The Fallen Princess 1: Kejamnya Dunia

“Class..let me introduce your new friend..Putri..Putri, introduce yourself to your friends..”. “nama saya Putri..”. “no..no..Putri..you must introduce yourself in English..ok?”. “ok ma’am..hi..”. “hi..”, jawab lain serentak. “my name is Putri..I came from Thirty Eight Senior High School..nice to meet you all..”. “nice to meet you too, Putri..”, jawab murid lain. “ok Putri..sit down beside him..”. Bu Suci menunjuk ke Kamal yang hanya duduk sendirian.(maap ya kalo b. inggrisnya ada yang salah..gak jago..hhi >_>) “yes ma’am..”. Putri berjalan menuju Kamal. “maap ya..”. “oh iya..gak apa-apa..silakan..”. “ok class..let’s open page one hundred ninety five..”. “nih..Put..pasti lo belum punya bukunya..kita bedua aja..”. “makasih..”. Bu Suci pun mulai mengajar B.Inggris. Memang Bu Suci bukan guru killer malah bisa dibilang lumayan asyik, tapi anak-anak mengikuti pelajaran Bu Suci dengan serius. Bel istirahat berbunyi, Bu Suci pun keluar dari kelas. “Putri..lo tadi dari mana?”. “dari SMA 38..”. “oh..lo jago bahasa Inggris ya?”.

“cuma sedikit aja..”. “ah..lo ngerendah..tadi ngomong lo was wes wos banget..”. “bener..gue gak bisa..”. “yaudah deh..terserah aja..yaudah lo mau ke kantin gak?”. “mm..boleh deh..”. Putri & Kamal berjalan bersama ke kantin. Putri menjadi pusat perhatian murid-murid cowok karena selain Putri murid baru, wajah dan tubuh Putri sangat menarik untuk dilihat. “di sini nih kantinnya, Put..”. “oh..”. “lo mau makan apa?”. “mm..gak deh..gue minum aja..gak laper..”. “oke deh..bentar ya gue beliin minuman yang enak..”. “eh..gak usah Mal..gue beli sendiri..”. “udah..gue aja yang beliin..lo duduk aja, Put..”. “gak apa-apa?”. “iya..udah lo duduk aja..”. “yauda deh..”. Putri pun menemani Kamal makan sambil mengobrol. Kamal memang seorang cowok yang supel sehingga Putri yang sifatnya agak pemalu pun langsung nyaman & akrab dengan Kamal, sedangkan cowok-cowok yang lain hanya bisa melihat Kamal dengan iri. Meskipun banyak cewek-cewek lain yang sama cantiknya dengan Putri, tapi namanya juga melihat wajah baru yang cantik, para cowok tak henti-hentinya curi-curi pandang ke Putri.

Semakin hari, Putri semakin akrab dengan Kamal tapi perasaan Putri & Kamal hanya sebatas teman saja meski mereka berdua keliatan seperti orang pacaran jika di sekolah. “eh..Mal..3 cewek itu siapa?”. “oh itu..yang paling kiri namanya Renata, yang tengah Nadya, ‘n yang paling kanan namanya Anita..”. “oh..”. Putri memandangi 3 cewek itu dari jauh karena mereka bertiga keliatan sangat cantik dan dikerubungi cowok. Meskipun cantik, Putri tidak mudah mendapatkan pacar karena sifatnya yang pemalu. “mereka itu genk Mizzlicious..”, tambah Kamal memecah lamunan Putri yang menghayal bergabung bersama genk Mizzlicious. “ha? oh..emang mereka terkenal banget ya?”. “ya..gitu lah..kenapa? lo mau ikut genk itu?”. “nngg..”. “mendingan jangan deh..mereka tuh cewek-cewek badung..”. “oh gitu..”. Di dalam hati Putri, dia ingin sekali menjadi famous & terkenal seperti Mizzlicious. Putri pun memantapkan hatinya untuk bergabung dengan Mizzlicious agar keinginan Putri menjadi kenyataan. Setelah pulang sekolah, Putri melihat Mizzlicious sedang mengobrol di dalam kelas yang kosong.

Putri memberanikan diri berjalan masuk ke dalam kelas dan berdiri di hadapan 3 cewek cantik itu. “ngapain lo diri di situ?!”. “ng..”. “ang..eng..ang..eng aja lo..ngomong !!”. “saya pengen masuk Mizzlicious, Kak?”. “apa kata lo?? pengen masuk Mizzlicious?? hahahaha!!!”, Renata tertawa mengejek Putri. “…”, Putri tertunduk saja tak berani berkata apa-apa. “lo gak pantes jadi Mizzy..”. Tiba-tiba Anita mendekati Putri dan mengangkat dagu Putri. “hmm..tapi kalo diliat-liat..tampang ni anak boleh juga, girlz..”. “iya juga sih..”. “nama lo siapa?!”. “Pu..Pu..Putri, Kak..”. “nama lo gak pantes !!”, ejek Nadia. “udah lo keluar sono..ganggu aja lo !!”. Putri pun keluar dari kelas itu, matanya berkaca-kaca. Baru kali ini, dia mendengar kata-kata sangat ‘pedas’ seperti tadi. Hari demi hari berlalu, Putri semakin akrab dengan teman-teman sekelasnya. Tentu saja, semakin banyak cowok yang berusaha mendekatinya. Anita, Renata, dan Nadya melihat Putri sedang duduk di kantin sementara sisa bangku lainnya di meja yang sama dengan Putri penuh oleh cowok.

Read more

Petualangan Isteriku Disebuah Pesta Pantai

Sekitar satu minggu yang lalu isteriku, Dayu dan aku diundang hadir ke sebuah beach resort bersama dengan rekan-rekan kerjanya. Isteriku bekerja pada bagian marketing di sebuah perusahaan besar yang sangat sukses beberapa tahun belakangan, dan hal tersebut berimbas pada kesejahteraan karyawannya yang semakin naik dan beberapa bonus juga, salah satunya adalah perjalanan ke resort kali ini.

Aku sangat bergairah untuk pergi, meskipun dia merasa khawatir bertemu dengan rekan-rekan kerja isteriku. Kantor Dayu bekerja sangatlah berkultur informal, dan kadang Dayu cerita padaku tentang semua godaan dan cubitan yang berlangsung selama jam kerja. Aku bekerja pada sebuah firma hukum, yang sangat disiplin dan professional, dan bercanda apalagi saling goda merupakan hal yang tak bisa ditolerir dalam perusahaan. Dan hal itu mempengaruhi sikap dan perilakuku dalam keseharian, aku menjadi seorang yang tegas dan formal. Aku tak begitu yakin bisa berbaur dengan rekan kerja Dayu nanti.

Dayu sendiri adalah seorang wanita periang dan mudah bergaul. Berumur 30 tahun, potongan rambut pendek seleher dan berwajah manis. Dia agak sedikit pendek dibawah rata-rata, pahanya ramping yang bermuara pada pinggang dengan pantat yang kencang. Sosok mungilnya berhiaskan sepasang payudara yang lumayan besar dan namun bulat kencang meskipun tanpa memakai penyangga bra. Kami berjumpa dibangku kuliah dan menjadi dekat dalam waktu singkat lalu menikah tak lama setelah kami lulus. Dia tak begitu berpengalaman dalam hal seks, meskipun aku bukanlah lelaki pertama yang berhubungan seks dengannya.

Kala hari perjalanan itu tiba, kami mengenderai mobil menuju resort tersebut. Dalam perjalanan kesana Dayu menceritakan kalau dia telah membeli sebuah bikini baru untuk akhir pekan kali ini.

Read more