Tantangan Mesum Wulan

Pak Rudy adalah kepala bagian keuangan di tempat aku bekerja. Ia sering datang ke ruanganku untuk menanyakan masalah keaungan dan pembukuan kantor, karena kebetulan aku yang mengurus semuanya. Dia adalah seorang pria berusia sekitar 40 tahunan dan mempunyai wajah yg tampan dan badan yg cukup bagus. Menurut orang orang walaupun dia sudah beristri tapi masih suka menggoda teman wanita sekantor. Hal ini terbukti ketika dia masuk kedalam ruanganku seringkali matanya menatap kebagian dadaku, karena aku memang sesekali memakai pakaian yang agak ketat. Buat aku sendiri tidak ada masalah, aku malah senang kalau tubuhku dikagumi laki-laki, terkadang aku sengaja datang keruangannya untuk menanyakan sesuatu sambil berpura pura menjatuh kan sesuatu. Biasanya matanya melihat kebelahan dadaku sewaktu aku berusaha mengambil sesuatu yang aku jatuhkan tadi. Aku yakin di anya pasti menikmati keadaaan tadi karena kebetulan aku memang mempunyai dada yang cukup indah.

Pada suatu hari aku sedang di ruanganku sendirian sambil membaca salah satu situs porno. Semakin lama aku membacanya tanpa aku sadari aku semakin horni jadinya. Aku kebetulan memakai baju yang belahan dadanya agak terbuka dan longgar. Tak sengaja aku menyenggol gelas minumanku. Lantai dan sebagian rok yang aku pakai menjadi basah. Terpaksa aku mebersihkan lantai yang basah tadi. Tanpa diduga pak Rudi masuk keruanganku. Biasanya dia memang tidak mengetuk pintu ruangan sebelum masuk keruanganku. Dia melihat aku sedang sibuk membersihkan lantai dengan tissue. Aku tidak menyadari kalau waktu membersihkan lantai itu tentunya sambil menunduk, bagian dadaku kelihatan dari belahan bajuku yg agak terbuka dan lebar. Pak Rudi terus menatap ke belahan dadaku tanpa aku sadari. Sepersekian detik kemudian aku baru menyadarinya. Sambil berusaha melupakan kejadian tadi aku berusaha membuka pembicaraan.

“Silakan duduk dulu ya Pak, sambil nunggu saya bersihkan lantainya” senyumku dengan ramah sambil mempersilakannya duduk “Ada apa Wulan kok sampai basah begitu?” tanya Pak Rudi. “Aduh pak, aku nggak sengaja nyenggol gelas minumanku, tumpah dan basah semua deh jadinya” sahutku. “Sini deh Bapak bantuin bersihkan lantainya, sambil dia terus berusaha membantu aku yg sedang sibuk membersihkan lantai. Tanpa sengaja kami berhadap hadapan, dan aku juga sengaja semakin menunduk untuk membersihkan lantai, karena aku tahu pak Rudi sedang menatap dadaku. “Waaahhh..kalo sering sering membantu kamu bersihin lantai mataku bisa sehat lagi lho Wulan” (Pak Rudi memang memakai kacamata) “Emangnya bisa sehat kenapa Pak” sahutku. ” Itu lho”, dia berkata sambil menunjuk kebelahan dadaku yg terlihat tadi. “Ahh bapak bisa aja” sahutku. “Emangnya Bapak belum pernah lihat yang seperti ini apa?” tanyaku sambil memegang kedua payudaraku dari luar bajuku. Pak Rudi kaget dgn perkataanku.

“Ngeliat punya orang sih sering tapi ngeliat punya dik wulan kan belum pernah” katanya semakin berani. Aku yg kebetulan emang lagi horni dan sepertinya melihat Pak Rudi yang postur tubuhnya cukup atletis itu membuatku nafsuku semakin memuncak. “Kan tadi Bapak udah liat punya saya” kataku. “Tapi kan dari luar aja Dik” katanya. “Jadi Bapak pengen liat semuanya? Coba aja kalo Bapak emang berani” tantangku. Tanpa kuduga pak Rudi langsung memelukku sambil mencium bibirku. Akupun segera menyambut ciumannya sambil memeluk pak Rudi dengan erat. Pak Rudi semakin kuat mencium bibirku. Akupun membalasnya sambil memasukkan lidahku kedalam mulutnya. Pak Rudi membalas lilitan lidahku. Ternyata pak Rudi jago juga dalam hal kissing. Sambil terus menciumiku tangan pak Rudi mulai membelai dadaku. Akupun semakin terangsang dibuatnya. Akupun membalasnya sambil berusaha meremas bagian depan celananya. Pak Rudi terus mencium bibirku sambil perlahan turun keleherku. Aku semakin mengelinjang dibuatnya karema merasa geli.

Read more