Nafsu seorang Istri

Aku dibesarkan dalam keluarga yg terkenal religius. Memegang prinsip keagamaan yg sangat ketat, sehingga menikah dgn ta’aruf merupakan hal yg biasa di kalangan keluarga besar kami. Oleh karena itu akupun Menikah dengan usia yang relatif muda dimana saya dan istri sama sama berusia 25 tahun. Aku bersyukur bisa memperoleh Rahma sebagai istri yang cantik dan tubuh yang seksi dengan dada yang menantang dan pantat yg sekal, tapi bukan itu alasanku memilih dia tapi kebaikan dan ketaatannya dalam beribadah yang membuatku yakin dengan pilihanku. Istriku dgn ketaatannya sehari2 menggunakan Jilbab sya’ri yg dgn modis modern.

Krn parasnya yg rupawan sehingga apapun pakaian yg digunakannya sangat cocok dan terlihat menawan. Selain religius dan cantik rupawan, istriku juga cerdas sehingga setelah menyelesaikan kuliah, rahma langsung bekerja sebagai seorang Guru di SMK. Karena menikah dengan usia muda dan karir masih pemula membuat kami harus pintar dalam mengkalkulasi kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu sebagai seorang suami yang ingin membahagiakan istri trcinta, aku selalu berusaha mengejar kebutuhan materi dengan memperbanyak lembur.

Selain itu dengan aku juga salah satu staf yg sangat dipercaya oleh pimpinan dalam menyelesaikan tugas yg mendesak dan membutuhkan ketelitian. Dengan kondisi seperti itu apabila tiba di rumah, kondisi tubuh sudah sangat letih sehingga utk menunaikan kewajiban sebagai seorang suami kadang tdk terpikirkan lagi. Padahal diusia pernikahan yg masih baru, hubungan suami istri merupakan sesuatu yang sangat nikmat dan di inginkan. Tapi syukurlah istri ku juga memakluminya, walaupun terkadang ada tersirat niat utk merasakan kehangatan sebagai seorang istri. Aku tinggal di rumah berdua dengan istri, jadi praktis setelah pulang mengajar, istri hanya sendiri di rumah. Dan syukurlah di samping rumah kami, tinggal seorang Duren (Duda Keren) yg biasa kami panggil Abang Anwar Spentig yg sering juga kami panggil Bang Anwar. Selain ramah,

bang anwar juga rajin membantu segala yg kami perlukan. Ibaratnya dia sudah seperti kakak sendiri. Abang kesehariannya, bekerja sebagai PNS, dikantor dinas pendidikan yang kebetulan searah dengan sekolah SMK, tempat Rahma istriku mengajar. Hingga trkadang tapi tidak selalu, rahma ikut di mobil abang pada saat berangkat mengajar, karena keseharian rahma kesekolah naik motor sendiri. Tidak ada yang aneh hingga peristiwa itu terjadi. Saat itu aku pulang siang dari kantor karena kepalaku sakit sekali. Tiba di depan pintu rumah, terlihat rumah sangat sepi. Rumah abang juga sepi dan mobilnya tidak ada di Garasi. Karena memiliki kunci aku bisa masuk dengan leluasa. Langsung menuju kamarku, tetapi ketika aku hendak melewati dapur terdengar suara-suara mencurigakan dari dapur. dengan mengendap-endap aku menuju dapur. Dadaku langsung berdegup kencang melihat pemandangan yang kulihat.

Read more