Pelacur Saritem (Kisah Nyata)

Sebenarnya sih saya, merasa malu nich untuk ceritain kejadian-kejadian yang menarik ini di depan umum, tapi untuk berbagi pengalaman, akhirnya saya putuskan untuk dapat bercerita kepada kalian,dan nama-nama yang ada disini, sengaja saya gunakan nama samaran. Saya adalah cowo yang masih berumur 20 thn dan nama saya Yopie. Pada waktu saya masih berusia 17 tahun saya sering sekali diajak teman-teman pergi jalan-jalan dan menggunakan mobil untuk cari cewe-cewe yang bisa diajak main. pada awalnya sich saya nggak ada niat tuch,untuk berbuat seperti yang begituan, maklumlah saya hidup di keluarga yang berpendidikan baik. Tapi karena terpengaruh oleh lingkungan yang ada, maka saya akhirnyapun menemanin teman-teman saya (sekitar 5 orang)mencari cewe-cewe bandung di daerah sekitar alun-alun kota. Setelah beberapa lama dan waktu pun sudah menunjukan pukul 01.00 pagi….dan ketika itu kamipun masih belum mendapatkan cewe yang ideal untuk kami, dan setelah lama keliling-keliling akhirnya kamipun memutuskan untuk pergi mencari pelacur di saritem saja.

Ketika tiba di Saritem, kami disana disambut oleh gigolo-gigolo setempat. Mereka pun sibuk menawarkan cewe-cewe yang terbaik disana kepada kami. karena saya pada waktu itu masih merupakan hari pertama saya dalam melakukan seperti begituan, maka untuk tawar-menawarnya saya serahkan saja kepada teman saya yang namanya awang. Kemudian setelah saya berkeliling di sekitar saritem, saya melihat ada seorang wanita yang menggunakan stelan berwarna merah tua,dengan roknya yang mini….dan stelan tersebut hanya menutupin sebagian dari buah dadanya. Setelah saya melihat-lihat dia yang ternyata mukanya ramah dan cantik namanya Ida,akhirnya saya pun memilih dia sebagai teman saya pada malam itu…dan saya pun akhirnya sempat tawar-menawar pada saat itu, yang akhirnya dibereskan oleh teman saya, dengan memberikan Rp.40.000,- untuk satu malam. Dan setelah teman-teman saya pun mendapatkan pasangannya masing-masing…akhirnya kamipun menyewa hotel yang terdekat di daerah sana, dan untuk menghemat biaya akhirnya kamipun menyewa 3 kamar. 1 kamar single room dan 2 kamar doubleroom. dan pada saat itu saya dan teman saya yang bernama yudi akhirnya memutuskan untuk satu kamar di doubleroom.

Read more