Gara-Gara Suami Tidak Bisa Menghamili

Usia 27 tahun bagi seorang wanita bukanlah usia yang muda lagi. Pada umur itu biasanya para wanita mendambakan memiliki keluarga kecil yang bahagia. Suami dan anak akan melengkapi kebahagiannya. Begitupun dengan Indah, seorang wanita berjilbab yang bekerja sebagai customer service pada salah satu perusahaan swasta. Di usia 27 tahun saat ini, dia pun menginginkan hal tersebut. Terutama memiliki anak. Belum lengkap rasanya seorang wanita jika belum menjadi seorang ibu. Namun apa dikata, bayangan perkataan seorang dokter kandungan kemarin seolah menjadi pisau tajam yang menohok hatinya

Read more

Namaku Maya

Pagi itu Maya berdandan lebih lama dari biasanya.Maya, itu namaku, di usiaku yang 31 ini aku sudah lama tidak keluar dan bekerja di dunia selain di rumah tangga.Beberapa tahun Maya hanya mengurus anak, sehingga terkucilkan dari dunia luar.Kini anakku sudah cukup besar, sehingga bisa kutitipkan ke orang tuaku.Hari ini tampilanku harus jauh lebih dari biasanya..kukenakan sepatu hak tinggi yang lama di lemari.Rambut ku ikat keatas dengan rapi bak pramugari.Kukenakan tank top putih , kusemprotkan sedikit minyak wangi kesukaanku, lalu kudobel dengan blazer.Kugunakan lipstik pink muda secukupnya, hanya untuk membuat bibirku tampak basah.

“hmmmm … masih lumayan” ..sambil memegang perutku yang masih rata lalu tanganku menulusuri ke pinggangku.Kemudian aku berputar melihat pantatku di balut ketat oleh celana dalam g-string warna coklat tua. Sengaja kukenakan G-string agar garis celana dalam tidak nampak di rok-ku.

Lalu kemudian aku mencoba menggunakan stocking agar tampak profesional sebelum akhirnya kupakai rok ukuran sepaha warna hitam.”hari pertama diterima kerja di perusahaan besar, aku tidak boleh gagal !”Maka berangkatlah aku naik taxi ke pusat kota.Suami Maya hanyalah karyawan kecil dengan gaji kecil, selama ini ekonomi keluarga cukup sulit.Dan Maya punya ambisi untuk mencari uang sendiri, perdebatan panjang dengan suami mengenai bagaimana istri bekerja dengan penghasilan lebih besar sudah terjadi berkali kali, sampai akhirnya Maya diijinkan.

Read more

Birahi Preman Terminal

Sudah dua jam lebih Icha menunggu lewatnya bus P-45 yang biasanya mengantarkannya pergi pulang sekolah. Ya, hanya bus rakyat itulah satu-satunya sarana transportasinya dari Cimone tempat sekolahannya berada ke rumahnya di bilangan blok M Jakarta selatan. Tapi sejauh ini, bus itu belum nongol-nongol juga. Padahal kakinya sudah semutan terus berdiri di dalam terminal Cimone yang dahulu masih sepi dan tidak terawat.(kebanyakan para penumpang malas untuk masuk keterminal tetapi lebih banyak memilih menunggu angkutannya diluar terminal,lebih aman katanya)

Icha yang kelas satu dan belum sebulan ini masuk sekolah barunya, melirik sekali lagi jam tangannya hadiah dari kakaknya yang kerja di Batam. Pukul lima petang lewat limapuluh menit. Inilah arloji hadiahnya jika masuk SMA favorit. Gadis 16 tahun bertubuh imut ,langsing tapi tampak sexi dengan balutan rok abu-abu diatas lutut dan baju putih ketat itu memang pintar dan cerdas. Tak heran jika ia mampu menembus bangku sekolah idamannya.

Cuaca di atas langit sana benar-benar sedang mendung. Angin bertiup kencang, sehingga membuat rambut panjang sepinggangnya yang lebat tapi agak kemerahan itu berkibar-kibar. Hembusannya yang dingin membuat gadis berkulit kuning langsat dan berwajah ayu seperti artis Agnes monica berkulit kuning langsat tapi mata tidak terlalu sipit (karena Icha memang bukan keturunan china) itu memeluk tas barunya erat-erat untuk mengusir hawa dinginnya. Berulang kali bus-bus kota lewat, tapi jalur yang ditunggu-tunggunya tak kunjung lewat juga. Sejenak Icha menghela nafasnya sambil menebarkan pandangannya ke seluruh calon penumpang yang berjejalan senasib dengannya. Lalu menengok ke belakang, memperhatikan bangunan bekas Wartel disebrangnya dari arah pintu masuk terminal yang cukup sepi. Tampak puluhan laki-laki (kalo dilihat sepintas cukup menyeramkan dgn dandanan acak-acakan) yang tengah meneruskan kegiatan premanisme nya, walaupun cuaca sedang jelas hendak hujan deras. Hilir mudik kendaraan yang padat kian membuat kegelisahannya memuncak.

Read more

Kekasihku Diperkosa Polisi

Saya pertama kenal Vira ketika melihatnya menjadi model cover di sebuah majalah di Jakarta, kemudian ia juga menjadi bintang sinetron Abad 21. Vira berumur 17 tahun, cantik, kulitnya putih mulus, ramah dan yang paling menarik perhatian orang-orang adalah buah dadanya yang bundar dan padat berisi. Semua orang yang menatap Vira pandangannya akan langsung tertarik ke arah buah dadanya yang membusung. Tidak terlalu besar memang, tapi sangat proporsional engan tubuh dan wajah Vira. Saya berkenalan dengannya, pertama melalui surat kemudian bertemu, sesekali menelepon dirinya. Lama-kelamaan kita semakin sering bertemu dan percakapan yang ada semakin menjurus ke hal-hal yang pribadi. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengajaknya keluar makan malam. Suatu hari saya memberanikan diri untuk mengajaknya dan ternyata Vira senang sekali mendengar ajakan saya, dan langsung setuju. Saya gelisah sekali menunggu pada saat menjemput Vira di rumahnya.

Setelah pulang kerja dan berganti pakaian saya menjemput Vira, untuk kemudian makan malam di sebuah restoran. Di sana kami bercakap-cakap panjang lebar, setelah itu dilanjutkan sebuah diskotik untuk sedikit menggoyangkan tubuh dan minum. Di tengah-tengah percakapan di diskotik, Vira mengajak saya untuk kembali ke rumahnya dan melanjutkan sisa malam itu di rumahnya. Bagaimana saya bisa menolak tawaran itu?

Sepanjang perjalanan pulang Vira berkata bahwa ia belum pernah mengalami hari yang menyenangkan seperti yang baru ia alami malam itu, dan ia juga berkata, di rumah nanti giliran dirinya yang akan membuat diri saya tidak akan melupakan malam ini.

Saya begitu bergairah dan berhasrat untuk lekas-lekas sampai ke rumah Vira, ketika tanpa sadar saya mengendarai mobil melebihi batas maksimal kecepatan di jalan. Tiba-tiba saya tersadar ketika di sebelah kanan sudah ada mobil Polantas yang berusaha menghentikan mobil saya. Saya meminggirkan mobil di tempat parkir sebuah toko dan menunggu Polantas tadi mendekati mobil kami. Ia bertanya hendak ke mana kami sampai-sampai kami membawa mobil itu melebihi batas kecepatan. Rupanya alasan saya tidak masuk akal sehingga Polantas tadi meminta STNK dan SIM saya.

Read more

The Fallen Princess 3: Musuh Dalam Selimut

Sebulan telah berlalu, Putri dan Sapto semakin mesra setiap harinya, hampir tak bisa dipisahkan. Putri pun sudah menjelma menjadi penerus Reisha. Keahlian ranjangnya sudah setara dengan Reisha. Sangat cepat dia menyerap semua ajaran Sapto. 5x lebih cepat daya serap Putri dibanding Reisha. Tak heran kalau kerinduan Sapto akan keintimannya dengan Reisha, kini terobati dengan keintimannya bersama Putri. Putri juga sudah menerima Sapto dengan sepenuh hati, setiap bercinta dengan Sapto kini Putri lakukan dengan senang hati, tidak ada rasa terpaksa seperti dulu. Dan selama 1 bulan, Putri selalu sarapan sperma Sapto. Sejak menyantap sperma Sapto setiap pagi, Putri merasa ada perubahan. Di sekolah, dia tidak pernah merasa lemas dan ngantuk lagi. Dia jadi selalu bersemangat setiap harinya sehingga mudah menyerap pelajaran dan nilai ulangan hariannya sangat bagus. Mungkin karena sperma Sapto yang kaya protein membuat tubuhnya sehat dan terus bertenaga. Akhirnya, Putri pun jadi senang ‘memerah’ penis Sapto setiap pagi. Tapi, Putri tetap tidak mau berkeliaran di dalam rumah jika tidak memakai sehelai benang pun seperti kakaknya.

Padahal, Sapto ingin sekali melihat Putri berlalu-lalang di sekitarnya tanpa pakaian. Memang, tubuh indah Putri sudah menjadi pemandangan Sapto sehari-hari, tapi melihat Putri telanjang selain di dalam kamarnya adalah fantasi liar Sapto. “Mang Sapto..”, lirih Putri lembut berada di dalam rengkuhan Sapto setelah bercinta dengan sangat panas. “iya non..ada apa?”. “Mang Sapto mau bantuin Putri kan?”. “iyalah mau non..emang mau minta tolong apa?”. “Putri mau balas dendam..”, nada suara Putri berubah. “beres non..Mang Sapto bakal bantuin non Putri..”. Lalu mereka berdua berpelukan lebih erat dari sebelumnya. Keduanya sama-sama tahu, mereka berdua akan saling menjaga dan membantu satu sama lain. Pembunuhan pasti tidak akan seru, Putri memikirkan cara untuk membuat target pertamanya malu seumur hidup dan kalau bisa, sampai hidup segan mati pun tak mau. Sapto dan Putri pun mulai menyusun rencana. Tapi, sedang asyik-asyiknya terus berduaan setiap hari, orang tua Putri pulang. Awalnya mereka berdua bingung, bagaimana caranya menghabiskan waktu bersama jika ada orang tua Putri.

Dulu, orang tua Reisha dan Putri meski masih jarang ke luar kota, mereka terus pergi sehingga Reisha dan Sapto hanya tinggal memikirkan keberadaan Putri dan Reisha sampai sering bolos sekolah hanya untuk menghabiskan waktu bersama Sapto, tapi kini, orang tua Putri dan Reisha sering berada di rumah. Bukan Sapto namanya jika kehabisan akal. Sapto yang bertugas antar-jemput Putri, ‘menculik’ Putri setiap hari ke rumahnya. Tentu, Putri mau saja setiap hari ke rumah Sapto. Berbagai alasan, Putri utarakan ke kedua orang tuanya mulai dari pelajaran tambahan, ekskul, belajar kelompok, mengerjakan tugas, dll. Kedua orang tuanya percaya saja karena yang mereka tahu, Putri adalah anak yang baik dan pintar. Kini, Putri tidak pernah lagi makan malam bersama karena setiap malam dia selalu pulang dalam keadaan kenyang. Kenyang karena sperma Sapto. Dan untuk ‘sarapan’ pagi, Putri menguras penis Sapto selama perjalanannya ke sekolah. “Nad..mau ke mana lo?”. “gue mau balik ah Ta..bt gue..”. “yaudah..terserah..”. “Nit..gue balik duluan ya..”. “oke..”.

Setelah cipika cipiki ke kedua temannya itu, Nadya keluar meninggalkan club favoritnya. Mobil Nadya melaju kencang menembus kegelapan malam karena dia memang sedang sangat bad mood. Tapi, lama-lama mobilnya terasa aneh. Mobilnya terasa berguncang-guncang sepanjang jalan. Nadya meminggirkan mobilnya di jalanan yang sudah sepi. Rupanya, ban belakang mobilnya kempes. “mampus gue..pake kempes segala..”, Nadya kebingungan, bannya kempes di jalanan yang sepi, ditambah sekarang jam 2 pagi, mana ada bengkel yang masih buka. Teleponnya mati, lupa di cas olehnya. Tiba-tiba ada seseorang yang datang dari kejauhan. “Pak…maaf..bisa bantu saya?”. “oh iya..ada apa neng?”. “ban saya kempes..”. “yah neng..malem-malem gini..gak ada bengkel yang buka..”. “tolong Pak…”. “mm..bentar neng..saya coba ke bengkel teman saya dulu..mudah-mudahan masih bangun..”. Dengan sabar, Nadya menunggu bapak tadi. Tidak ada pilihan lain, mau pulang dan kembali lagi, tak ada kendaraan yang lewat. Tak lama kemudian, ada empat orang laki-laki yang datang. “wah..ternyata mobilnya neng cakep toh..pantes aja tadi gue mimpi ketiban duren..”.

Read more

Ketika Istriku Menjadi Budak Seks Bosku Bagian 2

Bagian I: Permulaan

Audrey, Tidak terasa sudah 3 minggu berlalu semenjak kejadian di puncak. Selama tiga minggu itu tidak ada apapun yang terjadi. Aku dan istriku Audrey masih menuruti instruksi yang diberikan Wen sebelum kami pulang dari puncak, namun tidak ada tanda-tanda Wen akan meneruskan aksinya terhadap Audrey. Di kantor tempatku bekerja Wen tidak pernah membicarakan kejadian di puncak itu, dia bertindak seolah-olah kejadian di puncak tidak pernah terjadi dan akupun bekerja seperti biasa yaitu membantu Wen dalam manajemen kantor sehari-hari, meskipun semenjak kejadian 3 minggu lalu itu aku dan Wen menjadi tidak akrab seperti biasanya. Kami jarang mengobrol satu sama lain, adapun apabila harus berbicara dengan Wen hanyalah sebatas pembicaraan yang terkait dengan pekerjaan. Selama tiga minggu itu, Audrey tidak pernah keluar rumah. Bel kecil di bibir atas memeknya dan larangan memakai BH dan celana dalam membuatnya risih untuk keluar rumah. Setiap Audrey melangkah pasti terdengar bel kecil itu berbunyi pelan.

Mungkin pembantu-pembantu dan supir di rumah sebenarnya mendengar dentingan bel kecil itu, hal itu terlihat di raut wajah mereka ketika Audrey ada di sekitar mereka. Raut wajah mereka menampakkan kebingungan dan kecurigaan karena mendengar bunyi bel kecil dari dalam rok majikan perempuannya, namun mereka tidak ada yang berani bertanya ataupun berkata apa-apa. Di rumahku aku dan Audrey mempekerjakan 2 pembantu wanita, 1 pembantu pria dan seorang supir. Salah satu pembantu wanita kami yang biasa kami panggil bi Minah seorang wanita tua yang bertugas memasak dan mencuci pakaian. Satu pembantu wanita kami yang lain bernama panggilan Mar seorang wanita muda berumur 18 tahunan yang bertugas membersihkan rumah, sedangkan pembantu pria dan supir kami masing-masing bernama Sudin dan Amir. Keduanya berumur sekitar 50 tahunan dan berkulit sangat hitam tanda seringnya terkena terik sinar matahari. Pembantu-pembantu dan supir di rumah terlihat menyadari perubahan pada diri Audrey, terutama Sudin dan Amir.

Mereka sering terlihat memandangi istriku di rumah, meskipun setiap kali aku melihatnya mereka memalingkan muka dan pura-pura sedang tidak memandangi Audrey. Audrey di rumah tidak pernah lagi memakai BH dan celana dalam, hal itu sesuai dengan instruksi Wen. Ada rasa kekuatiran bahwa pembantu dan supir di rumah mengetahui hal itu, apalagi setelah melihat akhir-akhir ini Sudin dan Amir sering memandangi istriku dengan tatapan yang lain, sedikit mesum terpancar di muka mereka yang hitam itu. Tidak terasa sudah 3 minggu berlalu semenjak kejadian di puncak…, ketika pada suatu malam telepon kami berdering. Audrey mengangkat telepon dan terlihat berbicara dengan serius dengan orang di seberang telepon itu. Setelah 10 menit berbicara, Audrey menutup telepon dan dengan muka pucat menghampiriku. Audrey menceritakan bahwa yang menelepon barusan adalah Wen. Wen akan datang ke rumah besok siang dan memerintahkan istriku untuk mempersiapkan diri…

Bagian II: Pelecehan di Rumah

Mr. Wen, Keesokan harinya, aku ke kantor seperti biasanya, karena ketika Wen menelepon Audrey tadi malam, Wen tidak menginstruksikan apa-apa yang berkaitan dengan diriku. Hari itu di kantor Wen memberikanku banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Terus terang aku tidak bisa konsentrasi di kantor. Perasaanku campur aduk mengingat telepon Wen pada istriku tadi malam, namun Wen tidak mengatakan apapun kepadaku tentang janjinya dengan Audrey siang ini. Wen memperlakukanku seolah-olah aku tidak mengetahui rencananya siang ini dengan Audrey. Menjelang istirahat makan siang, aku melihat Wen meninggalkan kantor. Melihat itu hatiku semakin campur aduk. Aku bisa menebak Wen akan pergi kemana, namun aku tidak bisa berbuat apa-apa, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di kantor. Aku semakin tidak bisa konsentrasi dan pikiranku semakin kacau ketika jam sudah menunjukkan pukul 3 sore dan belum ada tanda-tanda Wen kembali ke kantor. Akhirnya aku memutuskan untuk menelepon Hp Audrey. “Tuut…tuut…tuut…” bunyi nada panggil di Hp Audrey tidak ada yang mengangkat.

Read more

Ketika Istriku Menjadi Budak Seks Bosku

Bagian I: Permulaan

Audrey, Cerita ini bermula ketika aku dan istriku sudah membina rumah tangga selama 2 tahun. Aku bernama Tommy dan Istriku bernama Audrey, umurnya saat ini 27 tahun, berwajah cantik, kulitnya putih, tinggi badan sekitar 165cm, rambutnya sedikit lebih panjang dari bahu. Kehidupan kami berumah tangga sangatlah baik, kami termasuk keluarga yang mapan. Sebagai istri, Audrey adalah istri yang baik, ia adalah seorang wanita yang alim dan sopan. Untuk urusan ranjang, Audrey dapat dikatakan bukanlah seorang ahli, laki-laki pertama yang menidurinya adalah aku yaitu pada saat malam pengantin kami. Dua tahun kehidupan perkawinan kami berjalan baik-baik saja, kami belum mempunyai keturunan, mungkin kekurangannya adalah kehidupan seks kami terlalu biasa-biasa saja. Kami mungkin hanya berhubungan badan sekali dalam 2 minggu dan itupun hanya dengan cara yang sangat konvensional yaitu posisiku di atas dan dia di bawah. Audrey tidak menyukai atau bahkan dapat dikatakan tidak mau dengan gaya lain selain gaya konvensional tersebut.

Entah kenapa setelah 2 tahun berumah tangga, pada waktu berhubungan badan dengan Audrey, aku selalu membayangkan Audrey sedang disetubuhi laki-laki lain, dan hal tersebut terus berulang sampai-sampai pada saat sedang tidak berhubungan badanpun dengan Audrey aku selalu memikirkan bagaimana rasanya melihat Audrey disetubuhi laki-laki lain. Aku bekerja di sebuah perusahaan multi-nasional, bossku adalah seorang warga negara China, umurnya sekitar 59 tahun, badannya sangat gemuk dan kepalanya sudah mulai botak, hanya tinggal rambut-rambut tipis menutupi bagian kepala belakangnya. Bossku ini, namanya Wen sangatlah baik kepadaku, dapat dibilang akulah tangan kanannya di Indonesia. Orangnya suka bergurau masalah-masalah seks. Wen sering sekali menanyakan kabar Audrey, memang sudah beberapa kali Wen bertemu dengan Audrey dalam acara-acara kantor, terlihat sekali dia sangat tertarik pada Audrey yang memang sangat cantik dan menggiurkan banyak laki-laki. Suatu ketika Wen menanyakan kehidupan rumah tanggaku, seperti biasa dia menanyakan kabar Audrey dan menanyakan mengapa sampai saat ini kami belum mempunyai keturunan dan apakah hal tersebut disengaja karena memang belum menginginkan keturunan.

Mendengar pertanyaan tersebut, akupun menjawab bahwa sebenarnya aku dan Audrey menginginkan keturunan tapi memang belum berhasil mendapatkannya. “Mungkin cara kamu salah Tom, berapa kali kamu berhubungan badan dengan istrimu dalam seminggu” Tanya Wen kepadaku. “Yah sekitar sekali dalam 2 minggu dan pada saat istriku dalam keadaan subur” jawabku singkat. “Waah, mungkin kamu harus periksa ke dokter tuh, dokter ahli kandungan dan dokter ahli jiwa. Kenapa ke dokter ahli jiwa? Karena kamu punya istri cantik tapi hanya ditiduri sekali dalam 2 minggu atau pada saat subur saja. Kalau Audrey itu istriku, pasti aku tiduri dia tiap hari dan berkali-kali” candanya kepadaku. Mendengar hal tersebut, entah setan apa yang menghinggapi diriku, timbul sebuah ide dalam benakku. “Mr. Wen mau tidur dengan istriku? Bilang saja terus terang” celotehku. Mendengar perkataanku muka Wen terlihat kaget dan tidak percaya. “Kalau saya bilang memang sangat mau bagaimana?” katanya memancingku. “Ya boleh saja” sahutku. Kemudian aku menceritakan kepada Wen bahwa akhir-akhir ini aku selalu membayangkan aku menyaksikan Audrey ditiduri laki-laki lain, dan aku juga menjelaskan bahwa mungkin pikiranku ini hanya akan jadi khayalan semata mengingat betapa alimnya Audrey. Ternyata gayung bersambut. Wen menjelaskan dan meyakinkan kepadaku bahwa sebenarnya tidak ada wanita yang alim dalam seks, wanita hanya memerlukan pancingan dan pengaturan “permainan” dari laki-lakinya untuk membangkitkan nafsu yang ada dalam dirinya. Wen kemudian mengatakan bahwa dirinya akan dengan senang hati membantu khayalanku menjadi kenyataan kalau memang aku mempercayainya. Mendengar itu akupun langsung mengiyakan. Wen kemudian memastikan lagi apakah aku tidak akan apa-apa kalau dirinya meniduri Audrey dan menanyakan apakah aku meminta imbalan sesuatu dari dirinya agar dia diperbolehkan meniduri Audrey.

Read more

Anggie The Series: Budak Seks

Sudah dua minggu itil ku di pasangi gembok oleh mas Hari dan mas Mantri..aku demikian takut kalau kalau mas Aries tahu keadaan ku.. Aku terus memohon kepada mas Hari dan Mas Mantri untuk melepaskan gembok itu. Sementara itu setiap mas Aries mengajak bermesraan saya selalu menolak dengan alasan yang beragam. Saya sangat takut mas Aries sampai melihat ada gembok yang ter tindik di itil ku, apa lagi yang pegang kuncinya ternyata orang lain. Hari itu mas Aries sedang libur dan sedang berada di rumah. Tiba tiba telepon berbunyi, mas Aries yang mengangkat, tidak berapa lama “Anggie, kamu masak apa hari ini .. buat untuk empat orang ya…”kata mas Aries..”buat siapa mas? siapa yang mau datang?” kata ku khawatir…”Hari sama Mantri mau mampir.. Sudah lama mereka tidak main kesini” mendengar itu jantungku  langsung seperti copot “memang jarang main sama mas Aries tapi sering mempermainkan istrimu mas…”

Aku pun menuruti dengan memasak 2 porsi lebih banyak… dan jantungku berdegub kencang… tapi anehnya ada suatu rasa yang aneh juga menghinggapi diri ku…Tidak berapa lama bel apartement kami berbunyi. “Anggie tolong dibuka pintunya… saya sedang pakai baju” kata mas Aries. Aku segera membuka pintu apartement…”wahhh nyonya rumah sudah nggak sabar ketemu kita kayanya…”kata mas Mantri begitu pintu di buka.”mas apa apaan sih…jangan keras keras nanti mas Aries dengar”kataku sambil sedikit marah.”mumpung suami mu di kamar buka pakaian dalam kamu”kata mas Hari dengan suara seramnya sambil menunjukan dua buah benda yaitu sebuah DVD dan kunci gembok… aku  tahu maksudnya.”mas tolong jangan….”.”sudah lakukan saja sebelum suami kamu keluar..atau…”katanya lagi sambil mengacungkan kembali kedua buah benda tadi. aku pun dengan rasa sangat khawatir melepaskan bra dan celana dalam ku tanpa melepas pakain luarku yang berbentuk terusan pendek dan berbahan sedikit tipis..aku melepaskannya cepat2 takut jika tiba tiba mas Aries keluar.

Dan mas Mantri merebutnya dari tangan ku dan memasukannya di dalam tas kecil yang dibawanya. Tidak berapa lama mas Aries keluar dari kamar dan mereka langsung mengobrol. Sementara saya segera masuk dapur untuk menyiapkan makan malam buat mereka semua.”mas Aries kok mbak Anggie kelihatan makin seksi ya…”celetuk mas Mantri yang membuat darah ku terasa mendesir..”ah bisa aja mas Mantri..gini nih kalau lama nggak ketemu istri sendiri semua wanita dianggap seksi” jawab mas Aries.. mungkin dia hanya menganggap celetukan itu  hanya gurauan tapi tidak bagi ku.. Dengan perasaan yang gamang saya masuk dapur mengingat sekarang saya hanya mengenakan pakaian luar yang sedikit pendek, tanpa pakaian dalam. Kemudian saya langsung menyiapkan  makan malam kami… Saat makan aku duduk bersebelahan dengan mas Aries sedang mas Mantri di depan ku bersebelahan dengan mas Hari. Saat sedang menghirup soup hampir saya tersedak. Saya merasakan sesuatu menyusup diselangkangan ku yang tanpa celana dalam. Ternyata itu adalah jempol kaki mas Mantri.

Dengan mata melotot saya memberi isyarat protes kepada mas Mantri, tapi dia juga nggak kalah sigap dengan sedikit isyarat kepada mas Hari, maka mas Hari mengeluarkan kunci gembok itil ku, memainkan sedikit kemudian mengantongkannya lagi. Itu merupakan isyarat yg jelas bagi ku….”kunci apaan tuh mas Hari.. kecil amat kuncinya, kaya kunci mainan” kata mas Aries ” oh… ini emang kunci mainan kok… kunci ini buat mengendalikan mainan kami..”kata mas Hari dingin. Saya langsung terdiam… dan ibu jari mas Mantri pun bermain main dengan leluasa di vagina ku. Dengan sedikit isyarat dia melebarkan kaki ku… dan mulai memainkan kemaluan ku…. heran dimana dia belajar memainkan vagina dengan kaki,… tapi rasanya nikamt sekali… sehingga tanpa sadar tiba tiba saya melenguh…”engghhhh..” Mas Aries tampak terkejut… “kenapa kamu Anggie..” aku sedikit gelagapan mendengar pertanyaan itu….”hmmm ini mas soupnya…”. ” wah, Mbak Anggie keenakan ya…” kata mas Mantri… Saya tahu maksud sindirannya sehinggak semakin tidak bisa berbicara..

Read more

Anggie The Series: Pelecehan pun Berlanjut

ANGGIE…

Semenjak kejadian pertama, ketika mas Hari dan mas Mantri memperkosa saya, sudah beberapa kali mereka mengulangnya. Setiap kali melakukan mereka selalu mengerjai saya dengan cara cara yang belum pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Dan yang paling aneh mereka seolah tahu jadwal tugas luar mas Aries suami ku. Mereka selalu merekam setiap mereka menyetubuhi diriku. Diriku sebenarnya merasa sangat terhina atas perlakuan mereka tapi yang aneh saya juga selalu menikmatinya. Mereka selalu menggunakan hasil rekaman kamera itu untuk mengancam saya. Mas Aries suamiku tidak pernah mengetahui bahwa istrinya sekarang telah menjadi budak seks para cleaning service itu, malah dia masih suka mengundang mereka datang ke apartement kami. Namun sebuah kejadian telah membuat saya sangat ketakutan. Hari itu mas Aries sedang tugas ke kota Busan, dan baru kembali 3 hari lagi. Seperti sudah saya duga sebelumnya, sore sore sekali setelah jam kerja kedua orang itu menelpon.

”Anggie..” sekarang mas Mantri memanggil nama saya dengan nama saja tanpa embel embel mbak seperti sebelumnya. “Kami mau datang kesana, tolong kamu bersiap pakai mantel kamu.. jangan pakai apa apa lagi, kita jalan jalan….” segera aku hendak memprotes, tapi…”Jangan bantah kalau tidak mau rekaman kamu saya putarkan didepan suami kamu, dan setelah itu kami sebar di internet” mulut ku segera terkunci aku pun melepas pakaian ku, mengenakan mantel ku dan duduk di ruang tamu menuggu kedatangan mereka dengan perasaan yang campur aduk… terhina, malu, tapi juga ada gejolak rasa aneh yang menggelora. Tidak berapa lama bel pintu apartement saya berbunyi. Saya membukakan pintunya, ” wah kamu cantik sekali …dasar cewe’ nggak punya urat malu hahahahaha…” sambil berkata gitu tangan mas Mantri merogoh ke pantat saya yang tidak mengenakan apa apa dibalik mantel. Saya benar2 terhina..

Kemudian mereka mengajak saya pergi, di sepanjang jalan orang banyak menatap saya sebab mantel yang saya gunakan sedikt pendek dengan bagian bawah yang mengembang. sehingga terkadang jika sebuah kendaraan yang melintas dekat saya atau ada angin nakal maka mantel itu akan mengembang dan memperlihatkan bagian bawah saya yang telanjang. Beberapa kali hal itu terjadi saya selalu berusaha menutupi dengan menekan mantel saya dengan tangan, tapi mas Mantri tidak membiarkanya, dia selalu sigap menangkap tangan saya. Ternyata mereka membawa saya kesebuah kawasan yang bisa dianggap cukup rawan di kota itu. Kami memasuki sebuah tempat yang ternyata adalah tempat yang melayani pembuatan tatto dan tindik. Kemudian mas Hari yang berwajah seperti Tukul tapi tidak lucu itu terlihat berbicara dengan bahasa Korea dengan pemilik tempat itu, walau cuma cleaning service mas Hari memang sudah jauh lebih lama tinggal di Korea dibanding saya selain tempatnya bekerja memaksanya harus bisa bahasa Korea. Terlihat beberapa kali pemilik tempat itu milirik kearah saya kemudian terkekeh.

Read more