hati. Hampir seminggu ini, Hakim ini tidak mampu melupakan setiap lekuk tubuh Nyonya Nia. Tinggi semampai 175 cm, dengan tonjolan buah dada 34 D yang membuat gairah Sang Hakim begitu menggelora. Dan, aku harus bisa merasakan nikmatnya tubuh Nia ini, kata Bambang dalam hati sambil masuk ke ruang kerjanya.

Dan waktunya tiba. Besok isterinya dan anak-anaknya akan berangkat ke Yogya untuk mengunjungi rumah mertuanya, sambil liburan sekolah. Artinya, ada waktu seharian untuk merancang semuanya…..

Dalam perjalanan pulang dari airport usai mengantar keluarganya, Bambang menelpon Nyonya Nia lewat no hp baru yang sengaja dia siapkan untuk operasi ini.”Selamat siang Nyonya Nia. Saya Bambang, Anda pasti kenal. Saya punya cara untuk menyelamatkan Irsan Maulana,suami nyonya. Kalau nyonya tertarik datang ke Mall Taman Anggrek sekarang. Datang di depan lobi masuk. Jangan cerita siapa-siapa,termasuk keluarga Nyonya. Kejahatan suami ibu berat. Polisi pasti sedang membuntuti Nyonya sekarang. Nanti Nyonya saya kalau sudah sampai sana.”

Terlihat dari nada suara Nyonya Nia yang kaget karena tidak menyangka peristiwa ini. Bambang sengaja tidak memperpanjang percakapan. Dan perhitungan Bambang tidak meleset, selang beberapa lama kemudian, terlihat Nyonya Nia sudah di lobi, sendirian.

“Sekarang, naik taksi nyonya. Jalan sampai ke tempat yang saya perintahkan. Nanti Nyonya akan saya jemput.” Perintah Bambang lagi. Dan, Nyonya Nia pun menurut. Hehehehe, isteri yang baik, tapi akan ku rusak kesucianmu sebentar lagi, kata Bambang dalam hati.

Read more