Nikmatnya Swinger Party

Hari Sabtu kami (aku dan Lily istriku) berangkat menuju ke Puncak sesuai rencana, kami akan bertemu dengan Erwin dan Diana istrinya di Puncak Pass, kemudian bersama-sama menuju ke vila keluarga di daerah Cipanas. Pukul 11.00 siang kami sudah berada di Puncak Pass, ternyata Erwin dan Diana sudah menunggu kedatangan kami. Dengan memakai rok terusan berbelahan dada agak rendah tanpa lengan, Diana kelihatan begitu cantik, apalagi dengan rambut yang dipotong pendek sehingga menambah pesona dirinya, terlihat lehernya yang putih jenjang.

Setelah makan dan berbincang sebentar kami sepakat untuk menukar penumpang, Lily istriku ikut mobil Erwin begitu sebaliknya Diana ikut mobilku. Beriringan kami menuju ke Cipanas dengan mobil Erwin di depan. Jalanan sudah mulai padat, sehingga kami mulai kehilangan pandangan atas mobil Erwin. Selama perjalanan menuju vila, tangan Diana mulai menggerayangi selangkanganku, sesekali kubalas dengan elusan di pahanya dengan menyingkap roknya ke atas paha.

45 menit kemudian sampailah kami di vila keluarga P.Gun, ternyata mobil Erwin belum kelihatan. Tempatnya cukup terpencil dan jauh dari keramaian, hanya hamparan kebun teh di sekelilingnya, tidak ada tetangga atau vila lain dalam radius ratusan meter. Vila tersebut sangat besar dengan 5 kamar tidur dan kolam renang yang besar, bangunan untuk pengurus vila terletak jauh di belakang yang dihubungkan jalan setapak melewati taman. Diana segera memberi instruksi ke pengurus rumah agar acara kami tidak terganggu, mengijinkan mereka pulang selama kami di sini, kecuali siang untuk membersihkan dan menyiapkan makan siang, jadi praktis vila tersebut tanpa pembantu yang mengganggu.

Read more

Diana Murid SMP Ku Part-2

Diana sekarang telah lulus SMP dan jadi siswa baru di SMA J,dan pada suatu sore,tepatnya Jum’at 27 Juli 2004, Diana mengajakku bertemu,dia bilang dia punya waktu untuk menginap sehari karena kebetulan ia ada di kota T dirumah kakaknya,sehingga kalau dari T pulang maka kakaknya akan menganggap sudah pulang ke “J”,sedang neneknya akan menganggap masih di “T”. Ini adalah pertemuan kami yg ke 7 sejak ia menyerahkan dirinya padaku.

Aku setuju dengan rencananya,maka sore itu kupacu mobilku menjebutnya di K,prapatan jalan dari T ke J. Sampai di K sekitar jam 5 sore,agak gerimis waktu itu, Diana turun dari bis yg membawanya dari T,badannya yg seksi terbalut kaos dan celana ketat semakin menambah keseksian tubuhnya yg padat berisi, rambutnya yg cukup panjang dibonding,menambah kemanisan Diana. Senyumnya langsung terkembang ketika melihatku…

Read more

Diana Murid SMP Ku Part-1

Sebut saja namaku A,usiaku 32 tahun,lahir di daerah Bandung selatan dan bulan Desember 1993 ditugaskan mengajar di Bogor. Daerah tempat tugasku ternyata letaknya jauh dari kota Kabupaten,tetapi lebih dekat ke Jakarta.

Walau akau guru,tapi aku terbiasa berpenampilan energik,sehingga para siswa menyebutku, “ Pa Keren “. Mereka menganggapku tampak selalu muda. Aku mengajar sebagai guru seni, tentu saja akibatnya jadi dekat dengan siswa,apalagi disekolah itu Band adalah hal yang asing,karena alat musik saja tidak punya. Sehingga ketika aku melatih Band,mereka senang dan menjadi sangat dekat denganku.

Read more

Diana Yang Malang

Diana pulang kerja jalan kaki, jalanan cukup sepi, sementara suara guruh sesekali terdengar. Awan terlihat mendung dilangit malam itu. Cewek yang tingginya sekitar 170 cm, langsing, kakinya juga jenjang banget (Diana waktu itu pake rok yg rada mini) mempercepat jalannya.

Pukul 20:00 jalanan diluar rumah Diana, sepi jarang ada mobil yang lewat. Penduduk kota sudah tahu akan ada badai besar malam itu. Kelima berandal yang bertubuh kekar itu mengendap-endap memasuki pekarangan rumah. Mereka mau membalas cewek bertampang melankolis itu yang memergoki mereka mencuri minuman keras tadi,dengan melaporkan satpam. Mereka berencana berpesta memperkosa cewek itu habis-habisan sebagai balasannya.

Read more

Kutiduri Teman Fitnessku

Aku tidak menyangka bahwa kota yang kecil seperti “M” di Jawa Timur ini bisa membuatku mengenal banyak wanita dan mereka semua rata-rata sudah mapan dan berkeluarga. Kejadiannya mulanya juga tidak kuduga. Pertama kali aku mengikuti senam pada sebuah sanggar senam yang cukup terkenal dan pada awalnya setelah selesai senam aku langsung tancap gas dan pulang.

Suatu ketika pada waktu senam usai aku merasa lapar, kusempatkan sebentar mampir di kantin depan untuk minum, di sana kulihat banyak sekali wanita dengan riang dan tertawa lepas. Sambil minum aku merasa ada sepasang mata melihatku dengan serius dan kucoba menoleh dia tersenyum. Kutaksir umurnya 32 tahun tetapi badannya masih sip. Kubuang pandang mataku menjauhi untuk menghindari tatapan matanya tapi tak lama kemudian aku dibuat terkejut oleh suaranya yang sudah berada didekatku.

“Sendirian ya…, Boleh Aku duduk di sini”, pintanya sambil meletakkan pantatnya di kursi depanku, sehingga dia sekarang jelas berada di hadapanku. Dia memperkenalkan diri dengan nama Diana dan aku menyambut dengan memberikan namaku “Ade”. Saat dia ngobrol kuperhatikan bodinya cukup bagus, dadanya kutaksir nomor 36C besar dan padat, pinggangnya ramping. Perkenalan awal ini akhirnya aku dan Diana menjadi lebih akrab. Suatu ketika saat aku pulang senam kulihat Diana sendiri, dengan baik hati aku menawarkan dia untuk aku antar ketujuannya dan dia tidak menolak.

Di dalam mobil sesekali mataku mencuri pandang ke arah dadanya, kali ini Diana memakai kaos dengan leher rendah dan ketat sehingga nampak jelas garis BH-nya. Tanpa terasa dia juga melihat ekor mataku dan berkata;”Hayo De…, Kamu lihat apa barusan…, Kalo nyetir yang bagus dong jangan lihat samping ntar kalo nabrak bagaimana”, tanyanya pura-pura marah.”Ah…, Nggak ada cuman lihat aja kog”, jawabku bingung sambil menggaruk kepala yang tidak gatal tanda aku manyun.”Ah…, Sudahlah…, toh sama juga khan dengan punya istrimu di rumah”, timpalnya sambil tersenyum. Aku jadi salah tingkah saat pertama kali berkenalan kami memang sama-sama mengaku jujur tentang kondisi masing-masing.

Read more

Amoy yang dijebak oleh Juragan Kontrakan Part 1

PART 1

Nyebelin banget sih tuh bandot tua, gerutu Diana sambil mengunci pintu kontrakannya. Hari ini dia kesal dengan pak Dadang, juragan kontrakannya yang sering berkelakuan genit, dan bicara menjurus hal-hal mesum yang juga terkadang berbuat kurang ajar terhadap dirinya. Apalagi sekarang ini suaminya sedang pergi dinas ke luar kota membuat kelakuan pak Dadang bisa semakin menjadi-jadi.

Diana memang dari dulu dikenal sebagai sosok yang menawan, badannya yang semok dan kulitnya yang mulus selalu menjadi pengobat mata laki-laki yang melihatnya, Diana merupakan keturunan chinese dan dia juga rajin sekali menjaga keindahan tubuhnya. Sudah banyak laki-laki yang diam-diam mencuri-curi kesempatan untuk dekat dengan Diana, walaupun Diana sudah berstatus istri orang. Tentu saja dekat dengannya, dalam artian ingin menikmati dan mencicipi tubuh Diana. Kulitnya yang mulus, paha yang sintal, bokong yang sekal dan dadanya yang pas untuk diremas ditangan. Ditambah paras menawan, tentu saja banyak laki-laki yang menginginkan dirinya. Namun Diana merupakan sosok yang setia dan tidak akan mau menyelingkuhi suaminya.

Saat ini Diana dibuat kesal oleh pak Dadang. Kejadiannya saat tadi Diana hendak berjalan pulang kekontrakannya lalu berpapasan dengan Pak Dadang yang sedang memperbaiki eternit teras kontrakannya yang bocor.

Diana: “Sore pak Dadang.. lagi apa pak..?”, sapa Diana basa-basi agar terlihat sopan.

Dadang: “Eh.. ci Diana udah pulang, ini nih lagi betulin eternit kontrakanmu..”, jawab Dadang dengan mata berbinar dan memandangi Diana dari atas ke bawah.

Dadang: “Kebetulan ni ci, saya mau minta tolong sebentar bisa? ” tanya Dadang.

Diana yang mau buru-buru ke masuk rumah terpaksa menghentikan langkah dan menoleh.

Diana: “Minta tolong Apa pak?”, tanya Diana.

Walau Diana cukup kesal melihat pandangan mata pak tua itu yang jelalatan penuh nafsu ke arah dada dan paha Diana.

Read more