Gairah Sahabat Temanku, Laura

Namaku Andhika, aku seorang siswa Kelas 1 di SMU yang cukup top di kota Makassar. Pada hari itu aku ingin mengambil tugas kimia di rumah salah satu teman cewekku, sebut saja Rina. Di sana kebetulan aku ketemu sahabat Rina. Kemudian kami pun berkenalan, namanya Laura, orangnya cukup cantik, manis, putih dan bodinya sudah seperti anak kelas 3 SMU, padahal dia baru kelas 3 SMP. Pakaian sekolahnya yang putih dan agak kekecilan makin menambah kesan payudaranya menjadi lebih besar. Ukuran payudaranya mungkin ukuran 32B karena seakan akan baju seragam SMP-nya itu sudah tidak mampu membendung tekanan dari gundukan gunung kembar itu.

Read more

Bunga Terakhir Buat Alfi

Lidya mengajak Sabrina satu-satunya sahabat sehati yang pernah ia miliki buat menemaninya tinggal bersama di rumah milik Lila. Meski telah sekian lama menjalin persahabatan Lidya hanya mengenal sosok Sabrina sebagai gadis yang memiliki kehidupan free life style ala remaja jaman sekarang. Senang bergonta ganti kekasih bahkan tak segan-segan mengakhirinya di tempat tidur. Namun di balik itu semua si Mawar putih  tak pernah tahu jika  sang Mawar Merah  menyimpan lebih banyak kenangan liar dan dasyat yang tak pernah terbayangkan bahkan  tak dapat diterima oleh akal sehatnya.

Hari-hari kami berlalu tanpa mbak Narti. Tak cuma mang Gimin yang merasa kehilangannya, akupun begitu sedih. Hanya mbak Narti-lah yang menjadi temanku sekaligus saudara yang memanjakanku. Setelah kepergiannya, mami segera mendatangkan penggantinya. Tak tanggung-tanggung dua orang sekali gus. Ke dua-duanya berusia paruh baya. Keduanya pun sangat baik dan sopan kepadaku. Namun entah mengapa aku tak bisa mengakrabkan diri dengan mereka seperti halnya terhadap mbak Narti. Yang paling menderita tentu saja adalah mang Gimin. Ia sempat jatuh sakit sehingga tubuhnya semakin kurus. Setelah sembuhpun ia lebih banyak menyendiri dan melamun. Aku sungguh iba terhadap nasibnya. Sebisanya aku menghiburnya dengan membuatkan makanan kesukaannya. Hingga pada suatu hari setelah pulang sekolah. Seperti biasa mang Gimin menjemputku.

Read more

Geliat Gelisah Sang Kumbang

Ketidaksenangannya terhadap hubungan Alfi dan kakaknya Lila membuat Lidya menyetujui usul sahabat baiknya Sabrina untuk menjebak Alfi agar pemuda itu menyingkir dari kehidupan rumah tangga Lila untuk selamanya.

—————————————
Di rumah sakit

Di sebuah kamar VIP nampak Lila terbaring tengah menanti persalinan dirinya. Tadi pagi Lidya sempat mampir sebelum pergi ke kantornya dan mengutarakan niatnya buat mengajak Alfi tinggal serumah dengannya dengan alasan dia dan Sabrina merasa tidak aman tinggal berdua tanpa adanya lelaki di rumah itu. Ini aneh! pikir Lila. Sekalipun alasannya masuk akal tetap saja Lila merasakan jika ada sebuah kejanggalan. Mengapa Lidya  justru memilih Alfi? Bukankah Lidya sangat tidak menyukai Alfi? Hhhhhh! Lila berkali-kali menghela napas. Ia terus menduga-duga apa sebenarnya  yang tengah Lidya rencanakan. Kedua gadis ini benar-benar tak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Keluh Lila. Meski demikian ia belum memberikan persetujuan kepada Lidya. Tak lama kemudian masuk Sandra dan Niken ke kamarnya. Lila sengaja memanggil ke duanya untuk mendiskusikan masalah ini bersama.
“Ibuku sedang dalam perjalanan menuju kemari. Jadi kita tak punya waktu banyak buat membahas soal ini” ujar Lila.
“Aku belum tahu seperti apa rupa si Sabrina itu tapi aku pernah melihat adikmu, La. Dia itu sangat cantik dan mengoda. Dan aku kira Alfi tak bakalan kuat menahan hasratnya jika harus terus-terusan berdekatan dengan Lidya ”ujar Sandra.

Read more

Gairah Tania, Terhanyut Dalam Sensasi Cinta Tiga Pria – Part 3

tania3

Suatu malam di awal bulan seingatku. Saat tadi dari jendela lantai tiga Karaoke D, kulihat langit sangat cerah malam ini, jutaan bintang bertebaran di hamparan mega, dan bulan mengintip manis malu-malu. Aku duduk melamun memandang langit, sambil coba merangkai-rangkai kisah lamaku. Ketika sedari pagi aku merasa bibirku berkedut-kedut. Tak tahu firasat apa kiranya.

Hingga lamunanku disadarkan oleh panggilan Dinda, dari ujung tangga. “Taaan… ada tamu… room 5 ya Tan!”. Teriaknya padaku. Dan akupun langsung bergegas turun, menyempatkan untuk sedikit bersolek merapihkan diri.

Setelah kurasa sudah cukup manis penampilanku, akupun melangkah menuju room 5. Disana tamuku menunggu. Malam ini pakaianku tak seheboh seperti biasanya. Aku hanya mengenakan kaus ketat warna putih agak tipis, berhiaskan tulisan lucu “I Know What You Want” dibagian dada. Dengan dipadu celana jeans panjang pencil warna biru tua. Sepertinya, tak ada yang spesial di diriku. Rambutku, yang kini kuwarnai dengan hi-lite agak kecoklatan-pun kubiarkan saja tergerai bebas. Hingga akhirnya kutiba di depan room 5.

Kubuka pintu, kuperhatikan didalam sudah menunggu, 5 orang cowok yang usianya hampir sama diantara mereka. Mungkin sekitar 25-30 Tahunan taksirku. Dari pakaiannya, kuperkirakan mereka adalah Pegawai Pemerintahan, karena, dua orang dari mereka masih mengenakan celana dinas warna coklat, walaupun untuk atasannya sudah berganti dengan kaos t-shirt.

“malem Aa’’. Sapaku ramah kepada mereka. “Udah pada pesen minuman belum?”, aku kemudian bertanya. “malem”, diantara mereka menjawab. Lalu kemudian, mereka memesan minum. Ada yang juice mangga, es jeruk, es lemon tea, dan ada juga yang memesan C*ca C*la dengan es.

Read more

Gairah Tania, Terhanyut Dalam Sensasi Cinta Tiga Pria – Part 1

Emmmhh…. apa ini…??, kurasakan ada sesuatu yang sedikit lengket dan berlendir di sekitar pangkal pahaku. Perlu beberapa saat untuk aku akhirnya menyadari. Oh my God..Sperma!
Sesaat kemudian aku merasakan sedikit ngilu di darah kewanitaanku. Ohh.. apa yang terjadi..? Kupandangi sekeliling kamar kostku yang bedesain cukup manis ini, dengan dominasi warna ungu dan pink pastel. Ohh..
mungkinkah.. benarkah.. akhirnya! dan akupun, tersenyum..

Bibi, Maafkan Aku… Telah Merenggut Cinta Suamimu

Tania. Itulah namaku, aku adalah seorang mahasiswi yang sedang kuliah di salah satu Universitas Negeri di kota ini. Saat ini aku sedang berusaha menyelesaikan Tugas Akhirku, yang sudah lumayan lama tak kunjung usai. Entah kenapa, rasanya malas sekali untuk aku menyelesaikannya. Mungkin karena kesibukanku bekerja. Atau.. memang aku sudah tak sepenuh hati lagi mengejar titel akademisku. Tapi toh sebenarnya sayang sekali, ini hanya tinggal Tugas Akhir.

Untuk diketahui, saat ini umurku 23 Tahun.. dan dua bulan lagi, satu tahun bertambah umurku. secara fisik aku cukup lumayan. Dengan face yang agak oriental sekilas mirip artis magdalena (kata beberapa temanku), Kulitku putih, bodykupun.. emm, bila aku gambarkan, setiap aku berjalan di kampusku, bisa dipastikan, hampir semua mata cowok-cowok mahasiswa tak sekejappun lepas menatapku nakal.. seakan-akan hendak menelanjangiku. Sebenarnya sangat aku maklumi, mungkin, ditopang dengan spek 171 cm berbanding 59 kg, membuat aku terlihat wow di mata mereka. Apalagi dadaku cukup sesak untuk ditopang dengan bra 36C serta kombinasi pinggul yang besar, bulat, dan kencang dipadu perutku yang rata hasil latihan aerobikku yang rutin kulakukan setiap selasa dan sabtu. Sekali lagi, tak aneh rasanya.. mereka selalu menahan liurnya menetes saat melihatku.

tania1

Penampilanku bila aku datang ke kampus sebenarnya tak terlalu spesial. Aku selalu berpakaian casual n sporty. Yaa, asalkan nyaman saja buatku. Hanya mungkin sesekali, aku agak berpenampilan ‘lebih manis’ bila aku sedang mood atau sedang ada acara di kampusku. Rambut hitam layer sepunggungku-pun sengaja hanya aku biarkan saja bergerai bebas, tapi mungkin bagi sebagian orang, itu justru membuat aku tambah terliat seksi dan menggemaskan.

Read more

Musibah Berbuah Selingkuh

Ada sepasang suami istri muda dari keluarga mapan yang tinggal dikota Solo. Sang suami bernama Rio, berusia 26 tahun, seorang insiyur dan bekerja pada sebuah perusahaan jasa konstruksi. Cukup ganteng dan pengertian. Istrinya bernama Ratna Widyaningrum, usia 23 tahun juga seorang sarjana ekonomi , kerja di sebuah perusahaan jasa keuangan. Tingginya 163 cm berat 49 kg, kulit putih bersih dan ukuran bra34b, selalu berpakaian modis kekantor. Mereka belum memiliki anak karena baru menikah 1tahun ini.

Di sela-sela kesibukan bekerja mereka untuk menghilangkan kejenuhan, mereka biasa menghabiskan akhir pekan dengan makan2 di sebuah resto yang terkenal. Kadang juga berlibur dan menginap menyewa villa di Tawangmangu. Itu dilakukan pasangan ini untuk lebih mendekatkan mereka yang sibuk setiap hari dan sekadar refresing bagi mereka.

Saat itu mereka baru saja pulang makan malam, mencoba masakan sebuah resto yang di rekomendasikan oleh temannya Rio. Memang masakannya sangat khas dengan lauk pauk yang di sajikan dalam suasana pedesaan. Sabgat natural sekali. Mereka pun makan sangat lahap. Suasananya sangat romantis sekali bagi Rio dan Ratna. Tak terasa kantuk datang menjemput.

“Ayoo mas ..kita pulang, udah ngantuk nih .. “ujar Ratna menguap.
“Iya nih, beginilah klo makan enak sekali .ngantukkk .. “tambah Rio seraya bangkit.
“Ayo .” ajak Rio mengulurkan tangannya, mengajak sang istri untuk bangkit.

Ratna menggamit tangan suaminya sebagai pegangan, bangkit dalam tarikan lengan suaminya. Ups..! Hampir saja ia terjatuh seandainya Rio tak langsung menangkap pinggang sang istri. Tergelak mereka melangkah berbarengan menuju kasir.

Setelah membayar, mereka melangkah berpelukan. Rio menggamit pinggang sang istri diiringi tatapan orang dekira mereka. Betapa tidak sang lelaki ganteng beriringan dengan wanita cantik langsing berkulit bersih. Melangkah menuju mobil mereka yang di parker di pojokan. Rio membukan pintu untuk sang istri, dan menutupkannya setelah Ratna duduk di dalamnya. Melangkah mengitari mobil menuju pintu yang satunya.

Setelah mundur dan berputar mobil tersebut beranjak meninggalkan resto tersebut diiringi lambaian petugas parkir yang memandunya. Meluncur di jalanan kota Solo dalam kecepatan sedang. Tiba-tiba .

Ban mobil berdecit setelah terjadi benturan keras. Rio masih sempat menginjak rem. Dan mobil yang mereka kendarai berhenti dengan seketika. Tergopoh-gopoh pasangan muda itu keluar dari mobilnya, Kaget bercampur aduk dengan miris melihat sebuah sepeda motor telah berada di kolong mobil mereka.

“Adduhh ..!” terdengar keluhan lirih dari seseorang.

Bergegas mereka berdua menuju arah suara. Terliaht seorang lelaki tengah terduduk di pinggir jalan sambil memegang lututnya, memandang dengan marah kearah mereka.

Read more

Istri Bawahanku

Hari itu salah seorang direktur perusahaan, Pak Freddy, sedang mengadakan resepsi pernikahan anaknya di sebuah hotel bintang lima di kawasan Senayan. Tentu saja akupun diundang, dan malam itu akupun meluncur menuju tempat resepsi diadakan.

Aku pergi bersama dengan Jason, temanku waktu kuliah di Amerika dahulu. Sesampainya di hotel tampak para undangan sebagian besar membawa pasangannya masing-masing. Iri juga melihat mereka ditemani oleh istri dan anak mereka, sedangkan aku, karena masih bujangan, ditemani oleh si bule ini.

“Selamat malam Pak..” sapa seseorang agak mengagetkanku. Aku menoleh, ternyata Lia sekretarisku yang menyapaku. Dia datang bersama tunangannya. Tampak sexy dan cantik sekali dia malam itu, disamping juga anggun. Berbeda sekali jika dibandingkan saat aku sedang menikmati tubuhnya,.. Liar dan nakal. Dengan gaun malam yang berdada rendah, belahan buah dadanya yang besar tampak menggoda.

“Malam Lia” balasku. Mata Jason tak henti-hentinya menatap Lia, dengan pandangan kagum. Lia hanya tersenyum manis saja dilihat dengan penuh nafsu seperti itu. Tampak dia menjaga tingkah lakunya, karena tunangannya berada di sampingnya.

Kamipun lalu berbincang-bincang sekedarnya. Lalu akupun permisi hendak menyapa para undangan lain yang datang, terutama para klienku.

Read more

Anak Kos Belakang (True Story)

Aku Fadil mahasiswa di Kampus X di jogja, berasal dari keluarga sederhana di kota di luar jogja. Di jogja ini aku tinggal ngekos di sebuah dusun dekat dengan kampus dan rata-rata rumah disini memang dijadikan kos-kosan, baik untuk putri maupun putra. Kosanku berada didaerah bagian belakang dusun dan dibagian depanku ada kos putra, disamping ada kos putri, dan di belakang ada kos putri yang dihuni 7 orang. Yang akan aku ceritakan disini adalah pengalamanku dengan penghuni kos putri yang berada di belakang kosku.

Singkat cerita aku dan penghuni kos putra yang lainnya memang sudah kenal dan lumayan akrab dengan penghuni kos putri belakang, jadi kalo ada yang perlu bantuan tinggal bilang saja. Aku sering sekali main ke kosan putri itu untuk sekedar ngobrol-ngobrol saja diruang tamunya, itupun kalau dikosanku lagi sepi, maklum saja aku sendiri yang angkatan tua yang nyaris gak ada kerjaan, sedangkan yang lainnya masih sibuk dengan kuliah dan kegiatan-kegiatan lainnya. Saking seringnya aku main ke kosan belakang, ketujuh cewek penghuninya sudah sangat terbiasa dengan kehadiranku disana, dan ada satu orang cewek bernama Ana, tingginya sekitar 165cm, beratnya sekitar 50kg, kulitnya kuning, ukuran Branya mungkin cuma 34A, pernah sehabis mandi masih dengan balutan handuk sejengkal diatas lutut dia lewat didepanku dengan santainya. Aku yang masih sangat normal sebagai lelaki sempat melongo melihat pahanya yang mulus ternyata, dan dia cuek aja tampaknya.

Sampai suatu hari, sewaktu liburan UAS sekitar menjelang sore saat aku datang ke kosan belakang seperti biasa, disana hanya ada Ana sendiri, dia memakai daster bunga-bunga tipis selutut, dia sedang didepan komputer dikamarnya yang terbuka pintunya, kupikir dia lagi mengerjakan tugas
“lagi ngapain, An? Yang laen kemana?” tanyaku didepan pintu, “eh Mas Fadil, lagi suntuk nih, lagi ngegame aja, yang laen kan mudik mas, trus Mbak rina kan KKN pulangnya malem terus” jawabnya sambil masih memainkan mousenya

Read more

Aku, Istriku, dan Tetanggaku

Sebenarnya apa yang terjadi sehingga aku mengetahui perselingkuhan mereka…?
————-
Pagi itu, Aku akan mengolah data-data penting milik klien perusahaanku. Data-data itu ada di komputerku di rumah dan aku lupa mengcopykannya ke flashdisk, sehingga aku segera pulang ke rumah untuk mengcopy data. Aku tiba di rumahku sekitar jam 9 pagi.

Sesampai di rumah, kudapati ruangan tengah rumah berantakan dengan mainan anak-anak yang sedang dimainkan oleh anakku dan anak Anton, tapi tak kutemukan istriku, barangkali istriku sedang pergi ke warung atau ngerumpi sesama ibu rumah tangga.

Karena aku ada perlu ke istriku, maka aku berusaha mencari istriku ke rumah Anton. Terlihat seperti sendal istriku tergeletak di depan pintu, namun pintu depan tertutup rapat.

Kuintip dari jendela ruang tamu, terlihat ada berkas-berkas MLM yang belum dirapihkan serta 2 gelas kosong serta sisa makanan ringan atas meja, tapi istriku tak tampak. Aku mencoba berjalan ke pinggir rumah, ketika aku melewati kamar tidur Anton yang kaca nakonya terbuka. Kudengar desahan-desahan khas orang yang sedang bercumbu.

Memuaskan rasa penasaranku, kuintip dari celah-celah yang terbuka , mataku langsung tertarik pada apa yang kulihat, gairahku muncul seketika menyaksikan apa yang terjadi di kamar itu. Kulihat Anton dalam keadaan bugil sedang menghentak-hentakan pantatnya menyetubuhi seorang wanita yang kuyakini sebagai istrinya. Tapi tubuh istrinya tak terlihat karena terhalang oleh tubuh Anton, yang terlihat hanyalah tangan mulus seorang wanita yang bergerak-gerak penuh gairah serta dua bilah betis yang terayun-ayun dipinggir pinggang Anton yang sedang asyik menghentak-hentakan pinggul dan pantatnya.

Read more