MY DIARY [003] Herman dan Cintanya

Penolakan cinta telah mengecewakanku, dan sudah merusak hidupku bahkan teman- temanku. Aku yang menjadi seorang perokok, peminum minuman keras, serta pecandu seks, juga telah menjerumuskan teman-teman ku ke jurang yang sama. Walaupun hidupku hanya hepi-hepi, tapi dalam lubuk hatiku masih tersimpan rasa marah, dengki, dendam, dan kesal. “Bos, tugas sudah diselesaikan, bayarannya besok saya tunggu di terminal”, aku menerima telepon dari preman yang ku bayar untuk mengerjai Alex, pesaing berat ku, juga orang yang telah berhasil merampas cintaku. Pikiranku sudah tidak panjang, aku hanya kepengen menghancurkan semua yang menghalangiku. Tapi aku tahu aku sudah terjerumus dalam dosa, dan hati ku terasa semakin tidak menyenangkan.

Read more

Kenikmatan Perampokan Bank

Sebuah perampokan di bank membawa pengalaman baru bagi istri seorang pengusaha. Suaminya menganggap itu kejadian musibah biasa, tapi sang istri menyimpan itu sebagai suatu rahasia. Diikat menjadi satu dengan Satpam bank akhirnya membawa sensasi luar biasa.

Chapter 1: Pandangan Suami

Perampokan bersenjata di bank siang itu membawa pengalaman traumatik bagi Aris Hendrawan (35), seorang pengusaha mutiara. Siang itu ia bersama istrinya Kristin (30) berada dalam bank tersebut untuk sebuah transaksi keuangan perusahaan mereka.

Suasana bank cukup ramai, bersama para nasabah lainnya Aris dan Kristin mengantri menunggu layanan kasir. Tiga kasir bank sibuk melayani nasabah, satu persatu.

Lima orang lelaki perbusana serba hitam ditutup jaket kulit hitam tiba-tiba masuk ke ruang tunggu dan langsung mengeluarkan senjata api jenis pistol dan sebuah laras panjang.

“Jangan ada yang bergerak.. semuanya diam, jangan membuat tindakan ceroboh atau kepala kalian akan pecah,” teriak seorang lelaki yang memimpin.

Ini perampokan, pikir Aris. Suasana sempat kacau penuh teriakan dan para nasabah berhamburan, Aris mengikuti beberapa nasabah yang lari ke lantai dua.

Read more

Happy Salma Yang Haus Birahi (Fan Fiction)

Sarinah menjadi tujuanku malam itu, aku duduk KFC yang berada di pinggiran jalan arah Thamrin itu, memesan makanan kesukaanku, aku antri dengan tertib, tak terasa aku memesan itu membuatku semakin segar karena banyak pandangan gratis, beberapa tante tante cantik bersliweran dengan sangat rewel karena malas antri, bahkan ketika giliranku tiba, seorang tante nyelonong, namun dicegah pegawai KFC yang cantik.

“Ibu mohon antri ya“

“Nggak mau. Saya sering beli di sini, biar pemuda itu belakangan“ kata seorang tante dengan sombongnya, aku hanya menggeleng geleng saja, akibat gelenganku itu aku malah dihardik.

“Kamu mau apa ?” bentak wanita tersebut yang ternyata pengidap emosional kelas berat. Pertengkaran kami dilerai oleh pegawai dan seorang satpam ikut menengahi. Aku hanya diam saja dibentak dan tidak melayani debat nggak guna seperti itu, walau sangat cantik namun perangainya tak kusuka, aku akhirnya dapat giliran. Setelah itu aku mencari tempat duduk dan terasa penuh, hanya bangku kosong bagian pojok, itupun aku kudu minta ijin karena ketika mau duduk posisi cewek itu menutup ke arah kursi kosong itu, depannya hanya kaca karena posisi mejanya mepet ke dinding kaca itu.

“Mbak boleh saya duduk di situ“ tanyaku dengan sopan. Cewek itu menggunakan topi dan berkaca mata aku tidak mengenalnya.

“Silakan Han“ sapa wanita itu. Aku terkejut sekali kalo cewek itu tahu namaku.

“Siapa ya ?” tanyaku, cewek itu berpindah duduk di kursi kosong sambil menggeser nampannya.

“Masak nggak kenal sih ?” tanya balik cewek itu, lalu melepaskan kaca matanya.

“Payah, sialan lu“ makiku karena yang kukenal tak lain Happy Salma yang makan sendirian, aku langsung menyalaminya.

“Nggak ada cipika-cipiki ?” godaku sambil duduk setelah bersalaman.

“Enak aja, aku pacarmu apa“ balas Happy Salma dengan gemas, aku menjadi horny dan merasakan perbedaan sikap Happy Salma ini, bodynya benar benar menggiurkan, apalagi besaran buah dadanya yang over size itu. Belum lagi panjang rambutnya menambah keindahan kesintalan tubuhnya, walau sudah berumur 30 tahun namun cewek ini belum menikah, entah perawan atau tidak aku tak perduli. Namun untuk mengajak bercinta aku membuang pikiran itu.

Read more