Akibat Mogok

Pada suatu sabtu malam setelah puas berjalan-jalan dan bercumbu seperti biasanya aku menjalankan mobilku bergerak hendak pulang, tetapi tak terduga mobilku mogok ditengah hujan lebat yang mengguyur.

“ Bagaimana Kak..?” tanyanya sambil memayungi aku yang tengah mengutak-atik mesin mobil (ia selalu memanggilku dengan sebutan “kak”). Payung tersebut tak dapat menahan hujan yang turun di barengi angin hingga pakaiannya pun ikut basah.

“ Sepertinya harus ke bengkel deh..”ujarku sambil membanting kap mesin.
“Itu ada bengkel sepertinya.”tunjukku mengarah pada sebuah bangunan yang terlihat seperti bengkel seraya menggamit lengannya untuk menjejeri aku.

Oh ya Tina sekarang telah kuliah di tahun keduanya.
Setelah mengetuk pintu bangunan itu dan memang adalah sebuah bengkel. Dan setelah memeriksa mobil ku petugas bengkel itu sambil menggelengkan kepalanya,

“ Kami baru sanggup menyelesaikannya besok siang.., bagaimana pak?”tanyanya.
“Ya ..sudah lah kerjakan saja..”jawabku menghela nafas.
“bagaimana ‘Na. Kakak kan antar kamu ke terminal terdekat untuk pulang ya?” pintaku padanya
“ga mau Kak, Tina takut pulang sendirian malam-malam begini” jawabnya kecut.
“Klo gtu kita terpaksa pulang besok ..ya” ujarku memastikan.
“Habis mo gimana lagi…”sahutnya ringan.

Aku melangkah mendekati petugas bengkel tersebut.

“ Pak dekat sini ada penginapan dimana?”tanyaku pada petugas yang sedang membereskan alat-alatnya.
“Di sebelah mas, kami juga mempunyai sebuah paviliun yang cukup bersih yang sering kami sewakan juga untuk menginap paling tidak hingga mobil ini selesai dikerjakan, ….”jawabnya tak memalingkan wajah sedikitpun.

“ Ok deh Kak…”sergah Tina mengiyakan tawaran petugas tersebut.

Ternyata paviliun tersebut memang cukup bersih dan layak, kata petugas itu. Terletak terpisah dari bangunan induk dengan dilengkapi sebuah kamar mandi di dalamnya berikut sebuah tempat tidur besar dan sofa sekadarnya.

Dengan memakai sarung yang memang selalu ada dalam mobilku Tina keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri. Aku tau ia tak mengenakan apa-apa lagi di balik sarung itu. Gairahku terlecut memandang tubuhnya yang membayang dari balik sarung tipis yang membungkus tubuh sintalnya.

Read more