Gadis Pemuas : Tukang Sapu Sekolah

Sudah seminggu aku melayani Mang Ucup, setiap hari sehabis pulang sekolah malam harinya dan jika sabtu minggu, Mang Ucup dan aku janjian untuk bertemu di tempat yang biasa menjadi tempat pergumulanku dengan Mang Ucup yaitu gudang sekolah. Semenjak aku sering melayani Mang Ucup di gudang sekolah, Mang Ucup jadi lebih rajin membersihkan gudang sehingga gudang sekolah menjadi bersih dan Mang Ucup mendapat pujian dari kepala sekolah karena gudang sekolah jadi lebih bersih, peribahasa “sambil menyelam minum air” mungkin tepat untuk Mang Ucup karena selain menjalankan tugasnya, dia juga bisa menikmati tubuhku setiap malam.

Meskipun Mang Ucup sudah berumur 60 tahun, kulitnya hitam, rambutnya beruban, giginya banyak yang ompong, tapi aku sayang kepadanya karena penisnya bisa membuatku ketagihan, bahkan karena terlalu ketagihan aku tetap bersetubuh dengan Mang Ucup meskipun aku sedang ulangan. Untungnya ulanganku bisa kukerjakan dengan baik sehingga aku yakin raporku bagus yang akan kuterima 1 minggu lagi, dan tentu saja selama 1 minggu aku melayani Mang Ucup setiap malam. Benar dugaanku, raporku bagus dan aku naik kelas, aku sangat senang melihat nilaiku yang bagus. Malam harinya, setelah aku selesai melayani Mang Ucup.
“sayang, selamat ya, kamu naik kelas”.
“iya dong, siapa dulu, Rasti gitu loh, oh ya, untuk ngerayain, Mang Ucup mau gak nginep di rumah aku selama 1 minggu?”.
“mau banget, tapi di rumah kamu emangnya gak ada orang?”.
“gak ada, makanya aku minta abang nemenin aku, mau gak?”.
“pasti abang mau dong,,,”.
“oh ya Mang, bawa temen ya, biar tambah rame”.
“ok sayangku,,”.
Lalu dia mengantarku pulang, dan seperti biasa aku berciuman dengan Mang Ucup sebelum dia pergi, kemudian aku masuk ke dalam rumah.

Read more

Schoolgirl’s Diary 4: Doni, The Spy Among Us

Seorang gadis tampak gelisah, berkali-kali ia menekan tombol play kemudian stop di Mp4 player mungil yang baru saja ia dapatkan, entah siapa yang menaruh Mp4 itu di tasnya,

“Nggak.., mungkin…, dari mana mereka mendapatkan ini ?” berkali-kali gadis itu memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa pening, dunia terasa berputar dengan lebih cepat

Sebuah Sms masuk ke Hp di tangannya, wajahnya memerah membaca kata-kata mesum dilayar HPnya.

Gadis itu mebalas SMS itu “Siapa ini ? Jangan kurang ajar ya..!! “

Gadis itu menengokkan kepalanya pada langkah-langkah kaki yang menghampirinya.

“ahhh..! ” Seorang gadis yang baru datang berseru terkejut ketika melihat tayangan MP4 ditangan temannya.

********************

Beberapa minggu yang lalu sebelum gadis itu menerima Mp4 gratis.

“Anita !”

“Veily!”

Anita dan Veily berlari kecil saling menghampiri, kedua gadis itu saling bergandengan tangan seolah-olah tidak ada yang dapat memisahkan mereka berdua.

“kamu mau minum apa? Veily sayang…” Anita berbisik nakal di telinga Veily.

“Mau nyusu di dada kamu boleh?” Veily membalas berbisik pelan di telinga Anita, Anita hanya tertawa sambil meremas tangan temannya itu.

Kedua gadis itu menunggu dengan sabar di depan pintu lift, tidak berapa lama pintu lift itu terbuka, beberapa orang keluar dari dalam lift sampai lift itu kosong, kedua gadis itu bergandengan tangan masuk kedalam lift. Dengan lembut tangan Veily mengusap peluh di kening Anita dengan tissue.

“Kamu ini.., coba kalau tadi aku jemput…,nggak akan keringatan gini..,”Veily bersungut-sungut, dikecupnya pipi Anita “Cuphhh”

“Yeee, kalo kamu musti jemput aku kan jalannya harus muter dulu…, jauh, tar cape” Anita tersenyum menatap Veily.

“cape gimana ? Kan aku naik mobil, lagian aku rela koq.., demi kamu…” Veily mengusap kemudian meremas lembut pinggul Anita. Veily buru-buru menarik tangannya ketika pintu lift terbuka, Anita tersenyum kecil kemudian mendahului Veily keluar dari dalam lift.

“Kita ketoilet dulu ya…” Veily menarik tangan Anita yang membalas dengan menganggukan kepalanya, wajah Anita memerah, ia tahu dengan jelas apa yang diinginkan oleh Veily.

Veily pura-pura mencuci tangan, berkali-kali dengan tidak sabaran Veily menengok ke arah Anita kemudian menengok ke arah seorang wanita setengah baya yang sedang membenahi make-upnya, akhirnya si wanita setengah baya melangkah keluar.

“Ehhhhhhhhh….! ” hanya suara itu yang keluar dari mulut Anita ketika merasakan pinggulnya ditarik dan diseret oleh seseorang, salah-satu pintu ruangan itu tertutup dengan rapat.

Veily mengecup lembut bibir Anita, bibirnya melekat kemudian memangutnya dengan lembut. Tubuh Anita merinding, kedua lututnya terasa goyah ketika Veily memangut-mangut bibirnya dengan lembut. Veily menjilati sudut bibir Anita sebelum kembali melumatnya. Nafas Anita berhembusan bercampur dengan nafas Veily yang memburu.

“AHhhhsssh…… ” Anita mendesah ketika ketika Veily berhenti melumat bibirnya, dada Anita bergerak seirama dengan helaan nafasnya,Veily berbisik di telinga Anita, entah Apa yang dibisikkan oleh Veily, Anita menggelengkan kepalanya sambil berkata “Jangan Ahhh…”, Anita menolak keinginan Veily.

Veily terus merengek memaksakan keinginannya, setelah menghela nafas panjang Akhirnya Anita meluluskan keinginan Veily, ada rasa cemas yang menggedor-gedor dadanya, ada sedikit rasa penasaran, namun juga ada rasa takut untuk melakukan sesuatu hal yang baru.

Read more