Jaga Rental

Cerita ini diawali pada saat saya sedang menjaga rental VCD punya teman. Saat itu saya bertiga, saya dan 2 orang cewek teman saya. Jam menunjukkan pukul 23:50 WIB. Karena setengah jam lagi akan tutup, maka 2 teman saya pamit pulang. Saya tidak ikut pulang karena tempat itu sekaligus juga rumah saya. Beberapa menit setelah teman saya ulang, ada mobil berhenti di depan rental. Samar-samar saya melihat di dalam mobil ada 2 orang cewek.”Mungkin dia mau pinjam kali ya…” pikir saya saat itu.Setelah itu pintu mobil terbuka, dan terlihatlah kaki putih mulus nan indah. Ketika kaki itu mendarat di tanah, cewek itu menurunkan roknya yang panjang (lho kok bisa sih..?). Terus tadi ketika dia mau turun dari mobil, kakinya yang putih itu kelihatan. Saya curiga, pasti ada yang tidak beres nich. Tapi masa bodoh ah… (emang gue pikirin). Pintu yang satunya terbuka, dan munculah cewek satu lagi, dia menggunakan celana dan kaos kentat, sehingga payudaranya yang lumayan besar kelihatan putingnya yang panjang. 2 cewek yang kira-kira sudah berstatus tante-tante ini mulai memasuki rental. Mereka lihat sana lihat sini, kelihatannya mereka bingung memilih.

Ketika sedang memilih itulah awal dari kisah seru ini, tante yang pakai celana kentat itu sedang melihat CD yang letaknya agak ke tengah, jadi dia harus menungging kalau mau lihat CD tersebut. Ketika dia menungging, ohhh… begitu indah lekuk tubuhnya, dan itu ohhh.., itu belahan kemaluannya tergambar di celana kentatnya. Ahhh… mana tahan… batang kejantananku langsung saja tegang.. tegang.. dan tegang… Karena saya lagi asyik memperhatikan tante yang bercelana kentat, saya tidak tahu kalau tante yang satunya mengawasi saya. Tiba-tiba saya terkejut karena ada suara CD jatuh di sebelah kanan saya. Langsung saja saya menoleh ke kanan.. dan ahh… mimpi kali ya… Saya seperti tidak berada dalam alam sadar. Tante yang memakai rok tadi, ketika mengambil CD yang jatuh itu, roknya tersingkap ke atas, dan oh.. belahan pantatnya yang putih mulus dan tentu saja kemaluannya yang gemuk itu kelihatan masih ok. Vagina itu kelihatan jelas, karena bulu kemaluannya sepertinya sudah dicukur habis. Ohhhh… mana tahan… benar-benar malam yang berkesan bagiku.

“Mas, lagi lihat apa sih, kok matanya sampai melotot gitu..?”Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan ketika saya lihat dari arah depan, dan ternyata tante yang bercelana kentat itu sudah berada di depan saya. Oh begitu cantik dan harum sekali, body-nya yang ‘uhui’ itu membuat saya menjadi termenung lagi.”Ihhh.. Mas ini nakal deh, ditanya kok malah melototin gue… naksir ya..?” katanya.Saya tersadar lagi dan seakan tidak percaya dia berkata seperti itu.”Saya harus memanggil apa nich, Ibu, Tante, Mbak atau Nona-Nona..?” kataku.”Ehhh… darimana Mas tahu kalau saya sudah menikah..?” katanya lagi. Sebelum menjawab, saya penasaran ingin melihat ke tante yang tadi. Saya melirik sedikit ke kanan, ehh.. dia sudah tidak ada. Gila, cepat benar tu cewek menghilangnya.”Ehhh.. begini… saya tahu, karena di jari manis Ibu.. eee.. Tante.. eee.. Mbak.., ada cincinnya.” kataku lagi.”Mas pintar juga ya, Mas boleh panggil Tante atau Mbak…” katanya sambil tersenyum.Ehmm… tambah cantik saja nih tante genit.”Eee… Tante mau pinjam film apa..? Kok keliatannya dari tadi bingung milihnya… biar nanti saya yang nyariin, mungkin ketemu.” kataku berlagak sok pahlawan.

Read more