Nikmatnya Interview Birahi – Bagian 1

Wajah Pak Bowo menjadi serius, dia menjelaskan kalau memang dia interest sama Priska. Apalagi untuk sekretaris. Aku tidak mengerti kenapa harus Priska, dan saya mencoba menjelaskan bahwa akupun pernah bekerja dan untuk pekerjaan sekretaris pasti aku bisa. Pak Bowo tersenyum. “Priska benar2 gak mau ya mbak?” aku mengangguk mengiyakan.

“Sayang padahal lumayan kalau punya sekretaris seperti Priska, kalau mbak Mila saya nggak mau, kalau ada apa2 saya kan nggak enak sama suami mbak. Sekretaris saya di kantor satunya juga single, kalau harus ke luar kota nganter saya kan nggak enak. Kalau sama mbak kan nanti istri saya tau saya keluar kotanya gak sendirian.”

“Oh gitu” sahutku. Ahh dasar laki2 batinku. “Jadi kalau dengan Priska bapak bakalan keluar kota dengan dia?” tanyaku. Pak Bowo tersenyum. “Kok bapak tau dia bakalan mau. Pernah ngobrol ya?” “Mbak Mila, maaf ya? Saya pernah mergokin dia pacaran di mobil. Dia sedang begini sama pacarnya” kata pak Bowo sambil memeragakan gerakan blow job.

“Mobilnya parkir di depan rumah saya, jam 1 malem gitu. Sempat saya mau bawa ke pos satpam tapi yaah karena dia waktu itu janji mau melakukan apa saja asal gak dilaporin ya sudah gak saya perkarakan. Jadi ya tolong bilang saja sama Priska, kalau saya sebetulnya nawarin ini sekalian nagih janji. Maaf ya mbak, kalau saya blak2an.

Read more