Gita ABG SMA

Kisah nyata ini berawal ketika saya duduk dikelas 2 SMA di kota B. Seperti biasa kehidupan remaja pada seumuran itu sangatlah waahhh.. itu menurutku. Saat itu saya tergabung dengan team bola basket sekolah saya, sayapun mempunyai banyak teman baik didalam team ataupun diluar team, mereka pun mengenalku dengan baik. Salah satu dari temanku ini adalah Indra dimana dia ini orangnya pintar dan kutu buku banget. Saya bergaul dengan dia semacam simbiosis dimana disaat saya tidak mengerti akan sesuatu tentang pelajaran, saya selalu bertanya kepada Indra, begitu juga jika dia bertanya tentang masalah “cewek”, dia selalu bertanya kepada saya. ( padahal saya jawab sekenanya dan dia selalu manggut-manggut seperti burung kakak tua.. hehehe ) Saat itu kita sedang menghadapi ujian pertengahan ( Catur wulan ke 2 ) dan saya sedang giat-giatnya belajar bersama Indra dirumahnya. Eh dia dua bersaudara, kakaknya perempuan bernama Gita dan kuliah di PTN dikotaku, semester pertama. Cantik juga orangnya dengan kulit putih dan tubuh yang proposional banget.

Itu salah satu daya pikat untuk meminta belajar dirumah Indra.. hehehe.. Tapi karena pacarnya juga kuliah dan ikutan beladiri saya jadi ciut juga ( takut cing, badannya gede) Ketika itu suasana rumah Indra sepi hanya kami berdua yang sedang belajar. Kedua orang tuanya sedang kerja dan kakaknya sedang kuliah. Tak terasa sudah hampir 2 jam kita belajar, terdengar bunyi pintu gerbang dibuka orang dan ternyata kakaknya baru pulang dari kuliah. “Nah gitu dong belajar, biar hasil ulangannya pada bagus.” Katanya ketika melihat kita sedang belajar. Dia segera menuju kekamarnya entah tuk ganti baju atau apa. Tak berapa lama Gita keluar dan menuju dapur, saat itu kita sedang belajar diruang keluarga. Setelah itu Gita duduk disofa dengan segelas ice cream dan menyalakan tv diruangan keluarga. Setelah 2 jam belajar, saya dan Indra hanya ngebahas apa yang tadi kita bahas. Eh tiba-tiba Indra nyeletuk, “ Van bagaimana cara membuat cewek tuh tertarik sama kita?” “ pertama elo harus jadi pendengar yang setia Ndra.” Jawabku dan Indra hanya manggut-manggut.

Lalu kita lanjut ngebahas tentang mahluk yang bernama wanita dengan Gita disamping kita, yang saya tahu dia juga mencuri pembicaraan kita. Lalu Indra bertanya “ Eh Van, kenapa pantat cewek tuh sexy banget ya?” Saya pun berpikir mencari jawaban yang tepat. “ Sebenarnya pantat cewek tuh sexy karena tangan kita Ndra.” “Koq bisa begitu Van?” lanjut Indra. Kulirik sebentar kearah Gita dan dia terlihat mulai serius dengan apa yang kita bahas. “ Tuh pantat bisa sexy karena sering diremas sama cowok” Jawabku. “ Enak aja!!” terdengar keras suara bantahan dari samping kita yang berasal Gita. “Emang dari mana lo dapat jawaban itu Van?” tanyanya ketus. ( hehehe.. kepancing juga) “Semua itu tergantung dari cara kita meremas Git, tidak bisa asal-asalan meremas” jawabku. Indra terlihat serius mendengarkan sedangkan Gita semakin penasaran. “ Meremas bagaimana Van?” Tanya Gita. “Ya semua ada tehniknya Git.” Jawabku enteng. Semakin penasaran aja Gita dibuatku ( udah 30% cing.. hihihi..) “Gimana dong Van, ajarin dong?” “ ya gak bisa dong Git, Gita kan bukan pacar saya” jawabku enteng.

Terlihat wajahnya cemberut dengan menyimpan rasa penasaran. “ Van elo bisa ajarin gue kan?” Tanya Indra kepadaku. “Beres Ndra, ntar gue ajarin elo sampe jadi masternya” setelah itu kita tertawa berbarengan dan masih ada yang cemberut karena penasaran yaitu.. Gita! ( menuju 50% cing.. ) Keesokan harinya saya bertandang lagi kerumah Indra dengan alasan yang sama yaitu belajar bersama, tapi ketika sampai dirumahnya yang ada pembantunya dan kakaknya Gita. “Git, kemana Indra?” tanyaku. “ Oh tadi dia disuruh sama papa sebentar tuk ngirim beberapa dokumen ke teman papa Van” “lama gak Git?” tanyaku kembali. “Ya gak tau Van, tapi kata Indra kamu disuruh tunggu aja dulu didalam sambil belajar” jawabnya. “ Ya udah deh kalau begitu” kemudian sayapun melangkah masuk ke ruang keluarga dan segera membuka buku pelajaran bahasa Inggris dan Gita pun duduk disofa sambil menonton acara gosip ditelevisi. Hari itu Gita memakai celana pendek dan baju kaos yang longgar, terlihat lebih sexy dan santai. Pikirankupun bermain, bagaimana caranya untuk bisa.. Akhirnya sayapun mendapatkan ide yang jitu tuk melakukannya.

“Git, tolongin gue dong, ada soal bahasa inggris yang gue tidak mengerti.” Sambil berdiri dan menuju kearah saya dia berkata “Payah nih, masa segitu saja gak bisa?!” Lalu Gita rebahan dikarpet dimana saya belajar. Sambil menerangi apa maksud dari soal itu mata saya sengaja melirik kearah bongkahan pantatnya yang terbungkus celana pendek. Akhirnya Gita mengetahui apa yang saya kerjakan saat itu, “ Eh elo kalo dijelasin harus merhatiin, jangan matanya kemana-mana. Emang kenapa dengan pantat saya?” “Ah gak kenapa-kenapa, Cuma kurang aja?” jawabku memasang pancingan. “Kurang gimana?” tanyanya kembali. “Git maksud dari soal yang ini bagaimana?” tanyaku pura-pura menghindar dari topik utama. Tiba-tiba dia memencet hidung saya dan berkata,”Eh kalau ditanya harus dijawab dong?” Sambil meringis kesakitan saya menjawab,” iya.. iya.. kurang sexy aja Git..” “Kurang sexy bagaimana?”. “Kurang bisa kali pacar Gita meremasnya.” Jawabku enteng. Terlihat dia terdiam sebentar sambil menerawang jauh, dan setelah itu dia berdiri dan menuju kekamarnya sambil berkata, “Biarin!!” ( yuhuuu.. 70% tuhh..)

Setelah 30 menit lewat, Indra temanku belum tampak juga batang hidungnya dan hanya saya sendiri yang berada diruang keluarga. Tiba-tiba pintu kamar Gita terbuka dan dia keluar dengan busana yang ketat sehingga, jujur deh.. sexy banget. Gita tersenyum kepadaku dan berkata “ Gimana Van, apa masih kurang sexy?” Ternyata Gita didalam kamar selama itu hanya untuk memikirkan untuk tampil sexy dihadapanku. Saya jawab aja,” Memang sexy, tapi pantatnya masih kurang deh.” (padahal boong tuhh..) Gita terlihat cemberut dan segera menuju kamarnya lagi. Kena deh, hehehe… Tidak sampai lima menit, kepala Gita menyembul didaun pintu kamarnya sambil melirik kesana kemari, entah maksudnya apa. Gita memanggil saya untuk mendekat. Setelah mendekat dia berkata,”Van tolongin gue yah, tapi hal ini jangan sampai ketahuan siapa-siapa.” “Bantuan apa nih?” tanyaku belaga bego. Tangankupun ditariknya kedalam kamarnya dan segera dia kunci. “Van, gue pengen pantat saya terlihat sexy dan kemarin katanya elo tahu caranya.” “Wah kan Gita bukan pacar saya.” Jawabku sekenanya.

“Udah deh Van, gue mau koq kalau pantat gue elo bikin sexy.” Sayapun pura-pura serius berpikir dan itu membuat dia kembali bertanya, “Emang kenapa Van?” “Ya kalau mau begitu, elo harus buka baju dan hanya pakai dalaman saja dan tengkurap tidurnya” jawabku. Sejenak dia berpikir dan tiba-tiba dia melepaskan seluruh pakaiannya sehingga yang melekat hanya bra dan cdnya. Gita menuju tempat tidurnya dan tidur terlentang dan melambaikan tangan kearahku. Sayapun menuju ketempat tidurnya dan segera menuju tubuh Gita yang tidur tengkurap. Sejenak wajah Gita berpaling kearahku, dengan rona merah dipipinya dia berkata, “ Van, jangan bilang siapa-siapa yah?” “Okey Git, elo bisa pegang mulut gue.” Entah dari mana asalnya terdengar kata “yoi man” dan ketika kulirik kearah selangkanganku terlihat kepala Mr.P-ku mengintip tersenyum dibalik celana jeansku. Hehehe.. Crooottt… Saya sudah berada disamping tubuhnya dan memang sexy banget tubuhnya Gita. “Git, gue mulai ya, tapi ingat elo gak boleh bergerak-gerak kalau elo terasa geli atau apa saja.” Gita hanya terpejam dan menganggukan kepala mengiyakan.

Read more