Kisah Pilu Pak Imin dan Wanita-Wanita Tak Berdosa Part 3 (ENDING)

Sementara enam kawanan mesum mulai bergerak mengendap ke lantai dua. Isak maju paling depan dan Wahyu paling belakang. Mereka terus mengendap sambil memperhatikan keadaan sekitar.

Didin : Gelap semua kamarnya, cuma kamar nomor sepuluh itu yang diujung yang lampunya nyala. Jangan-jangan yang dua sudah pada tidur.
Manuel : Coba kuintip dulu kamar sepuluh.

Manuel perlahan mengendap mengintip kamar sepuluh lewat jendela. Kebetulah gordyn jendela itu terbuka. Mata Manuel mengintip perlahan, kemudian kembali lagi.

Manuel : Ternyata mereka bertiga ada di kamar ujung itu. Bagaimana jadinya?
Ando : Ya sudah, kalau begitu kita labrak sama-sama. Gimana? –semua mengangguk setuju.
Isak: Tunggu dulu bentar. Coba kulihat kamar yang lain sebentar ya.
Ando : Loh, mau apa lagi kau?
Isak : Ah pokoknya sebentar lah.

Isak masuk ke kamar delapan yang tidak dikunci, kemudian keluar mengambil sebilah cutter.
Isak : Ini akan memudahkan pekerjaan kita.

Maka Ando yang maju untuk mengetuk pintu kamar sepuluh, yang lain bersembunyi supaya tidak terlihat jika penghuni kamar mengintip lewat jendela. Isak bersiap dengan cutternya untuk memberikan kejutan.

Elma, Reina dan Yuli memutuskan untuk tidur bertiga di kamar sepuluh, karena mereka bertiga agak penakut. Elma berwajah sangat manis, yang paling manis di antara kelima gadis di sana. Kulitnya paling putih, mukanya paling cantik, dan badannya sangat langsing. Yuli juga kulitnya putih, tapi tak seputih Elma. Badannya lebih berisi. Sedangkan Reina kulitnya agak coklat gelap, namun tubuhnya yang paling montok.

Mereka bertiga sedang ngobrol sambil menunggu kantuk sebelum pintu itu diketuk. Elma yang tuan rumahnya kamar langsung berdiri dan menghampiri pintu. Mereka semua berdaster dan segera memakai kerudung begitu tahu ada yang datang. Elma tidak curiga sedikitpun jadi tidak perlu merasa melihat melalui jendela dan langsung membuka pintu.

Read more