Hijab Binal Kakak Lucu

Prosesi menjadikan hijab formal yang binal sampai menjadi lonte budak seks pemuas kontol tempat pembuangan pejuh tuannya sangat memuaskan hijab begini mimin juga doyan pakau doi he he…

Tante Rena di Gangbang

Tante Rena STW masih doyan sex di gangbang saja jadikan budak tempat pembuangan sperma.. :p

Istri Nakal Threesome

Akhirnya istri menyerah setelah di rayu threesome juga jebol lubang anusnya uhhh merintih keenakan..

Klub Tukar Istri (Final)

Fendi – Sabtu pukul 10:40

Fendi mengendarai mobilnya melalui jalan tol puncak yang tidak terlalu ramai. Mona tertidur lelap di sebelahnya karena sibuk menyelesaikan semua tugasnya sebagai ibu rumah tangga sebelum mereka bisa berlibur singkat di villa milik pak Hassan. Anaknya sudah ia titipkan ke adiknya dan semua baju sudah ia cuci. Hari itu ia memakai dress selutut yang bisa dibilang cukup mini. Meskipun sebenarya ia lumayan enggan, namun atas permintaan Fendi, ia hanya bisa menurut. Fendi memastikan ia bisa melihat mobil Yosua yang melaju dengan cepat di depannya. Ia masih bisa melihat mobil Robert di belakangnya. Ia bahkan bisa melihat Linda yang duduk di sebelahnya. Dari kejauhan pun, ia bisa melihat payudara indah yang ia miliki. Tanpa mengalihkan pandangannya dari kaca spion dan jalan, nafsunya mulai kembali membangun dan menggebu-gebu. Perlahan, batangnya pun mulai mengeras dan menjembul jelas di balik celana jeansnya. Mobil-mobil mereka pun berderetan akibat lampu merah sebelum mengambil jalan tanjakan menuju puncak.

Mona terbagun akibat rem Fendi yang lumayan mendadak.
“Emmmh, udah mau sampai sayang?” Mona mendesah ngantuk.
“Baru mau masuk jalan puncak, honey..”
“Kamu kenapa?”
“Maksudnya?” Fendi bertaya bingung.
“Adek kamu kenapa? Kok berdiri gitu?”
“Kedinginan kayaknya.”
“Kedinginan?! Aneh-aneh aja!”
“Mungkin perlu yang anget-anget kali?”
Fendi melirik Mona centil dan Mona mendengus malu. “Ih, apa-apaan sih?!”
“Ayolah, aku kangen nih.”
“Kangen? Lah emang dua belas jam lalu kita ngapain?”
“Udah kangen….” Fendi memelas dan memandangi Mona yang perlahan-lahan pasrah.
“Tapi aku malu mas…”
“Tenang aja, jendela kita gelap kok.”
“Uhhhh…” Mona males-malesan menunduk dan mulai membuka resleting celana Fendi. Dalam beberapa gerakan, lidahnya sudah mulai menjilati kepala penis Fendi yang berwarna ungu gelap.
“OOOOOH…OHHHH….EMMMMH…..”
“emmmmh….udah banyak precumnya sayang? Yakin nih kedinginan?”
“Emmmmh….enak banget….oooohhh…jilatan kamu Mona…emmmmhh….”

Mona memasukkan semua batang keperjakaan Fendi ke dalam mulutnya dan mulau memajukan kepalanya ke depan dan ke belakang. Suara gesekan lidahnya dengan penis Fendi mengisi keheningan di mobil mereka. Fendi menelengkan kepalanya ke belakang, tidak sanggup menahan sensasi nikmat yang ia rasakan. Matanya merem melek dan giginya sudah mengigit bibir bawahnya dengan penuh nafsu. Lampu tiba-tiba merubah warnanya, dan ia mulai kembali menginjak gas. Mona melepaskan kulumannya sesaat, menyebabkan Fendi sedikit jengkel.
“Kok dilepas sayang?”
“Udah mau jalan kan?”
“Ya lanjut aja dong….nanggung nih…”
“Nanti…nanti kalau kamu tabrakan gimana?!”
“Enggak lah…ayo dong..please??”
Mona juga tidak dapat menahan nafsunya yang sudah lumayan tinggi. Ia bisa merasakan precum Fendi yang gurih-gurih nikmat bersatu dengan air liurnya. Monapun kembali memasukkan penis Fendi ke dalam mulutnya dan melanjutkan kegiatan blow-jobnya dengan senang hati. Lidahnya ia plintir-plintir dan sesekali batang itu ia gigit pelan dan gemas. Fendi melanjutkan perjalanan mereka dengan sama sekali tidak fokus. Setidaknya ia juga sama sekali tidak bosan.

Read more

Binalnya Diriku

novia-cs

Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, nama saya novia saat ini umur saya 23 tahun saya tinggal di kota bandung, saya ingin berbagi cerita tenatang pengalaman hidup saya. Kejadian ini saya alami pada saat umur saya baru menginjak 20 tahun berarti 2 tahun yang lalu. Ketika itu saya kuliah di salah satu perguruan tinggi di bandung mengambil diploma III, yang kebetulan letak kampusnya tidak terlalu jauh dari rumah saya sehingga saya bias pergi ke kampus dengan berjalan kaki tapi kadang di antar oleh pacar saya. Singkat cerita pada suatu hari telah di lakukan UAS namun setelah nilai uas tersebut keluar saya di nyatakan tidak lulus setelah melakukan konformasi kepada dosen yang bersangkutan sebut saja dosen itu pa rudi umurnya kira-kira 50an dia dosen yang dikenal cukup killer namun setelah saya bertemu dengan beliau,dia sangat baik beliau bersedia memberikan ujian perbaikan kepada saya namun tidak dilakukan dikampus dia mengajak bertemu di salah satu motel yang terletak did ago saya pada saat itu berfikiran positif dan menyetujui permintaan pa rudi tersebut.

Singkat cerita tiba lah pada hari H dimana saya harus dating ke motel tersebut untuk melakukan ujian perbaikan tentu saja saat itu saya tidak sendirian saya di antar oleh pacar saya ketika sampai di motel saya menghubungi pa rudi dan ternyata pa rudi sudah berada di salah satu kamar motel tersebut dan menyuruh saya untuk masuk saat itu saya menyruh pacar saya menunggu di lobi motel. Sampailah saya di depan kamar motel yang di sewa Pa Rudi kamar nya yang cukup jauh dari lobi motel tersebut. Ketika pintu tersebut saya ketuk tidak begitu lama Pa Rudi membukakan pintu tersebut dan dia pun tidak berkata apa-apa hanya memandangi saya dari bawah hingga atas memeng pada saat itu saya menggunakan celana jeans ketat di padu dengan blues ktat dan tipis warna kuning dengan 2 kancing di atas nya sengaja tidak saya kancingkan karenang terlalu ketat dengan tonjolan dada saya yang lumayan besar 36B Pa Rudi pun tidak melepaskan pandangannya dari arah dada saya yang pada saat itu dengan jelas memperlihatkan belahan dada saya yang sangat menggoda.

Read more

Duh Om, Nikmat Bangetz

Aku Inez, saat ini aku kerja ditempat om Ahmed sebagai housekeeper. Aku dah kerja sebagai housekeeper sejak aku DO dari kelas 10 kerna gak da biaya. Om Ahmed merupakan bos kedua setelah aku brenti dari bos pertamaku terdahulu. Om Ahmed turunan arab, aku ngebayangin kaya apa gede dan panjangnya barangnya, katanya kan ukuran arab segede dan sepanjang pisang tanduk. aku suka horny ja ngebayangin. Ma bos terdahulu yang barangnya gak segede pisang tanduk aja aku selalu  terkapar kalo dia dah puas, palagi ma yang segede pisang tanduk. Om Ahmed juga suka jelalatan ngeliatin aku, maklum aku  masi abg banget, umurku ja blon kepala2. Sepertinya dia napsu banget ma aku, cuma gak eprna ngomong apa2 tentang  napsunya.

Satu hari om Ahmed nyuru aku nyiapin ruang kerjanya untuk miting bersama 3 orang temen bisnisnya, katanya semua arab, Om Idris, om Jamal dan Om Zul. Dia terus terang nanya ke aku, “Nez kamu dah pernah dien totin kan”. “Udah om, ma bos seblon ini Inez sering dien tot”. “Lo gitu, kamu mau gak sehabis miting nbgeladenin napsu temen2 bisnisku”. Waduh kebayang digarap 4 arab kaya apa aku jadinya. “Jangan kawatir, nti aku undang juga Sintia yang dah biasa digarap temen2 bisnisku, jadi kamu ma Sintia yang ngeladenin mereka dan aku tentunya”. Aku cuma ngangguk aja. Harinya mreka miting dari pagi, aku cuma nyiapin makanan dan minuman untuk break dan makan siang mereka. Sampe sore miting blon selesai, om Ahmed nyuru aku nyediain makan malem buat mreka, aku kira rencana setelah miting gak jadi. “Sintia dah kukontak, nti jam 8an dia mo dateng, kebetulan dia gi ndirian dirumah”. O acaranya jam 8 toh. Ya aku siapin makan malem buat mereka. Sepertinya om Ahmed dah ngasi tau rencana mengenai hiburan sex setelah miting, maka mreka buru2 makan malem yang telah kusediakan seblon waktunya.

Read more

Dewi: Ojo Perkosa Silitku Bro!!!

Mungkin memang sudah menjadi pilihanku untuk bergulat dengan aneka macam kelamin wanita. Ibu rumah tangga, gadis penjual burger, gadis toko, SPG, pelacur, semua sudah pernah aku cicipi kelaminnya. Banyak diantara mereka yang sampai sekarang masih menjalin kontak seperti Mbak Inne, staf di perusahaan galian C mitra kerja perusahaanku, yang selalu minta dianal, namun tak sedikit pula dari mereka yang sekarang menghilang. Entah karena membenci atau tak sanggup menahan rasa ketagihan mereka. Namun yang jelas, bagi wanita normal aku adalah sosok lelaki bejat tanpa moralitas sedikitpun (mungkin Okky juga menganggapku demikian).

Sepertinya aku tak pernah terpuaskan dengan bermacam rupa dan aroma kelamin wanita. Dari yang masih singset dan peret hingga yang sudah menggelambir dan longgar. Semuanya tidak pernah bisa menjadikan sebuah kepuasan yang berarti. Banyak WP yang menjadi langgananku, tak sedikit pula aku menjalin hubungan suka-sama-suka. Lobang yang ada ditubuh wanita sudah aku coba, hanya hidung dan kuping saja yang belum pernah

Read more